Lompat ke isi

Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik

Dari Wikibasurek
Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik
2791Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik

[ 1 ]

Bujang Piaman Jo Puti
Payuang Lauik


Selasih



31]n Pendidikan dan Kebudayaan [ 2 ]Page:Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik.pdf/2 [ 3 ]Page:Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik.pdf/3 [ 4 ]

BUJANG PIAMAN JO PUTI
PAYUANG LAUIK


Oleh
SELASIH


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH

Jakarta 1983
[ 5 ]

Diterbitkan oleh

Proyek Penerbitan Buku Sastra

Indonesia dan Daerah

Hak pengarang dilindungi undang-undang

[ 6 ]

KATA PENGANTAR

Bahagialah kita, bangsa Indonesia, bahwa hampir di setiap.daerah di seluruh tanah air hingga kini masih tersimpan karya-karya sastra lama, yang pada hakikatnya adalah cagar budaya nasional kita. Kesemuanya itu merupakan tuangan pengalaman jiwa bangsa yang dapat dijadikan sumber penelitian bagi pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan ilmu di segala bidang.

Karya sastra lama akan dapat memberikan khazanah ilmu pengetahuan yang beraneka macam ragamnya. Penggalian karya sastra lama yang tersebar di daerah-daerah ini, akan menghasilkan ciri-ciri khas kebudayaan daerah, yang meliputi pula pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan tinggi nilainya. Modal semacam itu, yang tersimpan dalam karya-karya sastra daerah, akhirnya akan dapat juga menunjang kekayaan sastra Indonesia pada umumnya.

Pemeliharaan, pembinaan, dan penggalian sastra daerah jelas akan besar sekali bantuannya dalam usaha kita untuk membina kebudayaan nasional pada umumnya, dan pengarahan pendidikan pada khususnya.

Saling pengertian antardaerah, yang sangat besar artinya bagi pemeliharaan kerukunan hidup antarsuku dan agama, akan dapat tercipta pula, bila sastra-sastra daerah yang termuat dalam karya-karya sastra lama itu, diterjemahkan atau diungkapkan dalam bahasa Indonesia. Dalam taraf pembangunan bangsa dewasa ini manusia-manusia Indonesia sungguh memerlukan sekali warisan rohaniah yang terkandung dalam sastra-sastra daerah itu. Kita yakin bahwa segala sesuatunya yang dapat tergali dari dalamnya tidak hanya akan berguna bagi daerah yang bersangkutan saja, melainkan juga akan dapat bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia, bahkan lebih dari itu, ia akan dapat menjelma menjadi sumbangan yang khas sifatnya bagi pengembangan sastra dunia.

Sejalan dan seirama dengan pertimbangan tersebut di atas, kami sajikan pada kesempatan ini suatu karya sastra daerah Minangkabau, dengan harapan semoga dapat menjadi pengisi dan pelengkap dalam usaha menciptakan minat baca dan apresiasi masyarakat kita terhadap karya sastra, yang masih dirasa sangat terbatas.

Jakarta 1983

Proyek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah

[ 7 ]

KATA PENGANTAR

Cerita yang berjudul Buiang Piaman dengan Puti Payuang Lauik ini dikarang oleh Sariamin Ismail dengan nama samaran Selasih. Selasih adalah pengarang wanita dari angkatan Pujangga Baru dan sekarang adalah seorang pensiunan guru. Walaupun umumya sudah cukup lanjut, namun beliau masih tetap berkarya dan sangat produktif.

Karangannya yang berjudul Bujang Piaman jo Puti Payuang Lauik, sebuah legenda yang diungkapkan berbentuk kaba, diangkat dari daerah Minangkabau mengisahkan cinta kasih antara seorang pemuda dari kalangan rakyat biasa dengan seorang putri keturunan raja.

Percintaan antara Bujang Piaman dengan Puti Payuang Lauik ini merupakan suatu pertarungan antara pembaharuan dengan adat yang memisahkan keluarga raja dengan rakyat biasa. Kungkungan adat yang begitu keras yang sudah tidak begitu disenangi oleh generasi yang lebih muda, akhirnya dapat ditembus dengan bermacam cara dan siasat.

Dalam cerita ini digambarkan bagaimana siasat dan taktik yang diatur oleh kakak Payuang Lauik yang bersimpati terhadap hubungan adiknya dengan Bujang Piaman. Dia sendiri sudah tidak begitu senang dengan kungkungan adat yang sudah lapuk.

Mudah-mudahan buku ini akan menambah bahan untuk pengkajian Sastra Minang Jama.

Jakarta, Januari 1984

Penyunting.

[ 8 ]

RINGKASAN CERITA

Di nagari Simpang Ampek daerah Pasaman tinggal seorang pedagang yang berasal dari nagart Bada Mua di Pariaman yang bernama Malin Duano. Dia sudah lama tinggal di dacrah ini yaitu semenjak bujang. Mula-mula datang, pekerjaannya berjualan tembakau, tetapi lama kelamaan dagangannya tambah maju dan akhirnya menjadi seorang saudagar yang kaya raya dan dermawan. Istrinya bernama Bidasari berasal dari Pariaman juga. Karena dia sudah sangat kaya, dia ingin membuat rumah gadang dan minta izin pada Raja, Parik Batu Batu sebagai penguasa di daerah itu. Oleh Raja Parik Batu dia diizinkan membuat rumah gadang, tetapi tidak boleh pakai anjungan karena dia bukan asal keturunan raja. Karena Malin Duano adalah orang pendatang maka ia tunduk terhadap peraturan kerajaan Parik Batu. Oleh sebab itu, dia sering mengantar padi dan kerbau dan fain-lain ké istana dan juga mendirikan musolla yang bagus dan besar. Namun demikian, kekayaannya tidaklah berkurang malah makin bertambah. Akan tetapi sayang, anaknya hanya satu orarg yang bernama Bujang Piaman seorang pemuda yang tampan. Karena dia adalah anak satu-satunya maka dia sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Raja Parik Batu ini juga mempuhyai seorang anak perempuan yang cantik, bernama Puti Payuang Lauik dan juga dimanja oleh kedua orang tuanya dan apa apa permintaannya akan selalu diberi.

Pada suatu hari Puti Payuang Lauik naik kuda Balang Candai dengan kakaknya Sutan Sari Alam dan bertemu di jalan dengan Bujang Piaman dan dua orang temannya yang semuanya naik kuda. Tiba-tiba kuda Balang Candai yang sedang ditunggang Puti Payuang Lauik terkejut dan berlari sekuat-kuatnya yang menyebabkan Puti Payuang Lauik terpelanting jatuh. Dengan cepat Bujang Piaman turun dari kudanya dan langsung menolong Puti Payuang Lauik. Selama ini mereka belum pernah bertegur sapa, tetapi sudah sering bertemu di jalan. Untunglah dalam kecelakaan itu Puti Payuang Lauik tidak mendapat cidera hanya sedikit merasa pening dan kakaknya Sutan Sari Alam merasa cemas kalau-kalau adiknya berbahaya dan takut kena marah oleh ayahnya karena [ 9 ]sudah sangat jauh dari kampungnya. Rupanya Balang Candai memang agak parah kakinya dan tidak bisa ditunggang lagi. Sutan Sari Alam, merasa bingung bagaimana caranya membawa Payuang Lauik kembali pulang karena dia tidak biasa membonceng naik kuda. Kesempatan ini dipergunakan oleh Bujang Piaman menawarkan dirinya untuk membewa Payuang Lauik pulang dengan dibonceng dengan kudanya sendiri, si Itam Manih, dan Puti Payuang Lauik juga mau sedangkan kudanya si Balang Candai dituntun oleh Bujang Labiah, teman Bujang Piaman, dan mereka berjalan berombongan.

Sesampai di istana Parik Batu, Puti Payuang Lauik disambut oleh ayahnya dan dituntun naik ke istana sedang Bujang Piaman beserta teman-temannya minta izin untuk kembali ke Simpang Ampek dan Balang Candai dibawanya untuk diobati di sana. Ayah Payuang Lauik sangat berterima kasih atas pertolongan Bujang Piaman kepada putrinya.

Sesampai di rumahnya Bujang Piaman terus mandi dan sembahyang, ibu dan ayahnya sudah menunggu untuk makan bersama-sama. Dari mulai sampai di rumah ibunya sudah memperhatikan perubahan sikapnya dan ibunya menanyakan apakah persoalan yang dihadapinya. Karena didesak oleh ibunya maka diceritakanlah oleh Bujang Piaman apa yang telah terjadi dan dengan peristiwa itu dia telah jatuh cinta pada Puti Payuang Lauik. Mendengar cerita anaknya, ibu Bujang Piaman merasa cemas dan menasihatkan agar Bujang Piaman menghilangkan pikiran yang demikian karena tidak mungkin dia akan dapat meneruskan hubungannya dengan Puti Payuang Lauik karena dia adalah dari rakyat biasa sedang Puti Payuang Lauik adalah anak raja dan tak mungkin akan menjadi jodoh Bujang Piaman.

Beberapa hari kemudian sesudah Balang Candai sembuh betul Puti Payuang Lauik pergi ke rumah Bujang Piaman dengan kakaknya Sutan Sari Alam.

Betapa herannya dia melihat besarnya rumah Bujang Piaman, tetapi tidak pakai anjungan seperti rumah bangsawan. Di sini dia merasakan kebebasan dari kungkungan lingkungan adat yang sangat keras. [ 10 ]Sebenamya ibu Bujang Piaman merasa keberatan atas kedatangan Puti Payuang Lauik ini karena dia takut bapak Puti Payuang Lauik akan buruk sangka terhadapnya. Di sini Puti Payuang Lauik mengeluarkan segala isi hatinya dan menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian ibu dan bapak Bujang Piaman selama ini.

Sesudah selesai makan bersama-sama Sutan Sari Alam meng- ingatkan adiknya agar segera pulang supaya di rumah jangan sampai mereka dimarahi. Kedua remaja ini sudah saling jatuh cinta, tetapi mengingat perbedaan derajat dari segi adat yang sangat berbeda, bagaimana caranya membuat siasat-siasat agar rencana mereka terlaksana dengan baik.

Seminggu kemudian Puti Payuang Lauik dan kakaknya Sutan Sari Alam mau pergi ke rumah Bujang Piaman, tetapi dengan Mmembuat siasat akan pergi ke Kinali. Tujuan mereka ke rumah Bujang Piaman ialah untuk melaksanakan akad nikah karena mereka berencana akan lari ke kampung ayah Bujang Piaman di Pariaman, sebab di situ masih ada ibu dari Malin Duano yang juga tinggal di rumah gadang. Setelah selesai akad nikah Puti Payuang Lauik dan Sutan Sari Alam kembali ke istana.

Dari pihak ayah Payuang Lauik sudah ada rencana memancang gelanggang untuk mencari jodoh Puti Payuang Lauik. Untuk itu dikumpulkan para Menteri dan Datuk-datuk untuk merunding- kan memancang gelanggang. Rencana memencang gelanggang ini sebenamya hanya formalitas saja, jadi bukan semata-mata untuk mencari jodoh Puti Payuang Lauik karena yang bakal jodoh Payuang Lauik sudah ada yaitu Sutan Lembak Tuah kemenakan ayahnya,

Bujang Piaman juga minta izin pada ibunya untuk datang ke tempat memancang gelanggang ini. Mula-mula ibunya keberatan untuk mengizinkan, tetapi akhirnya dilepas juga dan menyiapkan semua keperluannya. Ibunya menasihatkan agar hati-hati dalam gelanggang ini karena makiumlah kita dari rakyat biasa sedang yang akan dilawan orang-orang dari kalangan raja-raja dan bangsawan. Sesampai di gelanggang didapatinya sudah banyak orang berkumpul. Banyak orang yang kaget melihat Bujang Piaman datang dengan pakaian yang sangat indah. [ 11 ]Pada waktu yang telah ditentukan dibukalah gelanggang oleh Raja Janang: Puti Payuang Lauik dengan diiring? oleh inang penga- suh dan bebcrapa orang tua masuk ke gelangeang. Dia melihat-lihat kalau Bujang Piaman sudah datang.

Raja Junang dalam acara pembukaan gelunggang ini memberi nasihat pada peserta agar dalam segula permainan yang diadakan hendaklah berlaku jujur, sebab gelanggang ini bukan tempat perselisihan, tetupi untuk bersenang-senang.

Setelah sepekan gelanggang dibuka Bujang Piaman dengan dua orig temunnya belum pernah kalah menyabung uyam karena ayamnya memang ayam pilihan yang dibelikan ayahnya di Padang. Dalam bermain silat dia juga selalu menang karena badannya besar dan tinggi.

Ketika Puti Payuang Lawik disuruh memilih siapa yung akan dipilih untuk jodohnya, dia diam saja sampai sudah tiga kali orang menanyai. Ibunya langsung menegur agar Puti Payuang Lauik menjawab supaya bapaknya jangan sampat marah.
Dengan terpatah-patah dia menjawab bahwa pilihannya ialah Bujang Piaman tidak ada yang lain.

Mendengar jawaban Puti Payuang Lauik semua orang kaget, lebih-lebih Tuanku Parik Batu ayah Puti Payuang Lauik, sebab dari kecil dia sudah dipertunangkan dengan kemenakannya Sutan Lembak Tuah. Di samping itu karena Bujang Piaman bukan dan kalangan raja maka dalam adat dilarang keras untuk kawin. Ayahnya mengusulkan pada Raja Kajai sebagai panitia dalam acara mamancang galanggang ini agar jangan mendengarkan jawaban Puti Payuang Lauik karena dia masih dianggap anak-anak kemungkinan tertarik karena keindahan pakaian Bujang Piaman dan biarlah ditunggu seminggu lagi kemudian ditanya lagi. Dua hari kemudian ibunya datang kepada Puti Payuang Lauik untuk membujuk agar dia menukar pilihannya. Kalau sekiranya dia tidak suka kepada Sutan Lembak Tuah, masih banyak dari kalangan raja-raja yang dapat dipilih. Misalnya, Raja Sasak atau Air Bangih semuanya tampan-tampan. Akan tetapi, dengan tegas Puti Payuang Lauik menjawab bahwa pilihannya itu tidak dapat diganti lagi dan diam dalam seribu bahasa. Kemudian ayahnya sendiri datang untuk [ 12 ]membujuk agar Puti Payuang Lauik menukar pilihannya dengan kemenakan Sutan Lembak Tuah, tetapi juga tidak berhasil. Dia menyatakan lebih baik mati daripada dia mungkir janji kepada Bujang Piaman. Mendengar jawaban anaknya, Tuanku Parik Batu menangis.

Sehari kemudian sedang Tuanku duduk termenung, datang kemenakannya Sutan Lembak Tuah untuk meminjam keris karena dia ingin melawan Bujang Piaman bersilat untuk melampiaskan sakit hatinya. Tapi Sutan Lembak Tuah dinasihatkan oleh pamannya agar gelanggang ini jangan dijadikan tempat kerusuhan karena nanti akan menjelekkan namanya sendiri. Sebab, dia sudah tahu betul bagaimana Bujang Piaman, yakni seorang pemuda yang sopan.

Kalau dalam pertarungan itu dia tertusuk oleh keris maka dia akan mati karena keris ini adalah keris pusaka yang biasanya hanya dapat diobati oleh yang punya keris.

Dia menasihatkan agar mendekati Puti Payuang Lauik, sebab kalau Bujang Piaman dibunuh tentu hati Payuang Lauik tambah sakit.

Besok harinya datang pula Sutan Sari Alam kakak Puti Payuang Lauik menghadap, agar bapaknya mau menyetujui pilihan adiknya. Akan tetapi, malah dia sendiri yang dimarahi oleh bapaknya dan bapaknya menganjurkan untuk mencari dukun kalau Puti Payuang Lauik ini sudah diguna-guna oleh Bujang Piaman. Akan tetapi, hal ini dibantah oleh Sutan Sari Alam karena dia tahu betul bagaimana pribadi Bujang Piaman bahkan dia merasa takut waktu Puti Payuang Lauik datang ke rumahnya begitu juga kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, dia menganjurkan agar ayahnya bersabar dan jangan ditanyai juga dulu Puti Payuang Lauik untung di belakang hari berubah pendiriannya.

Tiga hari sesudah Sutan Sari Alam berbicara dengan ayahnya terjadi keributan di gelanggang yang disebabkan oleh Sutan Lembak Tuah yang tidak merasa senang terhadap Bujang Piaman.

Dia berusaha untuk membalas dendam dengan mengajak Bujang Piaman bermain silat dengan pedang yang berakhir dengan kekalahan pada Sutan Lembak Tuah. Akan tetapi, rupanya Sutan [ 13 ]Lembak Tuah merasa belum puas dan diajak lagi main keris pusaka yang dipinjami mamaknya Raja Parik Batu dan dalam permainan ini juga dia kalah. Dia tidak mau mengakui kekalahannya. Waktu Bujang Piaman sudah mengangkat sembah untuk berhenti, tiba-tiba Sutan Lembak Tuah menikamkan kerisnya ke bahu Bujang Piaman. Waktu orang melihat bahwa keris yang melukai Bujang Piaman adalah keris pusaka maka orang merasa cemas dengan lukanya itu karena bisa membawa maut dan hanya dapat disembuhkan dengan obat diberikan oleh pemilik keris. Oleh sebab itu, Sutan Sari Alam pergi kepada ayahnya untuk memintakan obatnya. Mula-mula ayahnya enggan memberikan, tetapi karena didesak terus oleh Sutan Sari Alam dan adiknya Payuang Lauik maka obat itu diberikan juga. Ayah dan ibu Bujang Piaman melihat keadaan anaknya menangis dan kebingungan. Dukun langsung memberikan obat antibisa keris itu dan keadaan Bujang Piaman sudah agak membaik.
Mereka mencari akal lagi bagaimana agar rencana perkawinan Payuang Lauik dengan Bujang Piaman dapat terlaksana. Mereka membuat siasat, yaitu dengan jalan menyuruh Bujang Piaman pergi mencari obat ke negeri asalnya, Pariaman. Akan tetapi, sebelum sampai ke tempat yang dituju dia mati di tengah jalan dan kabar ini sudah disebarluaskan.

Puti Payuang Lauik membuat taktik dengan berita kematian Bujang Piaman ini. Dia berpura-pura memilih Sutan Lembak Tuah waktu ditanya sekali lagi. Orang-orang menjadi heran dengan sikapnya itu, bahkan dia tertawa-tawa dengan orang yang membunuh Bujang Piaman.
Akan tetapi, tindakannya ini‘ hanya siasat saja agar rencana jangan ketahuan. Sebab, dalam perundingannya dulu apabila Bujang Piaman meninggal maka Puti Payuang Lauik berpura-pura bunuh diri.
Lima hari sesudah Bujang Piaman meninggal Puti Payuang Lauik diberitakan bunuh diri semuanya diatur oleh kakaknya Sutan Sari Alam. Bagaimana gemparnya masyarakat dengan meninggainya Puti Payuang Lauik, banyak orang berdatangan ke istana untuk melihat kejadian itu. Sebelumnya orang sudah merencanakan [ 14 ]untuk mengadakan pesta perkawinan Puti Payuang Lauik dengan Sutan Lembak Tuah. Dengan adanya peristiwa ini orang-orang hanya berkumpul untuk mengaji dan mengadakan tahlilan. Sutan Sari Alam sudah merencanakan penguburan adiknya akan dilaksanakan pagi-pagi sekali dan malam dimandikan dan dikafani. Pada malam itu juga orang menyiapkan segala sesuatunya untuk penguburan di pagi hari. Pada malam itu Sutan Sari Alam menjaga jenazah dengan beberapa temannya. Pada malam itu juga Puti Payuang Lauik berangkat ke rumah Bujang Piaman dan jenazahnya diganti dengan batang pisang yang pada esok hari akan dikubur.

Yang lebih menderita lagi dengan kematian Puti Payuang Lauik ini ialah Sutan Lembak Tuah yang menyebabkan dia seperti orang berubah akal.

Sesudah beberapa lama kejadian di daerah Simpang Ampek dan Parik Batu dimana keadaan di istana sudah sangat berbeda karena yang tinggal di istana hanya ibu dan ayah Payuang Lauik jadi keadaannya-sudah menjadi sepi. Di lain pihak di rumah ibu Malin Duano nenek dari Bujang Piaman di Pariaman orang-orang pada bergembira karena Malin Duano dan istrinya Bidasari baru pulang dari rantau dengan anaknya Buyuang Pamenan yang dahulu bernama Bujang ‘Piaman dan menantunya Reno Manih yang dahuilu bernama Payuang Lauik. Perubahan kedua nama ini untuk menghilangkan jejak dari siasat-siasat mereka yang sudah dilukiskan di atas. Waktu masih di Pasaman mereka baru melaksanakan kawin gantung maka sekaranglah baru ada kesempatan untuk mengadakan pesta perkawinan yang dilangsungkan beberapa hari.

Sesudah seminggu berada di rumah neneknya Bujang Pamenan dan Puti Reno Manih masih banyak orang yang datang mengunjunginya dan membawa bermacam-macam penganan, ada yang membawa beras, kelapa dan lain-lain.
Walaupun Puti Reno Manih dahulunya tidak biasa bekerja keras, tetapi sekarang malah badannya tambah merasa lebih sehat karena banyak bergerak. Sebenarnya ibu Bujang Piaman merasa cemas kalau-kalau menantunya ini sakit karena terlampau banyak menerima tamu, tetapi dia tidak mau dilarang. Sesudah dua minggu Malin Duano dan istrinya Bidasari berangkat kembali ke Simpang Ampek sedang Bujang Piaman dan istrinya Payuang Lauik tetap [ 15 ]tinggal di rumah neneknya.

Semua urusan rumah tangga diselesaikan oleh Puti Payuang Lauik. Oleh sebab itu, Bujang Piaman selalu mengingatkan istrinya agar bekerja jangan terlampau capek nanti sakit, tetapi sebaliknya istrinya merasa sedih apabila sudah dilarang suaminya.

Bujang Piaman berencana akan membuat rumah model di Padang yaitu kamar mandi dan kakus di dalam rumah. Pada malam hari datanglah kakaknya Sutan Sari Alam dengan dua orang temannya yaitu Buyuang Labiah dan Maulano. Bukan main gembira hati Payuang Lauik bertemu dengan kakaknya karena sudah sangat lama ditunggu-tunggunya. Dia menanyakan bagaimana keadaan ibu dan ayahnya selama dia pergi. Semalam-malaman mereka bercerita tentang keadaan masing-masing kadang tertawa dan kadang menangis. Karena Bujang Piaman yang sekarang bergelar Marah Lauik berencana akan membuat rumah maka Sutan Sari Alam tidak buru-buru kembali karena dia ingin membantu pembuatan rumah ini. Tukangnya dibawa dari Padang,

Sutan Sari Alam sudah sering bolak balik ke tempat adiknya di Pariaman karena usahanya sekarang ialah berdagang juga sering membawa istrinya Mambang Pulau.

Delapan tahun kemudian tiga orang naik kuda berhenti di depan istana Parik Batu, Salah seorang dari yang tiga itu turun dari kuda sambil menuntun dua orang anak kecil naik ke istana langsung menghadap raja Parik Batu. Sesampai di depan orang tua itu dia menangis dan minta ampun dan memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah Puti Payuwang Lauik yang sudah meninggal beberapa tahun yang silam. Kedatangannya ini ialah karena sangat rindu kepada kedua orang tuanya. Bapaknya diam saja karena dia tidak menduga sedikit juga dan menganggap ini adalah mimpi. Mendengar orang menangis terkejut ibunya dan dilihatnya rupanya anaknya Puti Payuang Lauik dengan dua orang cucunya. Kemudian Puti Payuang Lauik merangkul ibunya dan menangis dipangkuan ibunya. Ibunya bercerita bagaimana keadaan ayahnya semenjak Puti Payuang Lauik tidak ada, sudah jarang bicara dan sering sakit. Keadaan rumah sudah sangat sepi karena dayang-dayang sudah banyak pula yang kawin dan kakaknya Sutan Sari Alam juga [ 16 ]sudah jarang datang karena dia sudah beristri dan berdagang.

Bapaknya dari tadi hanya mendengarkan saja pembicaraan Payuang Lauik dengan ibunya sambil menghapus airmata.

Kemudian ayah Payuang Lauik menanyakan ayahnya kepada kedua orang cucunya dan dijawabnya bahwa ayahnya ada di rumah baru yaitu rumah yang biasa ditempati oleh Sutan Sari Alam. Kemudian dijemput orang di dapur. Tidak lama kemudian datanglah Bujang Piaman sambil menyembah dan minta maaf akan kesalahan yang diperbuat selama ini. Kedatangan mereka ini dirahasiakan kepada orang kampung, agar rahasia selama ini tidak terbongkar yaitu dengan jalan menyatakan mereka itu sebagai tamu dari Sasak.

Dalam pertemuan mereka yang sangat mengharukan ini semua sudah saling memaafkan dan tidak akan mengungkit-ungkit masa lalu lagi.

Karena sudah sekian lama berpisah maka Bujang Piaman mengusulkan agar Puti Payuang Lauik dengan kedua anaknya agar tinggal barang dua minggu di Parik Batu dan dia akan kembali ke Pariaman karena banyak urusan yang harus diselesaikan. Nanti sesudah dua minggu dia akan datang menjemput. Bujang Piaman juga menyuruh menjemput istri Sutan Sari Alam ke Sasak agar Puti Payuang Lauik ada teman. Dengan demikian orang tidak akan begitu curiga kepada Payuang Lauik karena dia dikatakan adik dari istri Sutan Sari Alam.

Selama di Parik Batu, Puti Payuang Lauik berusaha menyenangkan hati kedua orang tuanya dan memasak makanan yang enak-enak yang sudah dipelajarinya selama ini. Begitu juga istri kakaknya Sutan Sari Alam belajar memasak padanya dan diceritakan kepada ibunya bahwa Puti Payuang Lauik sudah punya rumah gedung yang besar di Pariaman dan apa-apa kegiatan Puti Payuang Lauik.

Sesudah dua minggu di istana Parik Batu datanglah Bujang Piaman akan menjemput anak istrinya dan banyak membawa oleh-oleh untuk ibu dan bapak mertuanya.

Dua hari kemudian mereka sekeluarga kembali ke Pariaman dilepas dengan rasa haru yang sangat dalam entah kapan lagi akan [ 17 ]Page:Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik.pdf/17 [ 18 ]

MOTTO UNTUAK
BUJANG PLAMAN JO PUTI PAYUANG LAUIK

Templat:Block left [ 19 ]Templat:Block left


Pakanbaru 14 April 1983.

Penulis

Selasih

[ 20 ]

Kato Panganta

Untuak Bujang Piaman jo Puti Payuang Lauik.

Lah banyak Legenda nan dikarang
Kiniko ambo cubo pulo
Manulih roman caro daulu
Dimaso urang saisuak
lyolah kaba urang juo
Antah bana antah indak.

Kok indak batua itu garan
Kaba dibuek urang sajo
Ado eloknyo kito baco
Jadi patunjuak jo pangaja
Usah dikito tibo pulo
Iyo carito macam iko

Lorong bakasiah jo bacinto
Antaro urang mudo-mudo
Bukanlah itu kaba baru
Ado sajak dunia takambang
Kok lanca sajo mah jalannyo
Urang mandapek nan di hati
Direstui dek ayah jo bundonyo
Indaklah itu jadi carito

Tapi macam mah ragamnyo
Nan tajadi kuliliang kito
Nan patuik kito paratikan
Kok manaruah anak gadih
Ado dek gadang napasu ayah
Dipasonyo mah anaknyo
Kawin manuruik kahandaknyo
Kadang-kadang batikai umua
Ado pulo balain kaadaan
Satangah pulo itu garan
Hatilah kanai ka nan lain

[ 21 ]

Kasiah tatumpah ka nan mudo
Nan indak katuju dek ayahnyo

[ 22 ]

PAMBUKAK KATO

Sitaba daun sitaba
Sitaba di dalam parak
Bakaba kito bakaba
Bakaba untuak rang banyak

Sirantiah di tapi lurah
Sitaba tangah halaman
Kok latiah badan ka sawah
Baco kaba Bujang Piaman

Sitaba tumbuah di halaman
Urek si rantiah tangah padang
Bacolah kaba Bujang Piaman
Panek jo latiah dek baladang

Di lapau mambaco kaba
Antaro kopi alun datang
Di surau mambaco doa
Katiko urang baru abang

Kaba urang ambo kabakan
Antah moh iyo antah tido
Indak barangin gak saketek
Dima kayu kan bagoyang
Duto urang ambo ndak sato
Kaba paisi paluang maso.

[ 23 ]

I. MALIN DUANO

Tasabuik kisah Malin Duano
Urang nagari Simpang Ampek
Simpang Ampek daerah Pasaman
Ndak jauah dari Parik Batu
Urangnyo urang padagang
Baasa dari Piaman
Iyo nagari Bada Mua

Tantang Malin Duano iko
Bininyo banamo Bidasari
Baasa dari Piaman juo
Lah lamo diam di Simpang Ampek
Dari bujang alun babini
Iyo lah datang mah kasinan
Jo kain di badan inyo datang
Mulonyo manjua tambakau
Sudah itu manjua pacah balah
Sampai manjadi saudaga kayo
Iyo manjua kain baju
Sarato barang ameh perak

Dek inyo lah kayo kini
Inyo mamintak bakeh rajo
Iyo Daulaik Parik Batu
Untuak mambuek rumah gadang
Rumah gadang sambilan ruang
Inyo buliah mambuek rumah
Barapo bana kan gadangnyo
Salajang kudo balari
Tapi ndak buliah pakai anjuang
Dek inyo bukan asa rajo

Hari kahari itu dangai
Kayonyo batambah juo

[ 24 ]

Kabaunyo alah bapuluah
Jawinyo baitu pulo
Diupahnyo urang bakarajo
Di tarukonyo sawah baru
Disuruah bueknyo tabek ikan
Kabun naneh mah ado pulo.

Kok ado tasuo apo-apo
Di Ustano Parik Batu
Indaknyo sagan itu garan
Maanta padi basumpik
Mairik kabau sikua duo
Sabagai tando tunduak patuah
Awak iyo urang manumpang
Manumpang iduik di nagari urang

Baitu datuak jo pangulu
Kok baralek nikah kawin
Atau baralek kamatian
Kok urang tu datang
Iyo mambali atau manyalang
Indak panah inyo amuah
Manarimo pitih urang tu
Urang sajo mah nan sagan
Kadatang kaduo kali

Upah urang inyo gadangkan
Dari urang nan lain-lain
Urang musikin nan karajo
Diagiah pulo kain lusuaan
Di lua upah karajonyo

Taheran pulo urang banyak
Baitu banyak nyo manctong
Tapi rezaki ditambah Allah
Kakayaannyo batambah juo

[ 25 ]

Labiah-labiah itu garan
Sasudah inyo mambuek surau
Surau rancak bak musajik
Bia ketek tapi kuaik

Tapi ado kakurangannyo
Tyo di mato urang banyak
Anaknyo hanyo surang sajo
Iyo Laki-laki pulo
Indak ado itu garan
Kan paunyi rumah gadang
Kan panyambuik sawah ladang
Kok inyo indak ado lai

Manangih si Bidasari
Mancari dukun suok kida
Mamintak ubek nak dapek anak
Anak padusi kakawan hiduik
Kan jadi panyambuang tangan
Untuak panjawek arato banyak

Tantang paja nan surang tu
Wakatu inyo paja-paja
Diimbaukan si Buyuang sajo
Namo dibari dek ayahnyo
Tyo itu Buyuang Pamenan
Tapi lah gadang inyo garan
Biaso disabuik urang
Inyo itu Bujang Piaman

Di Pasaman saluruahnyo
Arati bujang iyo duo
Bujang iyo dek alun kawin
Bujang pulo dek rancak tampan
Anak ketek baumua anam tujuah
Kok romannyo manariak pandang

[ 26 ]

Biaso tadanga di sabuik urang
"Bujang bana paja nantun"

Baitu pulo kato gadih
Kok paja tampak manih rancak
Disabuik pulo inyo gadih

Dek urang sanagari tu
Sagan suko inyo garan
Kapado Malin Duano
Baitu juo padusinyo
Inyo kayo suko dimakan
Ramah manih tagua saponyo
Samo sajo kaduonyo


[ 27 ]

II BUJANG PIAMAN

Dek urang Bujang Piaman
Namo tabawo dek romannyo
Alah mah gadang inyo kini
Alah baumua tujuah baleh
Sadang lamak dipandang mato
Bujang pamenan rumah gadang
Tampan anggun di ateh kudo
Bak Sutan turun dari langik
Banyaklah gadih gilo dinyo

Kudonyo tigo gadang-gadang
Rampiang bakilek katigonyo
Sikua banamo Itam Manih
Sikua lai si Balang Tigo
Nan sikua pulo Pinang Masak
Manuruik rono dang bulunyo

Duo ikua nan rancak pulo
Disambahkan Malin Duano
Kapado daulaik Parik Batu
Nan di namokan kudo Sambarani
Sarato kudo Balang Candai

Ado nan ganjia maso itu
Rajo baranak gadih rancak
Inyo baraja maracak kudo
Balang Candai di agiah ka inyo
Dek ayahnyo Tuanku Rajo Gadang
Dek inyo rajo bakuaso
Buliah babuek sakandaknyo
Indak ado urang nan manyabuik
Gadih bakudo ndak biaso

Sabagai pulo itu garan
Acok inyo pai bakudo

[ 28 ]

Agak jauah kalua kampuang
Iyo indak inyo surang
Tapi baduo jo ayahnyo
Atau baduo jo kak ajonyo
Urang maliek tacangang juo

Indak sakali itu garan
Dek urang Bujang Piaman
Basuo jo inyo tangah jalan
Samo maracak kudo pandai
Takadang tatagak bapandangan
Basuo mato bintang timua
Jo mato rancak galinggang lalok
Matonyo urang mudo matah
Taulah kito apo artinyo
Untuak rang mudo baduo itu

Ado pado siatu hari
Basalisiah jalan inyo garan
Anak rajo duo baradiak
Bujang Piaman tigo sakawan
Bakudo rancak kalimonyo

Mujua tidak dapek diraiah
Malang indak dapek ditulak
Antah dek darah indak sanang lai
Tasalah mamacik kok ang
Takajuik kudo Balang Candai
Balari inyo sakuaiknyo
Tapalantiang urang nan maracak
Iyolah Puti Payuang Lauik
Anak Tuanku Parik Batu

Tahanti sagalo nan bakudo tu
Abih turun dari kudonyo
Si Hitam disarahkan kakawannyo
Balari Bujang Piaman

[ 29 ]

Mangaja Puti Payuang Lauik
Jo darah ndak sanang hati ndak elok

Bia pajako ndak tau dinyo
Dek inyo baitu pulo
Alun panah basautan muluik
Tapi dek acok basuo tu mah garan
Hatinyo alah tatariak
Darahnyo tasirok gadang
Maliek si Payuang tatalungkuik
Tagalatak di tapi jalan
Indak mangana nyo rang kampuang
Si Payuang Puti anak rajo
Rajo Gadang di Pasaman
Inyo alah mambaliak badan si Payuang
Baru kakaknyo tibo pulo

Tangan si Bujang di bawah bahu
Iyo bahu Puti Payuang Lauik
Dielonyo lambek-lambek
Di gantikan tangan kak ajonyo
Alun talapeh tangannyotu
Si Payuang mambukak mato

Batamu pulo itu garan
Iyo mato samo mato
Antah nan ka barapo kali
Untuang si Bujang tau diri
Inyo indak bakato-kato

Bakato malah maso itu
Iyo kakak si Payuang Lauik
Nan banamo Sutan Sari Alam
Mano Diak Kanduang Payuang Lauik
Apo garan nan sakik
Adokoh tulang nan lah patah
Ataukoh dagiang nan lah luko

[ 30 ]

Ampun kak ajo Sari Alam
Rasonyo mah ndak ado nan patah
Indak ado mah nan luko
Tapi Upiak agak paniang
Indak kan mungkin Upiak lai
Bakudo pulang kakampuang

Basyukur kito mah Adiak Kanduang
Indak ado badan Upiak rusak
Kok sahinggo paniang sajo
Lah patuik pulo itu garan
Jatuah Upiak tapalantiang
Agak jauah mah tampaknyo
Kami agak rusuah tu mah cako
Upiak nampaknyo pingsan
Untuang lakeh di tolong kawan
Iyo kawan Bujang Piaman

Kok ado badan Upiak rusak
Baapo kan berang ayah kaambo
Kito kalua agak jauah
Mungkin Upiak lah agak panek
Ayah malarang lamo-lamo
Tapi dek kito alun pueh
Lah sampai ka jalan nangko
Lah jauah dari kampuang kito

Dalam pado itu garan
Datang babaliak Bujang Piaman
Sudah mancaliak si Balang Candai
Nan tasungkua ka banda ketek

Bakato inyo maso itu
"Ampun ambo Tuanku Mudo
Balang Candai nampaknyo parah
Indak mungkin di racak dulu
Nyato kakinyo nan lah sakik
Antah patah antah takilia

[ 31 ]

Tapi untuang indak luko."

"Agak rusuah ambo tu garan
Hari alah agak patang
Si Payuang indak dapek pulo
Naiak kudo babaliak pulang
Ambo alun pandai tu garan
Mamacik tali tangan ciek
Sarupo ayah mambawonyo
Bajalan di maso lalu."

"Ampun ambo Tuanku Mudo
Ampun baribu kali ampun
Jakok Tuanku maizinkan
Ambo biaso itu garan
Mambawo Uwaik bajalan jauah
Kadang sampai ka Kinali
Atau ka Talang taruih ka Sasak.

Liau indak mah barani
Duduak di balakang ambo
Taruih ambo pacik di muko.
Iyo jo tangan kida ambo
Tangan suok mamacik tali."

"Dek ambo indak baapo
Sanak nan bukan urang lain
Ayah kito bakawan elok
Dek kito baitu pulo
Sajak ketek acok bamain
Samo bamain layang-layang
Atau bamain sipak rago
Tapi hanyo akan sabuah
Antah si Upiak kok nyo malu."

"Cubo tanyoi nyo daulu
Kok inyo indak amuah
Bia ambo pai kakoto

[ 32 ]

Manyambah Tuanku Rajo kito
Mamintak urang mambawo tandu
Untuak panjapuik Tuanku Puti

Hanyo sabuah itu garan
Kito ko di rimbo gadang
Hari lah ampia galok pulo
Kok tadanga bunyi harimau
Atau baunnyo nan lah dakek
Kudo kito kok takajuik
Marantak inyo nak lari
Payah kito manjagonyo

Mandanga kato nan bak kian
Bakato Sutan Sari Alam
"Mano diak Upiak Payuang Lauik
Baapo kini nan ka elok
Cubo malah Upiak katokan
Mungkin Upiak itu garan
Nak naiak kudo jo ambo?
Atau bakudo jo kakak Bujang
Bari bana kami batanyo."

Ampun Upiak kak ajo Sutan
Nak duduak di balakang kakak
Paniang Upiak alun ai abih
Kok Kakak Bujang Piaman
Pai manjalang ayah bundo
Kok rusuah pulo baliau beko
Manyangko ambo sakik parah

Tandu nan elok mungkin ndak ado
Sajak ambo pandai bakudo
Indak panah di tandu lai
Kok nak pai agak jauah.'

"Kok baitu kato Upiah
Adokoh amuah Upiah garan

[ 33 ]

Bakudo jo kakak Bujang Piaman
Inyo tu kawan Kak Ajo juo

Maangguak sajo Payuang Lauik
Indak inyo bakato lai
Gadanglah hati Bujang Piaman
Pucuak dicinto ulam tibo
Bakato inyo kakawannyo
Nan mamacik si Balang Tigo."

"Manolah kawan Buyuang Labiah
Tolong mairik Balang Candai
Turuik kami dari balakang
Dek kawan Malin Maulano
Tolong bajalan mah daulu
Sambahkan pado Rajo kito
Apo bana nan lah tajadi
Usah baliau buruak sangko
Tuanku Puti dek naiak kudo ambo.

Ampun ambo Tuanku Sutan
Mamintak ambo pado Tuanku
Elok kami didaulukan
Iyo salangkah duo langkah
Buliah Tuanku maliek kami
Kok Tuanku Puti paniang juo."

Lah naiak garan Bujang Piaman
Iyo kaateh Itam Manih
Dinaiakkan Puti Payuang Lauik
Dek kakaknyo Sutan Sari Alam
Bajalan garan rombongan tu
Kudo lai dipacu juo
Tapi indak capek-capek
Urang di ateh jan nyo paniang
Jan pulo tibo capek bana

Lorong urang Bujang Piaman

[ 34 ]

Baapo gadang hatinyo
Mamaluak bayan jo kidanyo
Mahalau kudo jo suoknyo
Bayan rancak bayan kayangan
Di mukonyo indak doh tampak
Inyo lai baradaik sopan
Anak urang masak pangaja
Tau pulo larangan Agamo
Sapatah indak nyo mangecek

Tantang dek Puti Payuang Lauik
Sajak baumua duo baleh
Inyo bakuruang ateh anjuang
Kini lah hampiang duo taun
Indak basuo laki-laki
Salain ayah jo kakaknyo
Bujang Piaman surang garan
Nan tampak dari jauah pulo

Tampak hanyo sapinteh lalu
Katiko inyo turun kudo
Kok maliek rajo nak lalu
Baitu katiko basalisiah jalan
Atau inyo mambari jalan
Manyuruah Rajo mandahului

Katiko duduak dalam paluakkan
Tantu bagoyang iman kawan
Tapi raso anak gadih
Anak gadih pingitan pulo
Tantu tabawok juo garan
Dek itu inyo manahan angok
Rasonyo amuah inyo mamintak
Jalan handaknyo di papanjang
Di gigiknyo bibia arek-arek
Usah ado kato kalua
Usah awak mandapek malu

[ 35 ]

Lah tampak garan Ustano
Tampak Daulaik Parik Batu
Sarato dengan Puti Tuo
Bakato sanan Bujang Piaman

Bakato bakeh kudonyo
Lambek lambek malah ang Buyuang
Adiak ambo si Itam Manih
Usah bagageh o Diak Sayang'
Sakali ko cuma tu Buyuang
Pungguang ang nan itam buruak
Kan diduduki urang mulia
Puti kayangan Parik Batu

Kok lah tibo ang di kandang
Buliah manangih adiak sayang
Manangih di kaja mimpi
Mimpi nan tidak kan barulang lai

Kan jadi bayangan ko Diak Kanduang
Kan jadi mimpi siang malam
Usah dimintak itu jo doa
Waang nan kan diracak pulo
Iyo diracak cando iko

Tacinto dihati Payuang Lauik
Handak manjawek agak sapatah
Tapi kudo alah sampai
Iyo di laman rumah gadang
Dilamahkannyo mah badannyo
Dipiciangkannyo pulo mato
Iyo bak urang paniang bana
Dipacik arek dek si Bujang
Raso ndak amuah malapehkan

Lah baranti kudo di halaman
Dijawek si Payuang dek ayahnyo
Dipangku naiak kateh anjuang

[ 36 ]

Turun Bujang dari kudo
Di susun jari nan sapuluah
Yo kapado Puti Tuo

"Ampun ambo Tuanku Puti
Carito tantang pajalanan
Kan dicaritokan garan
Dek Tuanku Sutan Mudo

Babaliak ambo ka Simpang Ampek
Balang Candai ambo bawo daulu.
Bia ambo ubeki sinan
Kok parah beko panyakiknyo
Ambo ganti jo kudo ambo
Ado tigo tu mah garan
Suruah pandeka mamiliahnyo

"Anak denai Bujang Piaman
Usah Buyuang pulang baguluik
Nalak daulu ka ustano
Di siko kito makan malam
Ayah Buyuang acok kamari
Baitu juo uwaik Buyuang
Buyuang sajo nan alun panah
Naiak karumah kami nangko."

"Ampunlah ambo Tuanku Puti
Hari kalam bulan ndak gadang
Payah pulo mancari suluah
Elok kami pulang daulu
Kudo ampek kami batigo
Kok basuo inyiak rajo rimbo
Bahayo gadang pado kami
Kudo ndak dapek dipacu kancang."

"Kok baitu kato Buyuang
Lain kali Buyuang kamari
Buyuang lai mah bakawan

[ 37 ]

Jo si Buyuang Sutan nan di siko
Indak kan jangga urang liek

Bakato Sutan Sari Alam
"Mano kawan Bujang Piaman
Iyo naiak kito daulu
Yo ayah alun lai mangecek
Dek kawan manolong kami
Tantu ayah itu garan
Ingin mintak tarimo kasih

Dalam mangecek nan bak kian
Turun Tuanku dari ustano
Basalam inyo jo si Bujang
Lalu bakato maso itu
"Untuang Bujang ado disinan
Wakatu dapek kacalakaan
Kok inyo baduo sajo
Apo kan aka Sari Alam

Untuang pulo ndak patah-patah
Tapalantiang inyo katonyo
Untuang dijago malaikat
Kiniko denai suruah lalok
Buliah panjangnyo lakeh cegak
Denai pareso saluruah badan
Jan kan luko tagoreh indak
Sukolah pulo hati denai

Dari kiniko yo kaateh
Kan denai larang nyo daulu
Iyo bakudo hilia mudiak
Sampai inyo mandapek kawan
Nan kan manjagonyo di jalan
Naiaklah Bujang kateh rumah
Bawoklah kawan nan baduo
Minum makan kito di siko
Baru pulang ka Simpang Ampek

[ 38 ]

Apo dek kami pambaleh guno
Salain kato manih sajo
Jokok Bujang urang kurang
Buliahlah kami sidakahi
Tapi nan jaleh itu kini
Dek arato Malin Duano
Iyo labiah dari kami
Kami salalu nan mandapek
Baragiah sakali tido."

"Ampunlah ambo Tuanku Rajo
Mangapo disabuik mambaleh guno
Amboko rakyat lato
Wajib patuik tu dek kami
Babuek nan baiak untuak Tuanku
Kami ko urang manumpang
Manumpang iduik ka nagari ko

Kok nan buruak kami buek
Diusia kami bak anjiang
Kamano mancari makan
Kampuang Moyang jauah di itan
Harato ndak dapek kami bawo

Ato kini hanyo sabuah
Bia kami pulang daulu
Kudo kan diirik sikua
Takuik inyo ndak kuaik beko
Kok kudo kami, kami pacu

Kok si Balang lah cegak beko
Ambo sandiri maantakan
Di sinan ambo naiak ustano
Ingin maminum aia Andeh
Iyolah andeh Puti Tuo."

"Jakok baitu kan baiaknyo
Manarimo suko kami garan

[ 39 ]

Kok untuang tolongan Allah
Kudo tu indak parah bana

"Kok inyo tu parah bana
Ambo bawo nan lain sajo
Kudo ambo ado mah tigo
Buliah dipiliah Tuanku Mudo."

Barangkek pulang Bujang Piaman
Hati taharu tak tabado
Darahnyo hangek-hangek dingin
Pikiran lah kacau balau
"Manoleh kawan Bujang Piaman
Rancak tampaknyo langkah kito
Dapek bungo dari kayangan
Buliah mamaluak bintang Timua
Sananglah hati kawan kini."

Manolah kawan kaduonyo
Mamintak ambo bakeh kawan
Usah iko disabuik-sabuik
Iyo kapado urang lain
Bancano gadang nan kan tibo
Jikok Tuanku Rajo kito
Salah paham tantangan iko.

Kito sajo mah nan tau
Bahaso iko kabatulan
Urang lain kok manyangko
"Iyo tajadi iko garan
Kito buek kito sangajo

Bakato pulo Bujang Labiah
Inyo tu iyo labiah tuo
Usah kawan basuko bana
Alun lai tantu iko garan
Kan mambawo ka nan elok
Dek duduak indak samo randah

[ 40 ]

Tagak nan indak samo tinggi
Iyo kawan jo urang nan cako itu
Mamintak sajo kito garan
Iyo kapado Tuhan kito
Samoga Allah manolong kito
Amuah inyo maubah adaik

Si Bujang indak manjawėk lai
Inyo mah lai tau juo
Bahaso inyo indak sapadan
Iyo jo Puti Payuang Lauik
Dek itu hatinyo harok cameh
Harok dek Puti manyarah sajo
Iyo di dalam paluakkannyo
Cameh dek inyo anak rajo

Lah sampai inyo karumah
Kudo diuruik dek palayan
Inyo taruih pai mandi
Sarato sambayang mah sakali
Kok sudah sambayang Magarik
Ayah jo Uwaik lah mananti
Iyo untuȧk makan malam

Lah sudah minum jo makan
Bakato garan Bidasari
Mano nak kanduang Bujang Uwaik
Sajak tadi Uwaik paratikan
Buyuang banyak tunduak tangadah
Nasi indak bara tasuok
Muko Buyuang yo agak pucek
Sakik koh garan anak Uwaik

Dek si Bujang tahantok sajo
Kato disambuang Bidasari
Ado Uwaik mandanga kaba
Buyuang biaso iko kini
Iyo pai ka Parik Batu

[ 41 ]

Acok pulo basuo tu garan
Iyo jo Puti Payuang Lauik
Dek inyo iyo pandai pulo
Bakudo caro laki-laki

Bacarito garan Bujang Piaman
Iyo ka ayah jo Uwaiknyo
Apo garan nan tajadi
Pado maso cako itu
Sado-sadonyo disabuikkannyo
Indak ado nan dilinduangkan

Mandanga kato anak kanduang
Tunduak tangadah kaduonyo
Si Bida mapuíh aia mato
Bakato inyo maso itu
Bakato tapatah-patah

Mano nak kanduang sayang Uwaik
Mandanga kato Buyuang cako tu
Lah jaleh tumah dek Uwaik
Kilek camin tu kamuko
Kilek baliuang yo kakaki

Mamintak Uwaik nak bakeh Buyuang
Ilangkan pangana Buyuang
Pangana Buyuang tantang urangko
Inyo tu sayang anak rajo
Bukan rajo sambarang rajo
Daulaik urang di Pasaman

Manangkok buiah Buyuang bako
Baun sabun dalam udaro
Buyuang batapuak sabalah tangan
Maharokkan bintang dari langik
Tutuik nak sayang mato Buyuang
Usah di tantang matohari
Silau mato Buyuang beko

[ 42 ]

Bujuak nak sayang hati Buyuang
Lapehkan pandang ka nan lain
Indak kurang gadih nan rancak."

Si Bujang tahaniang sajo
Indak inyo manjawek lai
Tapi samalam-malam itu
inyo ndak dapek lalok lamak
Baliak suok baliak kida
Mato ndak amuahnyo takalok

Barisuak harinyo itu garan
Inyo ndak pai kamano-mano
Dilieknyo kaki Balang Candai
Disuruah imbaunyo dukun pandai
Patah kironyo tulang bawah
Tapi indak barek bana
Diubek sapakan duo pakan
Lai kan elok itu baliak

Hari barisuak ciek lai
Dicarinyo kawan nan baduo
Mintak kawan ka Parik Batu
Dek si Malin indak di rumah
Inyo pai jo Buyuang Labiah
Maantakan si Hitam Manih
Iyo kudo kasayangannyo
Untuak pangganti Balang Candai

Sampai inyo garan ka halaman
Iyo ka halaman rumah gadang
Tampak si Payuang dari jauah
Sadang mamatiak bungo inainyo
Saketek indak disangkonyo
Puti tu datang mandakek
Inyo nan alun turun kudo

"Mano kak Bujang Piaman

[ 43 ]

Mano garangan kudo ambo
Mangapo si Hitam nan dibawo
Untuak pangganti Balang Candai
Ambo indak nio garan
Maracak kudo nan lain
Bia kudo ko labiah rancak
Bao inyo pulang babaliak
Bawo kamari Balang Candai
Ambo taragak bakeh inyo
Indak sanang ambo bacarai."

Bujang Piaman turun kudo.
Bakato inyo maso itu
"Ampun ambo Tuanku Puti
Balang Candai iyo sakik kini
Kakinyo bangkak agak gadang
Tulang bawahnyo patah saketek
Mungkin sabulan baru cegak."

"Manolah Kakak kato ambo
Baok sajo inyo kamari
Bia ambo nan maubeki
Indak lamak dihati ambo
Inyo sakik tagolek surang
Ambo siko basanang-sanang.”

"Ampun Tuanku Puti Payuang
Si Balang indak tagolek surang
Ambo jo dukun manjagonyo
Sabanta-sabanta kami liek
Baapo mambawoknyo kamari
Payah inyo untuak bajalan
Mungkin indak dapek saketek juo
Saba Tuanku sapakan ko

Bawok baliak si Hitam Manih
Racak sajo dek kak Bujang
Usah ditinggakan inyo siko

[ 44 ]

Sagalo urang tau garan
Si Hitam kudo kasayangan
Kasayangan kakak itu garan
Di siko ado Sambarani
Untuak ayah jo kak Sutan

Jakok baitu kato Tuanku
Hambo hanyo manuruik sajo
Nanti sahari duo nangko
Si Balang ambo bawok kamari
Bia ambo pulang daulu
Usah manggaduah ambo di siko

Katiko inyo kan babaliak
Nampak turun dang Tuanku
Sarato Tuanku Puti Tuo
Indak jadi inyo garan
Iyo naiak kaateh kudo
Inyo sambahkan mukasuik inyo
Iyo mangganti Balang Candai
Dengan kudonyo si Hitam Manih

Maliek ayah jo bundonyo
Babaliak si Payuang itu garan
Babaliak mamatiak bungo
Katiko inyo tu mandanga
Ayahnyo manyuruah Buyuang naiak
Lapang kironyo di hatinyo
Bagageh inyo naiak rumah
Untuak manyuruah dayang-dayang
Manyajikan makanan siang

Katiko urang alah naiak
Ayah bundonyo jo si Bujang
Mangecek-ngecek di surambi
Ado sabanta antaronyo
Inyo nan masuak ka surambi
Manyambah ayah bundonyo

[ 45 ]

Mangatokan nasi lah tahidang

Agak takajuik Linduang Cahayo
Indak biaso itu garan
Si Pauyuang masuak kasurambi
Kok ayahnyo bundonyo
Sadang mangecek jo rang lain

Inyo alah mancaliak pulo
Iyo dari tingkok Ustano
Bahaso si Pauyuang tu nan datang
Mandapekkan Bujang Piaman

Katiko urang sadang makan
Si Payuang indak naiak anjuang
Inyo tagak dakek tingkok
Mangecek jo dayang-dayang

Bujang Piaman itu garan
Lai pandai manahan hati
Matonyo lai nyo jago
Baitu pulo suaronyo
Galaknyo garan sanyum nabi
Indakkan tampak dari jauah
Baitu pulo kawan si Bujang
Iyolah rang mudo Buyuang Labiah
Sangaik hormatnyo itu garan
Tau bana nyo kironyo
Inyo saurang anak kampuang
Makan basamo Rajo gadang
Naiak ustano baru sakali tu

Tigo hari sasudah itu
Lah datang pulo Bujang Piaman
Kahalaman Ustano Parik Batu
Inyo datang jo Malin Maulano
Sarato dukun Katik Basa
Mairiangkan tandu Balang Candai

[ 46 ]

Nan di angkek dek ampek urang

Nan indak disangkonyo pulo
Dek indak bajanji apo-apo
Tampak si Payuang di laman pulo
Sadang bamain jo buruangnyo
Inyo datang pulo ka tangah laman
Ka tampek urang manurunkan tandu
Indak manyapo rang datang
Tapi lansuang ka tandu Balang Candai

Dipaguiknyo kapalo Balang Candai
Diciumnyo sapueh hati
Bakato inyo maso itu
Mano diak kanduang Balang Candai
Sakik bana Buyuang kironyo
Batandu adiak denai datang
Marasai malah Buyuang garan
Dek kakak indak hati-hati
Iyo mamacik tali Buyuang

Lah payah urang dek ang Buyuang
Maubek mamaliaro
Buyuang dek kudo pambarian

Iyo kudo tando mato
Indak sanang kakak diak kanduang
Untuak bacarai jo si Buyuang
Taragak kakak siang malam

Inyo mangecek kareh-kareh
Tandanga jaleh dek si Bujang
Urang lah jaleh mabuak juo
Rasonyo kato untuak inyo

Batambah gadang mah haroknyo
Untuang nyo pandai manahan diri
Inyo nan tagak jauah sajo

[ 47 ]

Ado sabanta antaronyo
Datang Sutan Sari Alam
Ditapuaknyo bahu Bujang Piaman
"Patuah bana kawan kironyo
Iyo ka Puti Payuang Lauik
Barapo susah iko garan
Mambawo kudo sadang sakik"
"Sakiknyo indak parah bana"
Katonyo dukun Katik Basa
"Dalam duo pakan iko
Inyo kan dapek tu bajalan"

Si Bujang indak nyo manjawek
Indak tantu apo kan disabuik
Inyo galak sengeng sajo
Hatinyo kacau bak diharu
Kapalonyo baraso ringan
Indak pandai inyo bapikia
Lah taraso tumah dek inyo
Inyo indak gilo surang
Indak digilo bayang-bayang
Jaleh tampak di mato si Payuang
Nan taruih mancaliak kapadonyo
Salamo kakaknyo mangecektu
Kakaknyo Sutan Sari Alam

Sabanta pulo antaronyo
Lah turun tampak Puti Tuo
Inyo lansuang maliek Balang Candai
Sarato mamparatikan baluik kakinyo
Sudah itu inyo basalam
Iyo jo dukun Katik Basa Tuo
Bakato inyo maso itu

"Lah payah kironyo Mamak Katik
Maubeki kudo si Upiak ko
Alun juo inyo cegak lai
Mamintak ambo pado mamak

[ 48 ]

Mamak taruihkan maubeknyo
Sampai inyo cegak bana
Inyo tu kudo kasayangan
Dek si Upiak si Payuang Lauik
Inyo saroman sakik pulo
Sajak kudoko indak di siko."

Ampun ambo Tuanku Puti
Iyo dek itu ambo kamari
Usah Tuanku payah pulo
Mancari dukun nan lain
Lain dukun lain caronyo
Takadang panyakik babaliak suruik
Batambah lamo maubeknyo."

"Manolah Buyuang Bujang Piaman
Naiak karumah Buyuang daulu
Bawo mak Katik sarato kawan
Makan di siko kito kini

Ampun ambo Tuanku Puti
Usah kami makan di siko
Hari nan baru tangah hari
Bia pulang kami daulu
Nanti patang mamak kamari
Liau kan amuah tingga di siko
Manjalang cegak Balang Candai

Mandanga kato nan bak kian
Bakato pulo maso itu
Iyo si Puti Payuang Lauik
Ampunlah ambo Andeh Kanduang
Tolong andeh mamintak tolong
Mambawo si Balang ka dalam kandang
Iyo kapado kakak Bujang
Sarato kawannya Malin Malano
Dek inyo alah biaso
Kok nan lain andeh suruah
Maraso sakik si Balang beko."

[ 49 ]

Sarato Uwaik Bida-sari
Bakato inyo maso itu
Ampunlah ambo Tuanku Puti
Usah lamo tagak di laman
Mari kito naiak karumah
Bakarumun paja-paja beko
Mancaliak Tuanku tagak siko
Maalum kito dakek ka pakan

"Mano bapak sarato uwaik
Usah lah ambo naiak pulo
Kami iyo sabanta sajo
Ambo maajak kakak Sutan
Iyo pai bajalan-jalan
Mancubo kuaik si Balang Candai
Alah ko namuah inyo diracak

Kakak Sutan indaknyo amuah
Iyo pai bajalan-jalan
Inyo bajanji jo kak Bujang
Untuak basuo di hari ko
Dek itu ambo manuruik
Malapehkan rangkik rangkik badan."

Bakato sanan Bidasari
"Naiak juo Tuanku sabanta
Si Bujang baru dicari
Iyo karumah kawan-kawannyo
Lah lupo pulo inyo garan
Inyo bajanji jo Tuanku
Tuanku Sutan Sari Alam

Lah naiak tampak Payuang Lauik
Naiaklah pulo Sari Alam
Tambah tacangang Puti Mudo
Mancaliak rancak alaik rumah
Bakurisi bameja di surambi

[ 50 ]

Di ruang tangah iyo pulo
Di ujuang rumah tampek duduak
Iyo batirai balangik-langik
Babanta gadang kida suok
Babanta ketek nan baanggik
Sagalo banta itu garan
Basulam dangan banang ameh

Inyo diajak duduak sinan
Di bawah tirai-langik-langik
Di ateh banta nan rancak tu
Inyo mancaliak bakuliliang
Camin gadang tagantuang di dindiang
Lamari bacamin gadang pulo
Ado mah lampu minyak tanah
Tagantuang di tangah rumah
Tampek lilin sarupo bungo
Indak nan panuah itu lilinnyo
Tandonyo acok tu dipakai

Ado sabanta antaronyo
Lah datang hidangan dari balakang
Iyo di ateh talam tinggi
Tigo talam itu garan
Panuah barisi lauak-pauak

Diangkek uwaik tuduang saji
Bakato inyo maso itu
Mano Tuanku Puti Payuang
Makan kito agak saketek
Antah lai lamak samba ambo
Tuanku datang ndak disangko"

Manolah Uwaik janyo ambo
Alah naiak ambo garan
Iyo karumah uwaik nangko
Mangapo ambo indak amuah

[ 51 ]

Iyo mamakan nasi Uwaik
Mangapo samba indakkan lamak
Uwaik urang lah biaso
Bajalan kamano-mano
Banyak dicubo samba urang
Balain garan dengan kami
Iyo andeh jo ambo ko
Basarang sajo di ustano
Pamandangan sajangka pagu
Kapandaian manuruik níniak muyang
Indak ado tukuak tambahnyo

Ado hanyo akan sabuah
Kito nanti kak Bujang datang
Buliah kito makan basamo
Itukan iyo labiah elok
Duduak surang basampik sampik
Duduak basamo balapang-lapang

Tadiam sajo Bidasari
Agak tapikia inyo garan
Langgam tampaknyo Puti itu
Sarupo urang lah kanai pulo
Indak garan si Bujang surang
Batapuak sabalah tangan

Lah tampak si Bujang naiak
Baduo dengan Buyuang Labiah
Tarangah-angah inyo garan
Mungkin inyo sudah balari
Atau sudah mamacu kudo
Tagak inyo dakek Sari Alam
Tapi mamandang pado Payuang Lauik
Bakato inyo maso itu

"Agak takajuk ambo garan
Tadanga kawan mangatokan
Iyo bulan turun ka bumi

[ 52 ]

Saketek indak disangkokan
Jokok Tuanku Sutan iko
Memang lah acok juo datang
Tapi nuri di sangka ameh
Itu mangheran badan ambo"

Galak tasanyum Payuang Lauik
"Kok bulan jatuah ka bumi
Indak baapo itu garan
Bulan jo bumi samo hancua
Samo tanggalam kaduonyo
Ambo nan takuik itu garan
Kok bulan jatuah kalauik
Indakkan timbua-timbua lai."

Tambah tapikie Bidasari
Bakato inyo maso itu
Mano Tuanku Sutan Mudo
Lah tibo garan Bujang baduo
Marilah kito samo makan
Tuanku Puti nan mamintak
Lah lamo liau mananti

Makanlah urang maso itu
Ado pulo nan mangherankan
Si Puti inyo makan lamak
Sarupo di rumah mintuonyo
Duo kali inyo batambuah
"Lamak bana gulai uwaik
Tabik ruponyo salero awak
Lah acok indak makan lamak
Dek maliek si Balang sakik
Raso indak kan cegak lai"

Lorong kapado Bujang Piaman
Mulonyo payah nyo malulua
Diramehnyo nasi lamo-lamo
Baru dibawo kamuluiknyo

[ 53 ]

Dek pikirannyo indak tanang
Tapi maliek si Payuang garan
Makan lamak batambuah-tambuah
Tabiklah pulo saleronyo
Lah makan banyak inyo garan
Gadanglah hati Bidasari
Lah lamo anak makan to makan
Indak tampaknyo banapasu

Lah sudah minum jo makan
Dimakan pulo parabuangnyo
Iyo pisang jo kue kariang
Indak ado nan mangecek
Kapalo panuah itu garan
Panuah dek pikia surang-surang.

Batanyo sanan Bidasari
"Adokoh tau Tuanku Puti
Iyo Tuanku datang kamari
Ambo takuik itu garan
Kok liau indak maizinkan
Buruak kami pado baliau

Manolah Uwaik nan di siko
Uwaik kan alah tau juo
Barapo karehnyo adiak kito
Dipacik arek itu garan
Iyo dek ayah bundo ambo

Tapi ambo indak baitu
Indak katuju tu dek ambo
Kito nan samo hambo Allah
Balain-lain kadudukan

Mangapo ambo indak buliah
Iyo datang karumah iko
Ambo indak bajalan surang
Baduo jo kakak kanduang ambo

[ 54 ]

Indak bajalan jo urang lain"

Mano Tuanku urang mudo
Gadang bana hati ambo
Maliek Tuanku datang
Amuah pulo makan di siko
Tapi sabuah itu garan
Ambo punyo anak Bujang
Kok indak bana Tuanku Puti
Andeh anak gadih nan lain
Kan berang juo inyo garan
Anak gadihnyo datang kamari."

Tagalak Puti Payuang Lauik
Bakato inyo maso itu
"Antah ambo memang salah
Atau adaik kito kareh bana
Ambo nan datang tangah hari
Baduo jo kakak ambo
Uwaik jo Bapak manarimo
Di mano salahnyo itu garan

Sabagai pulo itu uwaik
Ambo banyak barutang budi
Kapado uwaik jo bapak
Bilo masonyo ambo garan
Iyo dapek mangatokan
Tarimo suko tarimo kasih

Bapak jo uwaik datang karumah
Kok ambo sadang dalam ruang
Ambo hanyo basalam sajo
Indak buliah sato mangecek
Baitu karehnyo adaik kito

Kok kak Bujang datang karumah
Usahkan akan samo makan
Maliek sajo indak buliah

[ 55 ]

Indak sopan itu garan

Camin gadang Uwaik antakan
Barapo talonjak hati ambo
Dapek mamatuik pakaian hari-hari
Indak batanyo kaurang lai
Ambo nan sadang ateh anjuang
Indak disabuik itu garan
Dari siapo camin gadang

Bapak jo kakak iyo pulo
Datang maanta Samburani
Sarato dangan Balang Candai
Tapakiak ambo ka girangan
Indak tau ambo tu garan
Siapo urang nan maanta

Sabalun tu iyo uwaik
Ambo ingin pandai bakudo
Adomah garan dalam carito
Andam Dawi manunggang kudo
Baitu Puti Mambang Pulau
Ambo baraja jo kudo baban
Baraja pado ayah kanduang
Ayah maracak kudo tuo
Banamo Sambarani juo

Banyak pulo mah nan lain
Ambo tarimo dari Uwaik
Kain baju jo barang ameh
Mambaleh sakali tido
Bahadapan mintak tarimo kasih
Indak pulo itu garan❞

"Mano Tuanku Puti Mudo
Kami baragiah bakeh rajo
Tando manumpang di nagarinyo
Siapo garan nan mamakai

[ 56 ]

Tasarah pado baliau tu

Jikok caro tarimo kasiah
Dari baliau baduo tu
Cukuik garan kami tarimo
Wakatu rumahko ditagakkan
Baliau datang kaduonyo
Tuanku Rajo itu dangai
Sato maangkek tunggak tuo

Datang liau sacaro adaik
Mambawo siriah nan bagagang
Mambawo urai pinang putiah
Mambawo pisang nan batandan
Kan di kabekkan itu beko di tunggak
Iyo di tunggak tuo

Katiko rumah dinaiaki
Datang pulo kaduonyo
Mambawo tabia balang candai
Cukuik sapanuah ruang tangah
Tacangang urang kasadonyo
Kami mandapek nan bak kian
Biaso pado rajo-rajo
Jokok ustano dinaiaki."

"Katiko itu iyo uwaik
Ambo nan baru paja ketek
Alun umua sapuluah taun
Manangih ambo nak sato
Indak buliah tu dek ayah
Indak ado kudo untuak ambo
Bajalan kaki jauah bana
Jo siapo pulo ambo kan pai"

Bakato sanan Sari Alam
"Manolah Upiak Payuang Lauik
Elok pulang kito daulu

[ 57 ]

Kok kito balalai bana
Berang pulo andeh di kito
Si Balang barukan cegak
Indak liau tu kan picayo
Kito di tangah jalan sajo"

Mano Tuanku Sari Alam
Izinkan ambo maanta
Kok tajadi macam daulu
Pagah Tuanku baeko
Dek si Balang alun cegak bana."

Mano kawan Bujang Piaman
Ambo suko kawan maanta
Tapi usah itu garan
Iyo sampai ka ustano

Taruih tarang ambo katokan
Kawan bana tu mah kironyo
Nan dilarang ayah jo Bundo
Acok basuo jo si Payuang

Kok kawan ambo nan lain
Datang karumah gadang nan baru
Tampek ambo tingga kini
Kok datang pulo Payuang Lauik
Ado nyo japuik nyo antakan
Indaklah ambo kanai berang.”

Bakato sanan Bidasari
Baitu pulo dari ambo
Salalu sajo ambo berang
Dek inyo pai kasinan
Kok inyo pai katampek lain
Bapuluah gadih di sinan
Indaklah ambo kan malarang

"Baitu bana kironyo Uwaik

[ 58 ]

Iyo elok nasib ambo ko
Bak jilatang tapi jalan
Indak buliah didakeki
Kok kanai dek miang nyo beko
Ambo dek puru nambi bidai
Indak buliah dibawo samo tagak
Mamindah panyakik ambo beko

Sambia inyo mangecek itu
Badarai garan aia matonyo
Dek urang indak adonan manukeh
Bakato pulo hanyo lai
"Manolah kakak Bujang Piaman
Usah ambo diantakan
Hinggo iko kaateh
Usah dijajak Parik Batu
Kok dapek puru kakak beko
Atau kok sakik iduang kakak
Dek bau busuak badan ambo

Jo galak Bujang manjawek
Aia matonyo tampak balinang
Tapi nyo kayai galak kareh
Bakato inyo maso itu

Mano Puti Parik Batu
Dangakan malah kato ambo
Barapo kan tinggi atoknyo parik
Barapo pulo kán karehnyo
Itu lai, lai dari batu
Bia kok dari basi baja
Barapo bana kan kuaiknyo
Indak talarang ambo garan
Ambo kan masuak kadalamnyo
Nan marusuah hati ambo
Kok ambo batapuak sabalah tangan
Di mano bunyi kan datang

[ 59 ]

Angin sajo nan kan taraso
Malapeh awo ambo garan

Kok buruang nuri di sangka ameh
Indaknyo lari ambo datang
Barapo bana kuaik sangkanyo
Barapo kuaik panjagaannyo
Di lauik lapeh ambo ranangi
Di awan tinggi ambo sigai
Di api gadang ambo lompeki
Antah kok nyawo ambo pai
Ambo ndak dapek babuek lai
Kok ambo dapek dilarang Uwaik
Alah mah lamo ambo baranti."

Bakato pulo Bidasari
Mano Tuanku Puti Payuang
Ambo malarang bukan ndak suko
Dek rusuah bana ambo garan
Tuan baduo kan cilako
Tampak bana dek ambo garan
Barapo tinggi parik nantun
Nan mambatasi tuan-tuan
Barapo laweh lauiknyo
Nan manjadi pahambek tu
Tinggi indak dapek disigai
Lauik laweh indak taranangi
Tanggalam kasudahannyo
Itu marisau hati ambo."

Kok ibo uwaik bakeh ambo
Usah uwaik sato malarang
Batambah laruik hati ambo
Manumpang kasiah ambo uwaik
Dek itu barani ambo datang
Bahari-hari ambo ndak makan
Nasi dimakan raso dadak

[ 60 ]

Indak dapek inyo di talan
Alah tasuok nasi uwaik
Tabik salero ambo càko
Kan ubek panyakik tu mah uwaik
Untuang kok gapuak ambo dek inyo

Ambo ko bukan indak tau
Barapo tinggi hambatan ko
Ambo lai tau juo
Dek urang malarang ko
Iyo dek sayang mah kaambo
Ambo manjo dari ketek
Timbunan sayang ayah bundo

Tapi sungguahpun baitu
Ati ambo indak kan ambo bujuak
Andak manyarah bulek-bulek
Iyo ka kandak ayah bundo
Kok parik itu mah namonyo
Ambo kan sato malompeki
Kok lauik itu kato Uwaik
Ambo kan turuik maranangi
Mamanjek iyo samo jatuah
Baranang iyo samo tanggalam
Baitu kareh hati ambo.

Mamintak ambo ka Uwaik
Tolonglah ambo jo doa
Baitu pulo bakeh kakak
Iyo kak Sutan Sari Alam
Usah sabalah bakeh ayah
Mati sakarek badan ambo
Sadang kiniko ambo lah sansai
Kunun kok alah kanai berang

Sabuah lai pintak ambo
Iyo ka Uwaik jo kak Bujang
Usah ambo di panggia juo

[ 61 ]

Jo Tuanku jo Puti bagai
Ambo ko bukan doh rajo
Indakkan panah jadi rajo
Atau manjadi bini rajo
Kito ko samo manusia
Mamintak kasiah ambo siko
Imbaukan ambo si Payuang
Nan elok si Upiak sajo
Tando lai sayang bakeh ambo."

Indak inyo dapek bakato lai
Aia matonyo bacucuran
Maraok inyo ka banta
Manangih taisak-isak
Tagak nyo garan Bidasari
Dipaluaknyo paja rancak tu
Bakato inyo maso itu

"Mano nak kanduang paja rancak
Mangkuto nagari Parik Batu
Pamenan urang nan banyak ko
Mancaliak sajo rang lah kanyang
Kok kunun dapek samo makan
Mamintak kasiah upiak ka ambo
Ambo ko urang hino dino
Bukan dek ambo indak amuah
Dek takuik bana ambo garan
Kakak Upiak kan gilo surang
Dibuai baruak barayun
Kok iyo amuah samo tajun
Ambo manyokong dari balakang

Sajak maanta Balang Candai
Upiak sajo nan di muluiknyo
Taruih sajo uwaik katokan
Urang ndak tau didirinyo
Bak pungguak marindukan bulan

[ 62 ]

Sabalun buruak nan tajadi
Uwaik larang inyo garan
Tapi indak nyo talarang

Nan sakarang kini nangko
Bia nyo anta sampai jalan
Salamo mancari aka
Baapo itu nan ka elok
Maelo rambuik dalam tapuang
Dek tapuang usah taserak
Iyo rambuik usah putuih pulo
Hati-hati kalian kaduonyo

Sabagai pulo pasan uwaik
Usah malah ka tampak kan
Iyo dek hati samo kanai
Jago adaik jo limbago
Usah kalian marampak paga
Dicari jalan nan luruih
Nan patuik dapek dituruik

Mamintak ambo bakeh Tuanku
Iyo rang Mudo Sutan Sari Alam
Tolong malah nan baduo ko
Untuang salamaik kasadonyo

Mandakek Bujang Piaman
Diawainyo rambuik Payuang Lauik
Bakato inyo maso itu
Aia matonyo badarai juo
"Mano diak sayang Payuang Lauik
Usah Adiak manangih juo
Marilah Kakak anta pulang
Hari lah laruik tangah hari
Kanai berang Upiak baeko
Batambah sulik urusan kito,"

Lah tagak garan Payuang Lauik

[ 63 ]

Lah turun sadonyo kahalaman
Dinaiakkan si Bujang paja rancak
Iyo kaateh Balang Candai
Inyo naiaki Hitam Manih
Barangkek sadonyo ka Parik Batu

Di jalan indak nan mangecek
Lah hampia sampai ka Usatano
Baru bakato Bujang Piaman
Manolah sayang Adiak ambo
Cubo datang sakali lai
Kito putuihkan rundiangko
Baapo nan elok kito buek
Supayo mukasuik kito sampai

Kok buliah pintak pado Upiak
Usah Kakak lamo mananti
Sajak Upiak dalam paluakan
Sajak si Balang nyo tajatuah
Lalok Kakak ndak nyanyak
Makan nan ndak lamak pulo
Harok ambo yo bak gunuang
Tapi cameh labiah gadang pulo

Di mano hati ndak kan cameh
Jurang maambek sangaik dalam
Dindiang mambateh tinggi pulo
Nan labiah bana itu garan
Dek Kakak alun mah tau
Bak mano sambutan Adiak Kanduang
Adokoh ibo Adiak kaambo
lyo rang kampuang ndak tau diri."

"Manolah Kakak kato ambo
Tagantuang pado Kak Sari Alam
Kok inyo barani maantakan
Tiok hari ambo kasinan
Baitu garan hati ambo

[ 64 ]

Tapi usah disabuik juo
Anak rajo jo rang kampuang tu.

[ 65 ]

III SUTAN SARI ALAM

Tasabuik Sutan Sari Alam
Dek inyo juo urang mudo
Bausaho inyo garan
Manuruik kandak dang adiaknyo
Indak sakali duo kali
Diantanyo Puti Payuang Lauik
Iyo kakoto Simpang Ampek
Karumah Malin Duano

Sabagai pulo dipikianyo
Inyo indakkan jadi rajo
Indak inyo amuah pulo
Manjadi pangulu di nagari
Di bawah rajo nan labiah mudo
Iyolah Sutan Lembak Tuah
Kamanakan dek ayahnyo

Inyo baniaik nak badagang
Dek itu inyo mulai
Mandakeki Bujang Piaman
Sarato ayahnyo Malin Duano
Inyo juo kurang satuju
lyo adiaknyo Payuang Lauik
Kan jadi padusi Lembak Tuah
Sabab balain mah pahamnyo
Balain pulo kasukaan

Dek urang Sutan Lembak Tuah
Tau bana inyo garan
Bahaso inyo kan jadi rajo
Manggantikan dang mamaknyo
Tuanku Maharajo Di Rajo
Nan mamarintah kini nangko

Urangnyo iyo agak sombong
Tinggi hati tinggi sangkutan

[ 66 ]

Bajalan inyo manangadah
Indak panah manyapo urang
Kok disapo angguak geleng sajo
Atau "kasinan"jo "kamari"
Kadang-kadang "kian jo kiun

Kok urang samo gadangnyo
Batanyo kan baso basi
Handak kamano mamak Sutan
Jaweknyo iyo "Kian” sajo
Atau mah jauah nan di tuju
Jo "Kiun" di sabuiknyo
Inyo taruih mambawo tungkek
Manunjuak sajo jo tungkeknyo

Balain bana tu jo inyo
Iyo lah Sutan Sari Alam
Inyo bagaua jo rang banyak
Kok inyo banyak samo tagak
Iyo jo kawan samo gadang
Kok maliek dari jauah
Indak tacenai tu mah garan
Nan mano nan anak rajo
Dek pakaian samo sajo
Duduak tagaknyo baitu pulo
Galaknyo sadarai jo nan banyak
Keceknyo iyo nan paralu sajo

Sungguah baitu itu garan
Urang labiah sagan ka inyo
Indak ado nan barani
Malawan inyo bagarah
Katonyo iyo baturuik
Larangnyo iyo dihantikan
Iyo dek urang tuo mudo
Dalam daerah Parik Batu
Di Pasaman kasaluruahannyo

[ 67 ]

Ado pado suatu hari
Mamintak si Payuang itu garan
Pado andeh jo ayahnyo
Mamintak pai tu bakudo
Bakudo kanagari Kajai
Dek salamo inyo gadang
Alun panah ka nagari urang

Rajo ndak namuah nyo malapeh
Ado mukasuik tu mah garan
Kan mamancang galanggang taun itu
Galanggang untuak Payuang Lauik
Mancari urang kan tunangan

Marengek Puti Payuang Lauik
Dek itu inyo ingin bana
Kalua kampuang gak sabanta
Kok lah tibo maso galanggang
Inyo akan dipingik bana
Indak buliah kalua rumah

Inyo iyo upiak ka sayangan
Kandaknyo tatap balaku
Pintaknyo indak nan batulak
Dibuliahkan inyo pai
Tapi indak baduo sajo
Jo kakaknyo Sutan Sari Alam
Haruih batigo jo dubalang

Lorong dek Sutan Sari Alam
Dicari dubalang jo nan mudo
Nan biaso patuah ka inyo
Dibawo sato pai bajalan
Bajalan ka nagari Kajai

Pado maso katiko itu
Alun lai ado bendi padati
Kok urang bajalan jauah

[ 68 ]

Iyo jo kudo urang pai
Tapi padusi itu garan
Indak pulo dibiasokan
Inyo maracak kudo sandiri

Sadang dek Puti Payuang Lauik
Dek salalu marengek-rengek
Handak manunggang kudo sandiri
Ayahnyo mampaturuikkan
Liau sandiri nan maaja
Sarato Sutan Sari Alam
Tapi ka pai ka Kajaiko
Usah urang tacangang beko
Inyo tu haruih naiak kudo
Baduo jo Sutan Sari Alam

Barangkek urang nan batigo
Barangkek pagi-pagi bana
Hari pakan tu mah di Kajai
Usah usai balai baeko
Baru inyo katibo sinan
Dek Kajai duriannyo manih
Musim durian maso itu

Lah sampai di Simpang Ampek
Singgah sabanta karumah gadang
Rumah gadang Malin Duano
Tibo di rumah itu garan
Ruponyo urang lah mananti
Nasi talatak dihidangan
Makan basamo inyo dangai

Lah sudah minum jo makan
Lain pulo bunyi carito
Bukan tu kini si dubalang
Nan ka pai yo ka Kajai tu
Tapi iyo Bujang Piaman

[ 69 ]

Mamintak urang pado dubalang
Usah rasioko tabukak
Kok tabukak iko isuak
Nyawo di badan imbangannyo
Tapi kok lai mah tatutuik
Urang kan lai mangana jaso

Bakato sanan si dubalang
Bakato inyo sambia galak
Mangapo takuik kaambo
Ambo kan iyo mudo pulo
Lai taraso tu dek ambo
Baapo hati rang mudo-mudo
Acoknyo kawan ka Ustano
Lah tabayang tu dek ambo

Bakato pulo Bujang Piaman
Mano mamak dubalang Ustano
Sananglah pulo hati ambo
Mamak lai maraso pulo
Baapo kami rang ketek ko
Dapek mangicok iduik mudo
Iyo jo urang gadang-gadang
Iko ado pitih saketek
Kan pambali rokok Mamak

Mano rang mudo kato ambo
Usah malah ambo dibali
Usah ambo diagiah suok
Jo ati tuluih ambo garan
Iyo mamacik rasioko
Bakti ambo itu garan
Kapado Tuanku Sari Alam
Urang nan sangaik ambo puji
Baitu juo Tuanku Puti
Salalu elok jo ramahnyo
Kapado kami nan karajo

[ 70 ]

Untuak nagari untuak Ustano

Sabagai pulo itu garan
Labiah sanang tu hati kami
Kok sampai naiak rang mudo
Kapado anak rajo kami
Dek indak bakandak di hati kami
Inyo nan kawin nanti
Iyo jo Sutan Lembak Tuah

Kok tajadi nan bak itu
Iyo buayo mangguangguang bungo
Harimau mangguangguang nuri kayangan
Banyak kami nan indak suko
Iyolah kami rakyatko
Ka ibo bana hati kami
Jokok tajadi nan bak kian

"Baitu kato mamak dubalang
Sananglah hati mandangakan
Tapi tarimo juo iko
Pambali pisang untuak rang rumah
Tando Mamak datang dari Kajai
Bukan suok iko Mamak
Indak doh Mamak ambo bali
Indak tabayia budi Mamak
Iyo dek pitih saketekko

Di masuakkan si Bujang itu garan
Pitih kadalam saku baju
Dinaiakkannyo yo si Payuang
Kaateh Pungguang Hitam Manih
Inyo pun duduak di balakang
Urang tingga maliek sajo
Indak ado nan managua
Indak ado nan malarang

Tapanca tangih Bidasari

[ 71 ]

Antah tangih karano suko
Antah tangih sabab dek arok
Antah pulo dėk sangaik cameh
Inyo sandiri indak tau.

Lorong kapado Malin Duano
Tatakua sajo inyo garan
Indak ado nan ka disabuik
Hatinyo sarupo jo Bidasari
Ado harok ado camehnyo

Manolah Mamak dubalang ustano
Mari kito baliak ka rumah
Di rumah mangecek-ngecek
Sambia marokok makan siriah

Mano Bapak Malin Duano
Ambo iyo kan naiak juo
Mamintak banta pado uwaik
Nak lalok agak sakalok
Malam cako ambo kurang lalok
Dek maota jo Tuanku Sutan
Sarato urang jago malam

Sabagai pulo itu garan
Ambo takuik juo saketek
Basuo jo dubalang lain
Kok inyo tau ambo ka Kajai
Tapi malala juo siko
Asiang pulo nan ka tasuo
Kok banyak tanyo jaweknyo

Naiaklah urang tu karumah gadang
Indak maota makan siriah
Masiang-masiang jo pikirannyo
Si Malin mancari juo
Iyo banta kalang ulu
Indak kakadai inyo garan

[ 72 ]

Kapalo panuah jo pikiran

Tantang urang Bujang Piaman
Indak inyo bapikia panjang
Dipaluak adiak kasayangan
Labiah areknyo itu garan
Dari paluakan nan daulu
Dek inyo kini samo tau
Baapo hati masing-masiang

Bakato sanan Bujang Piaman
"Kok dapek pintak jo pinto
Kakak ingin manjadi alang
Upiak manjadi anak ayam
Kakak gunggung dibawo tabang
Itan kaateh awan tinggi"

"Indak di ambo itu kakak
Untuak manjadi anak ayam
Kakak lulua ambo baeko
Ambo ingin manjadi nuri
Kakak manjadi buruang bayan
Samo tabang naiak kaawan"

Tagalak sanan si Bujang kito
"Mangapo adiak ka kakak makan
Dilulua ditalan habih
Adiak sayang kakawan iduik
Kan banta kan kalang ulu
Kan tungkek wakatu bajalan."

Indak katuju tu dek ambo
Jadi banta jo kalang ulu
Barek di ambo kapalo kakak
Indak amuah Upiak dangai
Ka manjadi tungkek kakak
Iyo dek ambo nan nak basanda
Nak balinduang nak bataduah

[ 73 ]

Antah tangih karano suko
Antah tangih sabab dek arok
Antah pulo dėk sangaik cameh
Inyo sandiri indak tau.

Lorong kapado Malin Duano
Tatakua sajo inyo garan
Indak ado nan ka disabuik
Hatinyo sarupo jo Bidasari
Ado harok ado camehnyo

Manolah Mamak dubalang ustano
Mari kito baliak ka rumah
Di rumah mangecek-ngecek
Sambia marokok makan siriah

Mano Bapak Malin Duano
Ambo iyo kan naiak juo
Mamintak banta pado uwaik
Nak lalok agak sakalok
Malam cako ambo kurang lalok
Dek maota jo Tuanku Sutan
Sarato urang jago malam

Sabagai pulo itu garan
Ambo takuik juo saketek
Basuo jo dubalang lain
Kok inyo tau ambo ka Kajai
Tapi malala juo siko
Asiang pulo nan ka tasuo
Kok banyak tanyo jaweknyo

Naiaklah urang tu karumah gadang
Indak maota makan siriah
Masiang-masiang jo pikirannyo
Si Malin mancari juo
Iyo banta kalang ulu
Indak kakadai inyo garan

[ 74 ]

Kapalo panuah jo pikiran

Tantang urang Bujang Piaman
Indak inyo bapikia panjang
Dipaluak adiak kasayangan
Labiah areknyo itu garan
Dari paluakan nan daulu
Dek inyo kini samo tau
Baapo hati masing-masiang

Bakato sanan Bujang Piaman
"Kok dapek pintak jo pinto
Kakak ingin manjadi alang
Upiak manjadi anak ayam
Kakak gunggung dibawo tabang
Itan kaateh awan tinggi"

"Indak di ambo itu kakak
Untuak manjadi anak ayam
Kakak lulua ambo baeko
Ambo ingin manjadi nuri
Kakak manjadi buruang bayan
Samo tabang naiak kaawan"

Tagalak sanan si Bujang kito
"Mangapo adiak ka kakak makan
Dilulua ditalan habih
Adiak sayang kakawan iduik
Kan banta kan kalang ulu
Kan tungkek wakatu bajalan."

Indak katuju tu dek ambo
Jadi banta jo kalang ulu
Barek di ambo kapalo kakak
Indak amuah Upiak dangai
Ka manjadi tungkek kakak
Iyo dek ambo nan nak basanda
Nak balinduang nak bataduah

[ 75 ]

Di bawah katiak kakak."

Batambah kareh galak si Bujang
Kok nak teruih di bawah katiak sajo
Di kudoko sajo kito hiduik
Iyo saroman kini nangko
Siang malam pagi jo patang
Usah kito turun-turun lai"

"Iyo baiko nan ka tuju
Iyo baiko nan ka sanang
Kok buliah bak kato kakak cako
Usah kito turun turun lai
Dari pungguang Hitam Manih ko”
Si Bujang indak manjawek lai
Maliek si Payuang ka mukonyo
Aia matonyo bacucuran
Lah kanai pulo muko gadih tu
Tacangang si Payuang maso itu

Manolah kakak sayang ambo
Mangapo garan kakak manangih
Sajak tadi kakak galak kareh
Bak urang dapek kamanangan
Kini saroman kamatian
Rusuah risau ambo kironyo

"Mano Diak sayang buah hati
Tibo sajo raso cameh
Raso ambo sadang bamimpi
Saraso kakak di langik tinggi
Kok tajatuah beko ka bumi
Tasintak kakak dari lalok
Hancua rasonyo paratian
Iyo mangana nan bak kian

Talampau talonjak hati cako ko
Antah apo nan ka tajadi

[ 76 ]

Antah apo nan ka manimpo
Dek itu hilang galak kakak
Baganti jo cameh rusuah risau"

"Manolah kakak kanduang ambo
Usah diubah hari sahari ko
Jo pikiran nan buruak-buruak
Biakan ambo maraso sanang
Di dalam paluakan kakak
Biapun iko hanyo sakaliko
Kok tajun kito masuak jurang
Sakubua kito di dalamnyo
Samiang Upiak ndak manyasa

Indakkan ado itu kakak
Anak rajo di nagari kito
Nan ka mancubo nan bak iko
Mancaliak sajo nyo ndak buliah
Iyo ka urang laki-laki
Bia urang tu tunangannyo

Ambo kini di awan tinggi
Usah dibawo ambo barusuah
Kok salah kakak mamacik tali
Iyo jatuah kito ka jurang

Liek dek kakak, kakak ambo
Kak kanduang Sutan Sari Alam
Barapo sayangnyo bakeh ambo
Ingin maliek ambo sanang
Kok tibo di kakak urang lain
Inyo bana nan ka kareh
Mancikaraui soal adiaknyo

Liektu kakak Sari Bulan
Adiaknyo kakak Lembak Tuah
Lah ampek taun nyo bakuruang
Indak panah mamijak tanah

[ 77 ]

Maliek bulan jo matohari
Lalok tidua di anjuang sajo

Inyo pandai pulo mancacek
Dek ambo acok naiak kudo
Kok inyo mancaliak kini
Ambo dalam paluakan kakak
Mungkin inyo sakik dek mancacek
Atau ko pingsan dek camburu

Kamauan ayah kanduang kami
Inyo tu iyo untuak kakak
Kakak ambo Sutan Sari Alam
Ambo iyo untuak kakaknyo
Dek urang Sutan Lembak Tuah
Kan dituka kannyo bak kudo
Tagalak ambo mamikiakan

Mano Kakak Buruang Bayan
Elok kito baranti daulu
Itu kakak alah mandakek
Di sangajonyo tumah cako
Agak jauah dari kito
Baitu sayangnyo bakeh ambo."

Turunlah inyo dari kudo
Duduak di bawah batang kayu
Biaso tampek urang baranti
Lah sampai pulo Sari Alam
Lah turun pulo inyo garan
Bakato Bujang Piaman
"Mano Tuanku Sari Alam
Mangapo mako lambek bana
Siapo garan nan dinantik
Iyo Tuanku Sari Bulan
Inyo kan sadang di kuruang
Kok payah bana dek mananti

[ 78 ]

Indak inyo kan tibo juo."

"Bacarito inyo garan
Iyo si Unggeh Murai nangko
Sadang inyo nan padusi
Indak amuah pulang ka bako
Kan jadi tu mah padusi rajo
Andeh Suri dalam nagari
Kok kunun ambo laki-laki

Lorong kapado diri ambo
Basasi ambo ka cayoko
Iyo cahayo matohari
Kok lai juo lai padusi
Iyo di dalam alam nangko
Nan amuah manjadi bini ambo
Alun ambo ka kawin lai
Iyo jo Puti Sari Bulan

Sadangkan rancaknyo kok bak bulan
Ambo indak ka amuah juo
Kunun romannyo caro itu
Putiah dek badak kasai sajo
Tingginyo sapinggang ambo
Dagiangnyo di kipehkan angin
Hiduangnyo tapijak dek Hitam Manih
Lihianyo antah di mano
Tasuruak dalam lihia baju

Tagalak garan rang baduo
Bakato sanan Payuang Lauik
"Manolah Kakak Kanduang ambo
Kiniko pulo ambo tau
Dek Kakak pandai mancacek
Kok buruak bana Sari Bulan
Kamanakan ayah juo
Indak buliah kito cacek
Itu mancacek ayah kito

[ 79 ]

Saroman ambo rancak bana
Kakak mancacek urang lain."

"Ayah kito iyo mah rancak
Jo tampan jo anggunnyo
Itu manurun bakeh Upiak
Kok Upiak kapalang rancak
Indak tapikek rang Bujang ko
Saratuih gadih bakandak
Inyo tingga mamiliah sajo

Kiniko ado kato paralu dari mamak
Dari mamak Malin Duano
Iyo mah mintak disampaikan
Pado kalian kaduonyo
Kok hati alah samo tunggang
Indakkan barubah lai
Bia apo nan tasuo
Baliau mintak kalian nikah
Dek karajo sarupo iko
Indak buliah dalam agamo
Kok Tuhan kito sato berang
Mularaik kalian kasudahannyo."

Manjawek garan Bujang Piaman
Aia matonyo badarai baliak
"Ampun ambo Tuanku Sutan
Lorong kapado badan ambo
Sakali Tuanku sabuik
Saribu kali ambo tampuang
Bialah gunuang nak ambo paluak
Bia lauik ambo ranangi
Manyarah ambo pado Tuanku."

"Lorong kapado yo si Bujang
Lah tau juo ambo garan
Baapo kareh hati Bujang

[ 80 ]

Ambo takuikkan si Upiak ko
Kiniko lamak dalam paluakan
Barisuak kok kanai paso
Takuik ka ayah sarato bundo
Barubah pulo pikirannyo."

"Manolah Kakak kanduang ambo
Alun Kohtau kakak ka ambo
Iyo isi hati ambo
Usah kakak manghino ambo
Ambo nan bukan baliang-baliang
Ambo indak anak kuciang
Amuah diidu dek urang banyak
Ambo lai bapandirian
Abuak ambo jangek amboko
Dipupuak dalam ustano
Indakkan amuah ambo garan
Digisia dek jari laki-laki
Nan tidak di hati ambo
Nan bukan urang ambo cinto
Basasi ambo ka Allah
Ambo kan lai sumbayang juo
Basasi pulo ka matohari
Bia diambiak nyawo ambo

Dek malaikaik nan kuaso
Kok ambo bahali duo
Kok ambo maraso takuik
Indak iko ambo lakukan
Ayah jo bundo ambo kicuah
Pai ka bawah katiak urang
Bukan saketek itu dosonyo

Manangih Puti Payuang Lauik
Manangih taisak-isak
Kiniko Sutan pulo nan datang
Mamaluak adiak kasayangannyo

[ 81 ]

“Manolah Upiak sayang kakak
Usah malah berang pulo
Kakak bukan manuduah Upiak
Iyo basipaik baliang-baliang
Tapi Kakak mamparingekkan
Usah Adiak barubah kato
lyo dek takuik ka ayah bundo

Kakak sabalah bakeh Upiak
Kok Kakak kapalang sayang
Indakkan garan Kakak biakan
Kalian babuek nan bak iko
Satuo iko umua Kakak
Ajun panah sagadang rambuik
Maawai jangek rang padusi
Salain andeh jo Upiak sajo
Kakak lai tau juo
Larangan adaik jo ugamo
Sarato doso nan ka tibo
Kiniko cubo sabuikkan
Amuah koh Adiak dinikahkan
Indak satau Ayah kito
Sarato Ibu kanduang kito

Kok berang nantik ayah jo bundo
Ketek hati pado Upiak
Durako Diak itu namonyo
Itu pulo nan ambo rusuahkan
Durako narako tantangannyo
Tingga di dalam salamonyo

Buruak di kito akibaiknyo
Adiak kan iyo tau juo
Banyak contoh nan lah sudah
Dipaliekkan Tuhan kito
Pado urang zaman dahulu
Sabalun ado ugamo Islam

[ 82 ]

Di nagari Minang ko sajo
Antah barapo itu garan
Tando-tando anak durhako

Carito si Buyuang Malin Kundang
Tajadi itu dakek Padang
Si Bincik basamo kudonyo jadi batu
Itan dakek Payokumbuah
Sudah itu si Bongsu Urai

Inyo luluih jo ustanonyo
Sarato tujuah rangkiangnyo
Andehnyo diagiah karak basah
Iko tajadi di Koto Lamo
Di daerah Kubuang Tigo Baleh
Nagari batuka namo
Kini banamo Rangkiang Luluih

Ado pulo itu garan
Di daerah Pasaman iko juo
Iyo si Togok jo si Dampiang
Di Batu Batuduang itu garan
Inyo takubua iduik-iduik

Di Ngalau Kamang rang basuo
Iyo batu bakapalo urang
Kapalo si Kudun tu kabanyo
Inyo lari kadalam lurah
Sudah mambunuah yo andehnyo
Lurah tatutuik jadi ngalau
Si Kudun manjadi batu

Di nagari-nagari lain
Tantunyo banyak pulo
Cuma kabanyo nan indak sampai
Katalingo kakak nangko
Dek kakak mudo juo baru

[ 83 ]

Bakato sanan Bujang Piaman
Mano Diak Kanduang Payuang Lauik
Iyo pulo tu Diak Sayang
Kok indak suko ayah bundo
Cilako kito kaduonyo
Sampai kaanak katurunnan

Elok-elok Diak cukia babilu
Usah manyasah di tapian
Elok-elok sayang pikia daulu
Usah manyasa kamudian

Ka rimbo handak barakik
Ka lauik handak manabang
Ka baraik condong batang aro
Dek ibo pado panjaik
Bia kapak nak nyo ilang
Malaraik kasudahannyo

Manangih si Payuang Lauik
Manangih taisak-isak
Jadi baapo nan ka elok
Ambo diraiah ditulakkan
Di mano kini tampek tagak

Kok kak Bujang lah takuik pulo
Takuik malaraik kamudian
Takuik cilako katurunan
Kamano lai ambo pai

Tantang hati amboko kini
Kok Kakak ndak amuah pulo
Jangek ambo lah Kakak awai
Rambuik ambo Kakak geraikan
Si Hitam Manih jadi sasi
Pantang di ambo kanan lain
Runtuah langik kok lah taban bumi
Kok Kakak babaliak suruik

[ 84 ]

Indak doh sayang pado ambo."

Malompek Bujang Piaman
Diraiahnyo si Payuang Lauik
Dari paluakan Sutan Sari Alam
"Adiak sayang balahan jiwa
Demi Allah Kakak bakato
Bukan dek kurang sayang kakak
Bukan Kakak takuik malaraik
Dek kasiah Kakak pado Upiak
Mangko baitu kato Kakak

Tantang diri Kakak nangko
Haram di Kakak ka nan lain
Kok lai tahan Kakak iduik
Ibo di Ayah sarato Uwaik
Kakak kan jadi Bujang lapuak
Bia putiah uban di kapalo
Bia tuo batungkek rueh
Buliah isuak adiak sasikan

Kok ndak tahan nan bak itu
Indak doh susah tu Diak Kanduang
Pado kami laki-laki
Iko karih ado di pinggang
Tali kudo Diak bisa kalihia
Ka lauik Kakak lah biaso
Dapek manyalam dalam-dalam
Buliah disangko urang tanggalam

Sabagai pulo tu Diak Sayang
Kok Kakak iyo nan mati
Mati dipaluak yo dek Uwaik
Mati dipangku yo dek ayah
Bialah mati, mati sasek
Hanyolah Allah nan kan berang

"Mano kalian kaduonyo

[ 85 ]

Kok iyo hati samo kareh
Ka api nak samo anguih
Ka aia nak samo basah
Manantang sagalo buruak baiak
Amuah lai pulo Kakak garan
Bausaho sadapek mungkin
Iyo ma umbuak jo mambujuak
Iyolah Ayah Bundo kito
Amaknyo amuah itu garan
Mambari izin yo jo elok

Kok abih jalan itu nanti
Indak ado nan dapek di tampuah lai
Salain lari kaduonyo
Kalua dari nagariko
Yo pai kanagari lain

Manuruik kato bapak si Bujang
Iyo mamak Malin Duano
Elok kalian lari garan
Itu kakampuang tampek asanyo
Di nagari Pariaman
Karumah andeh kanduangnyo
Sarato kakak jo adiaknyo

Tapi sabalun tu tajadi
Elok kalian nikah daulu
Kok tajadi iko isuak
Di mano kalian kan nikah
Buruak malah di mato nenek nantun
Kalian urang lari nak kawin

Jauah eloknyo itu dangai
Kok laki bini nan datang tu
Elok pulo tarimo urang
Diubah malah namo kalian
Usah si Payuang nan pulang tu

[ 86 ]

Cari sajo namo nan lain

Kok si Bujang itu dangai
Bujang Piaman kato rang siko
Indak paralu di cari lai
Namo nan baru untuak inyo
Namo keteknyo alah ado
Buyuang Pamenan tu mah kawan

Kok elok ambilan ayah
Sarato andeh kanduang kito
Indak kan baapo itu garan
Kalian kawin duo kali
Dihilangkan sajo nan isuak ko
Tingga rasio inyo itu

Nan sakarang kini nangko
Elok kito bagageh juo
Masuak kakoto urang Kajai
Mambali manggih jo durian
Lakeh kito babaliak pulang
Usah andehnyo berang pulo
Indak dapek mamintak lai
Untuak pai kamano-mano

Maangguak sajo rang baduo
Naiak lah inyo kateh kudo
Labiah arek pacik mamacik
Tapi indak mangecek lai
Jadi rang bisu kaduonyo

Lah baliak garan dari Kajai
Singgah sabanta makan minum
Barundiang Sutan Sari Alam
Bilo masonyo nikah itu
Kan dilansuangkan nan baduo

Putuih mupakaik tu kironyo

[ 87 ]

Hari itu sapakan lai
Tuanku Sutan Sari Alam
Iyo kan datang pulo lai
Jo dubaiang nan tadiko
Kok dapek jo si Payuang Lauik
Kok indak dapek indakkan mangapo
Nikahnyo lai kan syah juo
Sari Alam jadi walinyo

Kali tuo nan kan manikahkan
Usah inyo dibari tau
Siapo itu nan ka nikah
Siapo pulo ka walinyo
Dek inyo alah tuo bana
Indakkan jaleh dek inyo garan
Iyolah roman Sari Alam
Tantang Puti Payuang Lauik
Diganti kini iyo namonyo
Manjadi Upiak Reno Manih
Namo pambari Bujang Piaman
Ditarimo elok dek nan lain

Sasinyo dipiliah pulo
Iyolah Dukun Katik Basa
Baduo jo dubalang Ustano
Batigo jo Buyuang Labih
Barampek dengan Malin Maulano

Lah sudah minum jo makan
Babaliak pulang Sari Alam.
Sarato si Payuang jo dubalang
Mambawo manggih jo durian
Bajalan mambisu juo
Panuah paruik ilang suaro
Hati nan harok-harok cameh
Pikiran kacau hiru-biru.

[ 88 ]

IV AKAIK NIKAH BUJANG PAMENAN DENGAN
SITI RENO MANIH.

Iyo sapakan sudah itu
Dapek pulo Payuang marengek
Handak pai ka Kinali
Nak maliek rang badabuih
Maso galanggang tu lah dakek
Sakali itu inyo lai
Minta izin kalua koto
Nantinyo inyo kan dikuruang
Antah sabulan duo bulan
Salamo galanggang rami

Dek inyo biaso luruih
Kandaknyo biaso dikabuakan
Dibuliahkan pulo itu garan
lyo pai ka Kinali
Batigo pulo macam daulu
Jo kakaknyo sarato dubalang

Pagi-pagi bana inyo barangkek
Dek Kinali labiah jauah
Ado mah duo puluah kilo
Dipacu kudo kancang-kancang
Sabanta tibo nya batigo
Iyo di kampuang Simpang Ampek

Lansuang karumah Malin Duano
Indak ado mukasuik garan
Handak taruih ka Kinali
Cuma untuak maapuih jajak
Kok ado tanyo baeko
Apo garan nan tasuo
Disuruah juo dubalang pai
Mambali pisang jo cubadak
Di sinan iyo rancak-rancak

[ 89 ]

Didapeki uwaik yo lah siap
Jo edangan sapanuah rumah
Angku Kali lah ado pulo
Sarato sasi nan dijapuik
Duduak di bawah tirai nan baru
Baitu juo langik-langik
Saroman urang baralek gadang
Hanyo aleknyo nan tak ado

Indak kito panjangkan kisah
Satibo Upiak Reno Manih
Disuruah inyo pakai kabaya
Disuntiang rambuiknyo yo saketek
Si Bujang alah bapakai pulo
Lah duduak urang kasadonyo
Di bawah tirai langik-langik
Dilansuangkan malah akaik nikah
Bakato sakada nan paralu
Haniang tanang di tangah rumah
Balain bana itu garan
Jo alek nan biaso ko

Usahkan galak nan badarai
Kecek sajo hampia ndak tadanga
Dalam sabanta itu kawan
Lah sudah salasai kasadonyo
Maalum pado maso itu
Alun basurek batando tangan

Alah mah salasai akaik nikah
Lah makan urang kasadonyo
Dikapua siriah sakapua surang
Kini manyambah marapulai
Pado urang nan duduak tu
Manyambah pulo anak daro
Jo aia mato bacucuran

Lah turun garan Angku Kali

[ 90 ]

Sarato urang nan jadi sasi
Tingga inyo limo baranak
Dek si Reno manangih juo
Marawok inyo kateh banta
Di dakeki dek si Bujang
Dikaliliangi dek nan lain
Bakato sanan Bujang Piaman

Mano diak sayang Reno Manih
Mangapo Upiak manangih juo
Manyasa garan adiak kanduang
Talanjua garan karajoko
Kok talanjua kito babaliak
Talangkah dielo suruik
Usah adiak manangih juo
Rusuah hati mamikiakan

Si Payuang indak manjawek
Tangihnyo batambah kareh
Diraokkannyo yo badannyo
Kateh ribaan Bujang Piaman
Dipaciknyo kaduo tangan
Diidu ditangisinyo
Tapikia pulo urang banyak
Maliek laku parangainyo
Indakiah macam rang manyasa

”Manolah Kakak sayang ambo
Kakak ambo kaduonyo
Sarato Ayah jo Uwaik
Bukan tu ambo dek manyasa
Apo pulo ambo sasakan
Cuma saketek itu garan
Awak nan manjo dari ketek
Ado tabayang tu di mato
Kok tajadi nan bak iko
lyo dilapeh ayah bundo

[ 91 ]

Baliau baduo nan disambah
Sasudah ditarimo akaik nikah
Padiah juo rasonyo dalam hati’

Bakato sanan Sari Alam
Mano Diak Sayang Payuang Lauik
Mamintak kito pado Allah
Lambuik hatinyo ayah bundo
Untuak mambari izin Upiak
Kawin kalian sakali lai
Iyo tu kawin elok-elok
Manuruik adaik rajo-rajo
Kawin ko kini kawin ganggang
Kalian alun lai bagaua
Gunonyo itu untuak lari
Usah gadih sarato bujang
Nan lari isuak tu dangai
Kok izin indak didapek

Kiniko pulang kito daulu
Usah kito balalai lalai
Buliah picayo ayah jo andeh
Dek kito ka Kinali sajo
Itu lah datang mah dubalang
Mambawo pisang jo cubadak”

Dipaguik si Payuang dek Bida Sari
Mano nak sayang Reno Manih
Banyak-banyak Nak Upiak sambayang
Dek kami baitu pulo
Mamintak kito siang malam
Panjang handaknyo umua kalian
Panjang pulo untuang kalian
Bacarai mati handaknyo isuak
Adolah pulo tu handaknyo
Uwaik bacucu ampek limo
Bacucu turunan rajo

[ 92 ]

Rasokan tampan nan laki-laki
Candokan rancak nan padusi
Kalian rancak kaduonyo

Kami ko iyo urang bangsaik
Rang bangsaik datang kamari
Siko diagiah barasaki
Dek nan kayo Tuhan kito
Tapi asa usua kami ko
Ayah Upiak jo uwiak nangko
Ado juo di rumah gadang

Kok pulang Upiak ka Piaman
Ka rumah gadang kan mandapek
Rumah gadang dek ayah Upiak
Andehnyo lai iduik juo
Rumah Uwaik agak kadalam
Lai mah rumah gadang juo”

"Manolah Uwaik kanduang Upiak
Upiak indak mamandang itu
Ka dangau buruak kan dibawo
Asa jo kasiah diantakan
Jo sayang pulo ditarimo
Itu mah sajo nan di hati
Itu sajo nan Upiak harok

Kok Upiak ingin rumah gadang
Ingin manjadi Andeh Suri
Hiduik sanang sapanjang hari
Dayang-dayang sapanuah rumah
Upiak tarimo itu garan
lyolah kakak Lembak Tuah
Kamanakan kanduang ayah Upiak
Alah disabuik dari kaciak
Inyo tu iyo ka tunangan

Uwaik mah lai tau juo

[ 93 ]

Inyo nan lai rancak pulo
Sarato tampan jo anggunnyo
Rancak piturun dari Andehnyo
Tapi galaknyo agak sarik
Manihnyo ilang dek kurenah

Rajo-rajo nan lah gadang
Manalangkai sacaro lansuang
Kok ambo amuah manarimo
Iyo ndak ado tu nan buruak
Tapi dek hati lah talakek
Pado kakak kanduang ambo
Iyo kakak Bujang Pamenan
Allah juo mampatamukan

Bialah Uwaik asa rajo
Ato urang kasawah sajo
Indak ambo pikia tu lai
Inyo alah suami ambo
Junjuangan di ateh dunia
Kan ambo patuahi saumua hiduik

Dijaweknyo pulo salam Malin Duano
Bakato inyo maso itu
"Manolah Ayah kanduang ambo
Doakan ambo dek ayah
Nan elok juo kito pintak
Kok untuang baiak itu garan
Tuhan Allah sabalah kito

Diraiahnyo paja rancak tu
Iyo dek urang Malin Duano
Diciumnyo ubun-ubunnyo
Aia matonyo mah badarai
Jatuah ciek jatuah duo
Lah basah tanah dibueknyo
Dilapehkannyo yo katangan
Iyo tangan Bujang Piaman

[ 94 ]

Inyo nan indak bakato-kato

Tantang urang Bujang Piaman
Dipangkunyo adiak kasayangan
Diciumnyo pipi jo matonyo
Dinaiakkannyo kateh kudo
Dek kakaknyo Sari Alam
Lah agak lamo nyo manantik

Bajalan kudo nan du o tu
Dituruikkan mato nan batigo
Antah iyo barapo lamo
Indak kudo tu tampak lai
Inyo tagak juo di laman

Lah naiak Bujang Piaman
Lansuang inyo masuak ka biliaknyo
Naiaklah pulo Malin Duano
Diiriangkan dek Bidasari
Alun lai ado nan mangecek
Alah mambisu katigonyo

Lah malam kironyo hari
Lah sambayang katigonyo
Lah makan pulo inyo batigo
Mangecek alun takao juo
Nasi ndak barapo nan talulua
Dikayai-kayai mah tampaknyo

Tantang si Upiak Payuang Lauik
Baitu pulo raso hatinyo
Iyolah harok-harok cameh
Tapi dicubo inyo garan

Maapuih jo banyak galak
Bacarito jo dayang-dayang
Tantang Kajai jo Kinali
Lah sanang hati ayah bundo
Lah tampak girang Payuang Lauik

[ 95 ]
Diputuihkan dangan Sari Alam
Mamancang galanggang bulan datang. [ 96 ]

V. PANCANG GALANGGGANG DI PARIK BATU.

Tasabuik Tuanku Maharajo Dirajo
Iyo daulaik Parik Batu,
Disuruahnyo japuik kasadonyo
Iyolah nanti jo pangulu
Sarato pandeka jo dubalang
Sagalo rang gadang di nagari
Handak barundiang itu garan
Kan mancang galanggang di nagari
Untuak anaknyo Payuang Lauik

Pado hari nan ditantukan
Lah hadia urang di balairong sari
Langkok ganok kasadonyo
Duduak di tampek masiang-masiang
Rajo janang maulua siriah
Alah mangapua ciek surang

Alah manitah dang Tuanku
Ditanyo pikiran nan banyak tu
Tantang niaik jo mukasuik
Adokoh inyo samo suko
Dek alek iyo alek nagari
Adokoh sanggup anak rakyat
Manolong ala kadarnyo
Barupo padi jo taranak

Bakato nan tuonyo
Nan labiah tapandang dari nan banyak
"Ampunlah ambo dang Tuanku
Kami ko anak dari Tuanku
Tuanku Puti Payuang Lauik
Sadang rancak tu mah kini
Sadang manih dipandang mato
Santano bulan sadang panuaħ
Iyolah ampek baleh hari

[ 97 ]

Kok indak takana dek Tuanku
Sarato Tuanku Andeh Suri
Lah patuik kami maingekkan
Kini lah jatuah dari Tuanku
Samo suko kami manampuang

Padi jo taranak Tuanku sabuik
Nan paralu tu baeko
Itu iyo tangguangan kami
Sajak inyo baturun mandi
Alun lai naiak di rumahko
Alunlah ado nan maanta
Bareh sarato jo taranak
Iyo karumah gadang nangko

Satangah ado nan babaso
Maantakan bareh padi baru
Barang sacupak duo cupak
Sabanyaknyo duo tigo sukek
Nan lain aniang-aniang sajo
Ndak ado dubalang nan mamintak

Kami mah lai tau juo
Ado garan nagari lain
Rajo mamintak ka rakyaik
Sabanyak zakat nan kalua
Iyo tiok-tiok taun

Di nagari kito nangko
Indak ado nan bak kian
Tuanku punyo sawah surang
Dikarajokan urang upahan
Paisi rangkiang si Tinjau Lauik
Makanan urang rumah gadangko

Kok ado bana rang sarayo
Nan bakarajo sakali-sakali
Siapo suko mah nan datang

[ 98 ]

Bakarajo di sawah pusako tinggi
Padinyo beko untuak rakyat juo
Iyo kami nan bakakurangan

Sakali lai ambo sabuik
Lah patuik itu kini
Manuruik adaik jo limbago
Manuruik alua jo patuik
Dek Agamo manyuruah pulo
Tuanku bakarajo untuak kami
Mamacik tampuak nagari ko
Jo apo jaso kami baleh

Manolah Mamak nan banyak ko
Sarato sanak saudaro
Kok lah satuju kasadonyo
Susun malah si pangka alek
Sarato tuo-tuonyo
Urang nan ka batangguang-jawab
Untuak bahagian karajo ko

Nan patamo itu garan
lyo urang tuo si pangka
Mambagi-bagi karajo
Kaduo tuo galanggang
Katigo tuo tukang-tukang
Kaampek tuo minum-makan
Kalimo urang nan kan manjapuik
Kaanam urang nan ka manarimo
Iyolah alek dari kaliliang
Katujuah mandeh Rubiah
Sarato urang panolongnyo

Pado pikiran hati denai
Usah pangkatnyo nan dipiliah
Jabatannyo dalam nagari
Tapi iyo urang nan patuik
Sarato kuaik Hlia mudiak

[ 99 ]

Dek tau iyo karajonyo
Tantu bana itu dek inyo
Mano nan buliah mano indak
Patuah pulo urang padonyo
Usah tajadi tu baeko
Inyo datang urang karajo
Urang baranti kok nyo pai

Haruih kito pikiakan pulo
Bahaso kito itu nantik
Iyo maundang rajo-rajo
Untuak datang kanagari kito
Tantangan urang nan datangko

Banyak macamnyo itu
Patamo dek sagan bakeh kito
Kaduo ado mukasuiknyo
Pado si Upiak anak kito
Katigo inyo maninjau
Buruak-baiak nagari kito
Urang iko nan paliang banyak

Dapek nyo liek itu isuak
Adokoh kito rukun damai
Nan barek samo dipikua
Nan ringan samo dijinjiang
Atau koh kito lintang pukang
Cantang parenang indak manantu
Rakyat bak nyo rakyat
Pangulu manti samaunyo pulo
Pandeka dubalang baradu kuaik
Rajo babuek sakandaknyo

Pancang galanggang jadi camin
Caro rang hiduik sanagari
Adokoh urang nagari tu
Iyo urang baharato
Ataukoh bangsaik kasadonyo

[ 100 ]

Kan jaleh pulo tu dek urang

Sabagai pulo itu Mamak
Pado pikiran ambo pulo
Usah galanggang lamo-lamo
Iyo sampai babulan-bulan
Cukuik sapakan duo pakan
Usah kito talampau payah
Jangan pulo barabih bana

Nan di hati denai iko
Indak mancari urang lain
Sabab dek inyo kamanakan
Iyolah Sutan Lembak Tuah
Lai mah patuik itu garan
Iyo pulang kaanak ambo
Kuah tatumpah nyo kanasi
Dek nasi ka dimakan juo.

Alah tajanji itu garan
Iyo kapado adiak ambo
Bia janji sambia bagarah
Di inyo dibawo masuak hati
Tapi sungguahpun baitu
Namonyo kito banagari
Dek ambo daulaik pulo
Patuik babaso ka nan banyak
Usah urang mangatokan beko
Kito mancakau ayam dalam kandang
Iyo mamaso anak kamanakan
Takuik pitih kan kalua
Juo sagan bakarajo barek
Maambiak urang kan minantu
Indak malengong ilia mudiak

Manyambah garan Manti Tuo
Ampun Tuanku Rajo kami
Nan satahu ambo garan

[ 101 ]

Dek tau iyo karajonyo
Tantu bana itu dek inyo
Mano nan buliah mano indak
Patuah pulo urang padonyo
Usah tajadi tu baeko
Inyo datang urang karajo
Urang baranti kok nyo pai

Haruih kito pikiakan pulo
Bahaso kito itu nantik
Iyo maundang rajo-rajo
Untuak datang kanagari kito
Tantangan urang nan datangko

Banyak macamnyo itu
Patamo dek sagan bakeh kito
Kaduo ado mukasuiknyo
Pado si Upiak anak kito
Katigo inyo maninjau
Buruak-baiak nagari kito
Urang iko nan paliang banyak

Dapek nyo liek itu isuak
Adokoh kito rukun damai
Nan barek samo dipikua
Nan ringan samo dijinjiang
Atau koh kito lintang pukang
Cantang parenang indak manantu
Rakyat bak nyo rakyat
Pangulu manti samaunyo pulo
Pandeka dubalang baradu kuaik
Rajo babuek sakandaknyo

Pancang galanggang jadi camin
Caro rang hiduik sanagari
Adokoh urang nagari tu
Iyo urang baharato
Ataukoh bangsaik kasadonyo

[ 102 ]

Kan jaleh pulo tu dek urang

Sabagai pulo itu Mamak
Pado pikiran ambo pulo
Usah galanggang lamo-lamo
Iyo sampai babulan-bulan
Cukuik sapakan duo pakan
Usah kito talampau payah
Jangan pulo barabih bana

Nan di hati denai iko
Indak mancari urang lain
Sabab dek inyo kamanakan
Iyolah Sutan Lembak Tuah
Lai mah patuik itu garan
Iyo pulang kaanak ambo
Kuah tatumpah nyo kanasi
Dek nasi ka dimakan juo.

Alah tajanji itu garan
Iyo kapado adiak ambo
Bia janji sambia bagarah
Di inyo dibawo masuak hati
Tapi sungguahpun baitu
Namonyo kito banagari
Dek ambo daulaik pulo
Patuik babaso ka nan banyak
Usah urang mangatokan beko
Kito mancakau ayam dalam kandang
Iyo mamaso anak kamanakan
Takuik pitih kan kalua
Juo sagan bakarajo barek
Maambiak urang kan minantu
Indak malengong ilia mudiak

Manyambah garan Manti Tuo
Ampun Tuanku Rajo kami
Nan satahu ambo garan

[ 103 ]

Kok urang mancang galanggang
Iyo gadih tu ditanyoi
Siapo urang nan katuju
Dipiliah dari nan maminang

Di kito baitu juo
Baitu nan kan kito buek
Pandai pandai kito garan
Maagiah tau anak kito
Siapo nan elok untuaknyo

Tantang anak kito nangko
Lai ka patuah bakeh kito
Sangajo inyo ndak dibawo
Sabalun inyo dipingik
Pai kanagari lain
Basuo jo anak rajo-rajo

Kok urang datang kamari
Basuo jo Lembak Tuah
Atau iyo jo Sari Alam
Inyo bakuruang ateh anjuang
Indak panah inyo paratikan

Ado tu juo inyo garan
Maliek nagari dakek-dakek
Inyo pai ka dalam pasa
Mamakai caro rang biaso
Indak naiak ka rumah rajo
Mungkin ndak tau garan
Inyo tu Puti anak rajo

"Kok baitu titah Tuanku
Dapeklah kito mamutuih kan
Barapo lamo galanggang kito
Tapi tapikia dek ambo iko
Kok hanyo duo pakan sajo
Barapo urang kan bataruah

[ 104 ]

Maadu ayam main padang
Tantu saketek pitih masuak

Sabagai pulo sambah ambo
Tuanku sabuikkan ka nan banyak
Usah tabatiak tabarito
Kito iyo indakkan mancari
Suami untuak Puti kito
Kok amba hati urang beko
Untuak bataruah di galanggang

Sabagai pulo pintak ambo
Usah galanggang di adokan
Iyo di laman rumah gadang
Halaman kito agak sampik
Indak barapo manampuang alek
Anjuang kito tinggi pulo
Indak jaleh tampak Puti duduak
Iyo duduak di ateh anjuang
Jikok diliek dari halaman

Di ambo itu rasokan elok
Galanggang dibukak di tanah lapang
Tanah lapang kapanasan
Tampek malapeh layang-layang
Tapi banyak karajonyo

Patamo itu garan
Kito paralu mambuek anjuang
Anjuang ketek ndak badindiang
Usah anjuang tu tinggi bana
Nuri kito nan ka dipataruahkan
Indak paralu disaok-saok
Ndak usah disalimuti

Cukuik rancak jo manihnyo
Buliah maimbau alek datang
Dapek manggilo urang mudo

[ 105 ]

Kok urang mancang galangganeg
lyo gadih tu ditanyoi
Siapo urang nan katuju
Dipiliah dari nan maminang

Di kito baitu juo
Baitu nan kan kito buek
Pandai pandai kito garan
Maagiah tau anak kito
Siapo nan elok untuaknyo

Tantang anak kito nangko
Lai ka patuah bakeh kito
Sangajo inyo ndak dibawo
Sabalun inyo dipingik
Pai kanagari lain
Basuo jo anak rajo-rajo

Kok urang datang kamari
Basuo jo Lembak Tuah
Atau iyo jo Sari Alam
Inyo bakuruang ateh anjuang
Indak panah inyo paratikan

Ado tu juo inyo garan
Maliek nagari dakek-dakek
Inyo pai ka dalam pasa
Mamakai caro rang biaso
Indak naiak ka rumah rajo
Mungkin ndak tau garan
Inyo tu Puti anak rajo

”Kok baitu titah Tuanku
Dapeklah kito mamututh kan
Barapo lamo galanggang kito
Tapi tapikia dek ambo iko
Kok hanyo duo pakan sajo
Barapo urang kan bataruah

[ 106 ]

Maadu ayam main padang
Tantu saketek pitih masuak

Sabagai pulo sambah ambo
Tuanku sabuikkan ka nan banyak
Usah tabatiak tabarito
Kito iyo indakkan mancari
Suami untuak Puti kito
Kok amba hati urang beko
Untuak bataruah di galanggang

Sabagai pulo pintak ambo
Usah galanggang di adokan
Iyo di laman rumah gadang
Halaman kito agak sampik
Indak barapo manampuang alek
Anjuang kito tinggi pulo
Indak jaleh tampak Puti duduak
Iyo duduak di ateh anjuang
Jikok diliek dari halaman

Di ambo itu rasokan elok
Galanggangdibukak di tanah lapang
Tanah lapang kapanasan
Tampek malapeh layang-layang
Tapi banyak karajonyo

Patamo itu garan
Kito paralu mambuek anjuang
Anjuang ketek ndak badindiang
Usah anjuang tu tinggi bana
Nuri kito nan ka dipataruahkan
Indak paratu disaok-saok
Ndak usah disalimuti

Cukuik rancak jo manihnyo
Buliah maimbau alek datang
Dapek manggito urang mulo

[ 107 ]

Mungkin batambah taruah masuak
Buliahlah itu dikamehkan
Untuak alek nikah kawin
Indak kito mancari lai

"Jikok baitu kato Mamak
Ambo manuruik kaputusan
Barapek Mamak jo nan banyak
Kaputusan sajo ambo timbang
Lakeh tacapai nan dituju

Ado saminggu sudah itu
Salasai rapek dek pangulu
Cukuik rancangan bahagian
Sarato urang nan ka mangakok
Iyolah urang katuonyo
Dek rajo ditarimo elok
Nyatolah elok itu dangai
Indak ado nan ka diubah lai

Mulailah urang bakarajo
Mangakok jabatan masiang-masiang
Ado sabulan hari habih
Iyo dek urang nan karajo
Lah rancak nagari Parik Batu
Simpang Ampek Suko Mananti
Ditiok labuah masuak ka koto
Alah mah tagak gaba-gaba

Biatu di pintu gapuro
Jalan masuak ka tiok halaman
Halaman manti jo pangulu
Talabiah bana ustano rajo
Sarato rumah gadang nan duo
Rumah lamo tampek diam
Iyo andeh Sutan Lembak Tuah
Rumah baru tampek diam

[ 108 ]

Sutan Sari Alam
Baitu pulo balaerong sari

Nan diparancak bana pulo
Tantu galanggang nan dipancang
Bagaba-gaba bakuliliang
Bamarawa tiok tunggak
Sarato tiok-tiok suduik
Baitu puncak tampek si pangka
Dek anjuang ketek nan lah tagak
Sarato balerong tampek alek
Sarato tabuah jo aguangnyo
Iyo tampek urang main rabab
Main gandang, main rabano
Iyo canang jo talempong
Dibari ba tirai langik-langik
Sarato tirai dari Cino
Kilek kamilau dari jauah
Sananglah hati rang maliek

Dipuleh sagalo pucuak anau
Dari nagari nan tigo tu
Alun lai sadang itu garan
Dicari sampai ka Kajai
Ka Pinaga ka Kinali
Pucuak karambia diambiak juo
Iyo karambia nan tak babuah
Atau karambia jolong gadang

Untuak panambah arononyo
Ditagakkan pulo batang pisang
Batang pinang jo daunnyo
Nan sadang rampak jolong babungo
Diagiah pulo tu mah garan
Pudiang ameh pudiang gerai
Nak ado sirah jo kuniangnyo
Disiram pagi jo patang

[ 109 ]

Usahnyo layua wakatu galanggang

Lah sudah asia ka sadonyo
Alek lah banyak pulo datang
Rajo-rajo itu dangai
Ditampuang di rumah gadang lamo
Sarato rumah gadang baru
Dek lai banyak nan datang tu
Dari Sasak Aia Bangih
Aia Balam jo si Kilang
Aia Aja jo Ujuang Gadiang
Mandiangin jo Tiagan
Sampai ka Talu jo Sinuruik
Iyo ka mudiak juo garan
Taruih ka Rao Padang Nanang
Ka Sundata Salibawan
Ka Batuang baririk
Ka Bonjo ka Kumpulan
Iyo rumah Mandeh Rubiah
Sarato rumah Manti Tuo
Dipakai juo itu garan
Untuak rajo nan banyak ko

Tantang Kajai jo Kinali
Sarato Talang jo Pinaga
Sato manjadi urang si pangka
Nan ka tagak di muko pintu
Pananti alek nan datang tu

Lah sampai malah kiniko
Iyo kapado hari alek
Lah masuak urang ka galanggang
Ditarimo jo aguang tujuah kali
Sarato tabuah tujuah galegek
Sambuik -basambuik jo gancang
Sarato canang jo talempong
Rabab kacapi sato pulo

[ 110 ]

Tiok rajo ado pangiriang
Nan mangapik ayam kinantan
Ayam taduang ayam biriang
Ayam kuriak ayam jalak
Samo rancak kasadonyo
Ndak tantu nan mano kan dipiliah
Baitu pakaian rajo-rajo
Babaju batabua ameh urai
Basampiang kain balapak
Iyo basaluak pucuak rabuang
Basalempang pulo di bahunyo

Lah tagak si Rajo yanang
Manyambuik rajo nan datang tu
Sananglah pulo dalam hati
Maliek banyak urang datang
Indak doh nan mudo-mudo sajo
Ado juo nan satangah bayo
Mungkin mancari untuak anaknyo
Atau maliek dari rajo-rajo
Siapo nan patuik ka minantu
Kok awak itu isuak
Indak dapek pancang galanggang

Tasabuik Bujang Piaman
Mangecek pulo kamandehnyo
Iyo nak sato inyo garan
Pai basamo rajo-rajo
Kagalanggang Puti Payuang Lauik
Urang maundang ado datang

Bakato sanan Bidasari
Bakato jo hati cameh
Mano nak sayang anak Uwaik
Usah Buyuang nak pai pulo
Ka galanggang si Upiak nantun
Kok buruak beko nan tasuo

[ 111 ]

Bamain basamo rajo-rajo
Batanyo rajo nan jauah
Siapo garan anak Uwaik
Malu ang beko kan manjawek
Siapo bana kito garan
Mangicuah indak elok pulo
Batambah gadang malu kito

Sabagai pulo itu sayang
Kok si Upiak lah ditanyoi
Tantu inyo kan manyabuik
Siapo urang nan katuju
Siapo urang nan di hatinyo

Kok kalah Buyuang tu beko
Manyabuang ayam main padang
Bara ka malu si Upiak beko
Itiak batino nan tapiliah

Jiko lai manang iyo Buyuang
Mandapek musuah Buyuang beko
Sakurangnyo Sutan Lembak Tuah
Sapandai-pandai kito mambungkuih
Kok alah gadang nan dibungkuih
Daun pambungkuih tantu cabiák
Maalum Buyuang tantang itu

Manolah Uwaik kanduang ambo
Dangakan malah elok-elok
Baapo pulo pandapek ambo
Sarato Kak Sutan Sari Alam
Elok juo ambo pai
Amak diliek urang banyak
Siapo garan nan dipiliah
Iyo dek Upiak Payuang Lauik

Bukak malah peti kain Uwaik
Kaluakan kain baju ambo

[ 112 ]

Nan Uwaik kumpua salamo ko
Untuak pakaian marapulai
Sagagah ikolah awak
Apo pulo Uwaik malukan
Tambahnyo pulo sambia galak

Sabagai pulo itu Uwaik
Jiko ambo indak pai
Tantu batanyo urang garan
Mangapo si Upiak mamiliah ambo
Dimano kami basuo
Di mano kami bajanji
Salah sangko urang baeko

Ado mah pulo nan manggaduah
Indakkan sanang duduak ambo
Indakkan dapek ambo takalok
Indakkan lamak minum makan
Si Upiak di lingkuang urang banyak
Ambo tabanam dalam biliak

Taragak ndak tatahan pulo
Sajak kami manikah sari
Alun lai dapek basuo
Ado sakileh inyo ambo liek
Wakatu maanta kabau
Sanyumnyo sajo nan tatangkok
Kini ko tabayang siang malam

Saketek lai nak ambo sabuik
Alun ado urang ustano
Baiak ayah atau andehnyo
Maliek ambo bapakaian
Batambah randah pandangannyo
Jikok inyo manilai beko
Awak si Atuik tukang pukek

Uwaik kan lai tau juo

[ 113 ]

Nan elok ado caceknyo
Nan buruak ado imbuahnyo
Nan randah ado palambuangnyo
Nan tinggi pucuak takulai

Mungkin si Upiak adiak ambo
Kan sanang pulo tu hatinyo
Maliek ambo di tangah nan banyak
Kok indak bana kan manonjol
Indakkan dapek samo rancak
Maireh-ireh tantu ado
Tagalak sengeng Bidasari
Bakato inyo maso itu

Galagah nak batang galagah
Elok ditutuah madang baliak
Uwaik tagah indak tatagah
Elok disuruah baiak-baiak
Alah mah Uwaik sangko juo
Buyuang tu indakkan tatagah
Alah tu mah Uwaik asiangkan
Ameh urai dalam puro ketek
Pakaian Buyuang limo pasang
Nan ungu nan bungo taruang
Itu elok pakai daulu
Sabab itu alah Buyuang pakai
Sangkek nikah jo si Upiak
Nak lakeh tampak dek inyo
Buyuang di tangah urang banyak.

Barisuaknyo pakai mah nan hijau
Iyolah hijau kumbang padang
Sudah itu hari ka tigo
Elok nan kuniang tu nak kanduang
Kaampek pakai yo nan sirah
Kalimo iyo nan biru
Hari kaanam tempo daulu

[ 114 ]

Tabah hati di dalam rumah
Hari ka tujuah tu nak kanduang
Hari tu si Upiak di tanyoi
Siapo urang nan ka tuju
Pakai dek Buyuang pucuak pisang.
Jarang urang punyo warno ko
Sabab indak tanunan kito
Iyo bali ayah Buyuang
Dari urang nan baru datang
Baru datang dari Kolang
Buatan gadih Taranggano

Mulo datang Buyuang isuak
Sambah daulu Rajo Janang
Cari Tuanku ayah si Upiak
Sari Alam disambah juo
Baitu pulo Lembak Tuah
Usah ado urang nan tau
Buyuang yo kawan Sari Alam
Basalam jo rajo-rajo lain
lyo jo duo tangan juo

Kecek nan usah dipabanyak
Usah muloi jo batanyo
Kok urang yo batanyo
Jawek sajo saparalunyo
Usah Buyuang galak badarai
Sanyum sajo dipabanyak

Kok tagak iyo basamo
Di balakang urang tampek Buyuang
Bia ketek urang dari awak
Di kidanyo juo Buyuang tagak
Dek kawan Buyuang nan baduo
Dek inyo urang di siko
Kok indak bana inyo di undang
Inyo tu buliah sato juo

[ 115 ]

Manyabuang jo main padang
Babaso Buyuang maajaknyo
Barang sahari duo hari
Kok ndak ado pakaiannyo
Salangi malah kain Buyuang
Asa jangan nan anam cako
Ameh tu buliah dibagi juo
Sakali duo inyo bataruah

Kok duduak basamo makan
Usah urang di daului
Iyo mambasuah jari awak
Ujuang jari nan kan dibasuah
Usah Buyuang mambasuah tangan
Kok alun sudah rang sadonyo
Alun buliah jari dibasuah
Iyo digantuang nyo daulu

Di laku kito di galanggang
Di sinan urang manilai
Apokoh kito lai baradaik
Lai tau di sopan santun
Tau di adaik jo limbago

Sabagai tu nak kanduang
Mato nan usah di tapekkan
Iyo ka anjuang tampek gadih
Kok iyo taragak bana
Caliak si Upiak dari balakang
Atau mah dari rusuak sajo

Baco Bismillah acok-acok
Katiko karajo dimuloi
Manyarah Buyuang pado Allah
Inyo sajo nan kan mamutuihkan
Baapo nasib ang nan kan tibo

Iyo pagi buto mandi Buyuang ka tapian

[ 116 ]

Pasang niaik sudah sambayang
Kok lai Tuhan manolong
Salamaik Buyuang jo si Upiak
Kami manolong dengan doa

Mano Uwaik Kanduang ambo
Kasiah Uwaik ambo tarimo
Nasihaik Uwaik ambo ganggam
Sakato indak nyo kan lupo
Ambo jadikan iyo tungkek
Panolong ambo di galanggang

Katiko inyo iyo tibo
Di galanggang barisuaknyo
Uranglah banyak nan daulu
Agak takajuik jo nan banyak
Iyo maliek pakaiannyo
Urang mamakai sagalo sirah
Dek inyo lembayuang mudo
Tacenceng dalam nan banyak
Tabua bajunyo iyo rapek
Pucuak sampiangnyo iyo rancak pulo
Tampahan dari Pandai Sikek
Banang suto banang macannyo
Dibali dari urang Kolang

Baitu pulo saluak pucuaknyo
Ciek arono sampai katumik
Tantang dek rajo nan lain tu
Bukan tu kalah di arago
Bukan pulo dek kurang rancak
Banyak nan pakai kain upiah
Banang macan sajo nan tampak
Tapi dek alah tabiaso
Indak tacenceng di nan rami

Ado sabanta antaronyo

[ 117 ]

Lah tampak tu masuak galanggang
Iyo rombongan Payuang Lauik
Bajalan di bawah payuang kuniang
Bapaga puti bakuliliang
Duo tigo nan tuonyo
Iyo andeh inyo sandiri
Sarato mandeh Rubiah
Katigo iyolah amainyo
Mandehnyo Sutan Lembak Tuah

Inyo disabuik jo talempong
Diiriangkan rabab jo kacapi.
Bajalan si ganjua lalai
Kiri kanan urang babarih
Iyo mah indak dakek bana
Tapi mambuek gadih bapaluah
Jauah taraso dek inyo tu
Iyo anjuang tampeknyo duduak

Dilayangkan mato dek si Payuang
Mancari Bujang Piaman
Dicari di garih muko
Indak ado inyo di sinan
Dibalakang itu indak pulo
Manakua sajo inyo lai
Baeko kan tampak juo
Inyo bajanji iyo kan datang

Lah sampai inyo ateh anjuang
Barulah tampak di balakang
Tacenceng dalam urang banyak
Dek inyo iyo mah tinggi
Tinggi samampai itu garan
Nan lain nan paliang tinggi
Hanyo sampai ka talingonyo
Ado nan hinggo daguak sajo
Lai pulo nan sampai ka bahu

[ 118 ]

Babunyi aguang limo kali
Disambuik tabuah limo galegek
Lah katangah Tuanku Rajo
lyolah daulaik Parik Batu
Di kidanyo Datuak Manti Tuo
Di kanan iyo Mangku Bumi
Di balakangnyo itu garan
Iyolah Sutan Sari Alam
Baduo jo Lembak Tuah
Agak jauah tu saketek
Lah tagak si Rajo Janang
Iyolah Rajo dari Kajai
Iyo saurang Rajo Tuo
Nan tapandang dalam nan banyak
Bakato inyo maso itu

Ampunlah ambo di nan banyak
Nan tuo indak diimbaukan anak
Nan ketek indak di iambaukan anak
Kito ko dalam galanggang
Iyo galanggang tampek basuko
Di rapek kito barajo-rajo
Di rimbo babaruak-baruak
Di siko kito samo gadang
Kito ko hanyo duo macam
Yo si pangka jo si ujuang
Sarato si kalah jo si manang

Ambo iyo mah si pangka
Nan diangkek di balairong sari
Ambo manyusun paraturan
Mamacik tampuak di galanggang
Mamintak ambo ka nan banyak
Galanggang tampek basuko
Usah tampek bakaberangan
Manyabuang iyo bakalah manang
Baitu juo silek pancak

[ 119 ]

Baokan asa rajo kito
Usah galanggang kito nangko
Mandapek namo nan tak elok
Kok ado nan sampai luko
Itu mambunuah mah namonyo
Bukan galanggang tu tampeknyo
Iyo di Bukik Tambun Tulang

Kok ayam buliah tu mati
Tapi mati kasambaliahan
Usah manjadi bangkai busuak
Caro manyabuang rang saisuak.
Mubasir itu namonyo

Kok ado silang salisiah
Lakeh dibawo pado ambo
Iyo ambo nan kan manyalasaikan
Nan kalah taruah dibagi
Nan manang taruah ditarimo

Dalam main pancak silek
Indak ado taruah ameh perak
Nan kalah iyo manyambah
Nan manang manarimo sambah
Indak dietong rajo awak
Indak disabuik tuo awak
Galanggang indak tu mah garan
Iyo untuak rajo sajo
Rajo pangulu jo rakyaik
Kiniko iyo samo gadang
Asa cukuik saraik saraiknyo
Inyo buliah sato manyabuang
Inyo buliah sato basilek

Tantang dek Puti anak kami
Alun tantu dek kito garan
Siapo urang ka inyo piliah
Indaklah mungkin itu kironyo

[ 120 ]

Inyo mamiliah urang nan manang sajo
Kok panek manyabuang ayam
Lah payah badan dek basilek
Nasi mananti di balairong
Buliah dimintak bilo sajc
Pado rajo janang sinan
Rajo janang untuak balerong
Indak usah tunggu manunggu
Sakali makan kasadonyo

Kok ado pulo agak paniang
Panek bamain di galanggang
Ado pulo tampek mangalai
Di ujuang balerong suok kida
Di ateh tilam paranginanan
Di bawah tirai langik-langik
Banta ketek banta gadang
Buliah di pakai kasadonyo
Tampek sambayang indak jauah
Ado surau di baliak iko
Indak jauah kito bajalan

Taruah barikan bakeh ambo
Kok kalah tarimo baliak
Untuak pambayia urang nan manang
Nan manang maambiak sapaduo
Dari taruah jaminan cako
Carilah lawan surang-surang
Kok aguang babunyi tigo kali

Kok hari alah pukua ampek
Babunyi pulo aguang kito
Kito kalua mah andaknyo
Maninggakan galanggangko
Dek urang iyo ka manyapu
Iyo manyapu bulu ayam
Kok lah malam beko hari

[ 121 ]

Lah sudah sambahyang kito garan
Sudah pulo minum jo makan
Kito babaliak yo kamari
Maliek urang main pancak
Iyolah urang main dabuih
Urang barandai ado pulo

Main catua jo parang-parang
Buliah pulo urang bataruah
Tapi indak satau ambo
Salasaikan sajolah baduo
Siapo iyo nan kan mambayia
Siapo pulo manarimo

Lah cukuik garan yo sapakan
Galanggang rami tiok hari
Rajo-rajo nan datang tu
Alunlai ado nan lah pulang
Asik manyabuang tiok hari
Bahambua taruah ka nan manang

Tasabuik Bujang Piaman
Sarato kawannyo nan baduo
Alun kalah sakali juo
Ayamnyo iyo ayam taruahan
Di Padang di bali Malin Duano
Ayam nan datang dari darek
Dari Kurinci iyo juo
Indak sadonyo tinggi gadang
Tapi biaso nyo disabuang
Dek itu inyo manang juo

Ayam tu iyo maha-maha
Lain dari Malin Duano
Alun tantu amuah mambali
Tapi dek Malin nan surangko
Sayang ka anak ndak babateh

[ 122 ]

Ditambah arok iyo pulo
Ka baminantu itu garan
Iyo ka Puti rancak anggun
Pamenan Ustano Parik Batu
Idaman Bujang di Pasaman

Bamain silek inyo manang juo
Maalum urang gadang tinggi
Gadangnyo indaklah gapuak
Tingginyo sabao badan
Bamain biaso pulo
Tacenceng namo di galanggang
Dek inyo taruih marandah
Sukolah urang main jo inyo

Katiko si Payuang itu dangai
Disuruah mamiliah nan ka tuju
Di hadapan sidang ka sadonyo
Sarato tigo urang utusan
Dari rajo-rajo nan datang
Dek manuruik adaik di galanggang
Indak buliah di rasiokan
Siapo garan nan tapiliah

Tigo kali urang batanyo
Inyo diam juo baru
Lah sirah muko mandeh Rubiah
Mancaliak inyo ka urang banyak
Baapo garan nan ka elok

Bakato sanan Andeh Suri
Mano nak kanduang Payuang Lauik
Manjawek malah Upiak sayang
Usah lamo urang mananti
Berang beko ayah Upiak ko
Ayah Upiak Tuanku Kajai
Iyo si pangka di alek ko

Bakato sanan Payuang Lauik

[ 123 ]

Bakato tapatah-patah
Ayam kuriak rambaian jalak
Sadang mangaih dalam padi
Ambiak tampuruang bari makan
Alah ditiliak dari nan banyak
Bujang Piaman tampek hati
Nan lain buliah diharamkan

Tatakua urang nan banyak
Tapi indak ado nan mangecek
Takuik kecek tu salah sasek
Padang jo ameh taruahannyo

Nan labiah takajuik itu garan
Iyo Tuanku Parik Batu
Sarato Tuanku Andeh Suri
Indak inyo sangko saketek juo
Anaknyo nan salalu patuah
Nan manuruik sagalo kato
Kan bapikia nan bak kian

Ndak mungkin pulo itu dangai
Inyo ndak tau kan larangan
Larangan kawin jo rang biaso
Nan bukan rajo atau sutan
Lah acok juo dikilekkan
Inyo batunangan sajak ketek
Jo kakaknyo Lembak Tuah
Urang nan akan jadi rajo
Manggantikan ayah kanduangnyo

Kok indaknyo suko di urangko
Indak saketek itu garan
Urang nan alah manalangkai
Atau mah datang maresek-resek
Tingga mamiliah inyo lai
Sadonyo sutan rajo-rajo
Lai mah kayo-kayo pulo

[ 124 ]

Alah pai si Payuang Lauik
Sarato gadih nan banyak tu
Iyo dari anjuang galanggang
Babaliak karumah gadang
Bakato sanan Tuanku Rajo
Iyolah Rajo Parik Batu
Kapado si Pangka Rajo Kajai

Manolah Kakak si Pangka alek
Iyolah Kakak rajo Kajai
Usah dangakan kato paja tu
Alun doh itu dari hatinyo
Salah di kami itu garan
Agak kurang manunjuakinyo

Sabagai pulo itu garan
Inyo tu dipandang baru paja ketek
Iyo kan manurúik sajo
Apo nan elok di nan banyak

Inyo maliek urang nantun
Urang mudo Bujang Piaman
Agak tacenceng dari jauah
Iyo dek elok pakaiannyo
Indaknyo tau itu garan
Asa usua urang mudo ko
Inyo mamandang kain baju
Nan di pakai paja nantun
Indak inyo tau itu garan
Inyo ndak buliah jo urang ko

"Ambo bapikia baitu juo
Kito nantik sapakan lai
Buliah inyo ditanyoi pulo
Dalam pado itu garan
Elok andehnyo adiak suruah
Iyo manunjuak ajarinyo
Ndak kan payah itu garan

[ 125 ]

Inyo tu paja nan elok
Elok di lua jo di dalam
Baitu kato padusi ambo
Kok inyo baranak laki-laki
Iyo taragak dek inyo garan
Maambiak si Payuang kan minantu

Duo hari sasudah itu
Andeh suri naiak ka anjuang
Anjuang perak tampek si Payuang
Di dapekinyo iyo paja tu
Bagolek-golek ateh tilam
Dayang ndak ado surang juo
Maliek andehnyo masuak
Alah duduak tampak si Payuang
Duduak diateh tilam ketek
Di dakek kaki dang andehnyo
Ditakuakannyo kapalanyo
Indak inyo bakato-kato

"Mano nak sayang Payuang Lauik
Lai taraso ko dek Upiak
Apo nan kan mandeh sabuik
Mangko naiak ka anjuang Upiak
Takajuik bana kami hari itu
Mandanga namo Bujang Piaman
Iyo urang nan Upiak piliah
Untuak junjuangan dalam iduik

Upiak kan lai tau juo
Siapo garan urang itu
Urang manumpang tu anak kanduang
Urang manggaleh urang datang
Indak inyo baasa rajo

Inyo elok kapado kito
Inyo maanta razakinyo
Dek inyo manumpang siko

[ 126 ]

Sabagai bayaran tu nak sayang
Dek inyo lai barasaki

Kok di nagari lain
Dubalang datang mamintak
Mamintak satiok taun
Mamintak padi jo taranak
Iyo kapado sagalo dagang
Di nagari kito kini ko
Ayah Upiak indak mamintak
Urang barado nyo maanta
Nan kurang nyo diam sajo

Mamintak kami pado Upiak
Sakali lai ditanyoi
Dek urang mandeh Rubiah
Upiak piliahlah nan lain
Pado pikiran hati andeh

Kok Upiak ndak suko ka Lembak
Banyak nan lain yo nan patuik

Rajo Sasak Rajo Aia Bangih
Tampan jo anggun mah urangnyo
Sutan mudo dari Tiagan
Manih rancak dipandang mato
Baitu Sutan dari Bonjo

Pendeknyo Upiak buliah mamiliah
Inyo lah datang kasadonyo
Kapado Tuanku Kajai
Sarato Mandeh Rubiah
Bahaso inyo kan gadang hati
Kok inyo tapiliah beko
Itu kan alah disabuik juo
Dek urang Mandeh Rubiah
Sabalum Upiak mamiliah tu

Manjawek malah o nak kanduang

[ 127 ]

Ayah manantik di surambi
Usah inyo naiak kateh anjuang
Kok tibo berangnyo beko
Susahlah kito dibueknyo

"Ampunlah ambo bundo kanduang
Ampun saribu kali ampun
Kato hati Upiak katokan
Ndak tu dapek diubah lai

Manolah Upiak anak andeh
Mamintak andeh bakeh Upiak
Usah hati dipaturuikkan
Usah kapalo dipakareh
Bapikia malah o nak kanduang
Pikiakan ayah jo andeh
Kami kan malu ka rang banyak

Si Payuang tatakua sajo
Indak inyo manjawek lai
Digoyang-goyang dek andehnyo
Ditangadahkan yo mukonyo
Nyo iyo mambisu sajo

Pintu tabuka maso itu
Alah masuak pulo ayah kanduang
Inyo masuak sambia galak
Bakato inyo maso itu
Garah Upiak kapatang tu
Lah tau ayah aratinyo
Kandak ayah mah nan balaku
Dek Upiak tantu tau juo
Sarato urang nan banyak ko
Indakkan mungkin itu garan
Upiak mamiliah paja nantun
Upiak sabuik sajo mah namonyo
Dek tamakasuik tu dek Upiak
Manjago ayah sampai tuo

[ 128 ]

Dalam ustano iko kini
Iyo Upiak mamiliah kakak
Kakak Upiak si Lembak Tuah
Sananglah pulo hati ayah

Kok Upiak ditanyo isuak
Sabuikkan sajo taruih tarang
Mangapo pulo Upiak malu
Indak ado urang manggalakkan
Indak pulo urang kan berang
Galanggang kito tutuik lai
Baralek kito sudah itu
Baralek gadang Parik Batu
Ameh taruahan banyak masuak
Indak kito kan susah lai

Manyambah sanan Payuang Lauik
Manyambah jo aia mato
Bakato tapatah-patah
Ampunlah Upiak ayah kanduang
Ampun di bawah tapak ayah
Mangapo Upiak bagarah
Ndak patuik ayah dipagarahkan
Ayah yo payuang panji Upiak
Urang maitam memutiahkan
Ayah bunuah ambo mati
Ayah buang Upiak jauah
Indak ado urang kan berang
Sagalo kuaso ayah.

Tapi hanyo akan sabuah
Hati upiak alah tatunggang
Iyo ka kakak Bujang Piaman
Kok ayah indak maizinkan
Bunuah sajo Upiak kini
Mati nan elok untuak Upiak
Dari Upiak maungkiakan janji

[ 129 ]

Anak sarau anak cilako
Anak durako mah kironyo
Lah sagadang iko Upiak
Alun panah ayah jantiak
Alun kandak nan tak balaku
Indak tabado gadang sayang
Itu di Upiak kan balehnyo
Manyuruah ayah kanarako
Payah sajo ayah sambayang
Sarato puaso salamoko
Mambunuah anak kanduang awak
Tuhan berang Nabi yo berang
Narako jahanam tampek ayah
Ibo hati ayah kini
Jauah rasonyo pikiran ayah

Manangih Tuanku Parik Batu
Manangih urang katigonyo
Ado sabanta antaronyo
Turun Tuanku dari anjuang
Lah turun pulo andeh Suri
Tingga si Payuang nan manangih

Samalam pulo sudah itu
Rajo nan sadang duduak surang
Duduak tamanuang di sarambi
Naiak karumah maso itu
Kamanakannyo Lembak Tuah
Naiaknyo agak bagageh

Ampunlah ambo mamak kanduang
Ampun baribu kali ampun
Salangi ambo karih pusako
Ambo iyo nak basilek
Jo paja Bujang Piaman
Angkuah bana inyo tu garan
Uju bana nyo kironyo
Barani bagak tu mah paja tu

[ 130 ]

Usah kito biakan sajo
Inyo mambuek sakandaknyo

Diagiah mamak kudo
Diantakannyo yo arato
Itu garan nan dipikeknyo
Pambarian umpan mamak tarimo
Panjaik inyo antakan
Kapak kito nan nyo intai

Manolah Buyuang anak denai
Usah itu Buyuang sabuik
Galanggang ko punyo kito
Usah kito mambunuah urang
Barapo bana salah paja tu
Barapo bana buruak inyo
Labiah buruak kito baeko
Kok inyo mati di galanggang

Sabagai pulo tu nak kanduang
Hati si Upiak nan ka diambiak
Dibunuah pulo Bujang Piaman
Batambah jauah malah si Payuang
Inyo iyo urang pangasiah
Urang panyayang urang babudi

Tatumpah hatinyo ka paja tu
Dek mambari inyo kudo balang
Balang candai kasayangannyo
Panah pulo manolong inyo
Sangkek tajatuah tangah jalan
Denai raso iko nan asa usuanyo
Mangko inyo bakatuan

Si Upiak ado mangatokan
Bahaso inyo lah bajanji
Bukan bajanji jo paja tu
Tapi bajanji jo hatinyo
Kak Sari Alam inyo katokan

[ 131 ]

Hatinyo tadorong ka paja tu
Tantang si Bujang Piaman tu
Tampaknyo indak kurang aja
Baiak langkah atau matonyo
Indaklah tampak nan manyalah

Inyo acok mah kamari
Iyo karumah Sari Alam
Indak panah sakali juo
Inyo nan lalu dilaman ko
Wakatu maanta kudo balang
Payah kami manyuruah naiak
Inye nan indak amuah juo
Hanyo sakali inyo naiak
Matonyo lai dijagonyo

Ampunlah ambo Mamak Kanduang
Indak kan mungkin itu garan
Batapuak sabalah tangan
Si Upiak gadih bapikiran
Tau di adaik jo limbago
Kalau ndak ado nan maelo
Indak inyo kan rabah sajo

"Sari Alam denai tanyoi
Baitu Mandeh Rubiah
Indak lah ado tu nan tau
Paubuangan urang baduo ko
Indak ado inyo basuo
Mato si Upiak tu nan kanai
Bia inyo dibujuak sajo
Sasudah si Upiak di tanyoi
Tantu inyo lai mandanga
Tapi manuruik kato nan banyak
Inyo saroman urang ndak tau
Inyo lai datang juo

[ 132 ]

Dari hari sabalunnyo

Kok tibo di urang lain
Tantu mandakek nyo kaanjuang
disuruahnyo urang manalangkai
Mamintak inyo pado Rubiah
Andak basuo jo si Upiak

Ampunlah ambo Mamak Kanduang
Jiko kito diam sajo
Saroman satuju kasadonyo
Tantu inyo manantik kini
Jawek si Upiak nan ka duo
Dapek ko garan Mamak jamin
Si Upiak indak mamiliah inyo

Kok si Upiak mamiliah inyo juo
Tantu Mamak ndak dapek lai
Mailak dari putusan ko
Sabab putusan di galanggang
Indak siapo kan mambali
Manuruik adaik jo limbago

"Bia mamak bapikia daulu
Dalam hari samalam nangko
Barisuak buyuang kamari
Denai agiah kaputusan
Kok dapek garih tu barisuak
Jangan inyo buyuang tikam habih
Cukuik di guriah sajo
Iyo tangan atau kakinyo
Inyo nan ka sakik nantik
Mungkin bataun baru sanang
Ubek ndak ado di rang lain
Tiok karih lain ubeknyo"

Jikok baitu kato mamak

[ 133 ]

Hatinyo tadorong ka paja tu
Tantang si Bujang Piaman tu
Tampaknyo indak kurang aja
Baiak langkah atau matonyo
Indaklah tampak nan manyalah

Inyo acok mah kamari
Iyo karumah Sari Alam
Indak panah sakali juo
Inyo nan lalu dilaman ko
Wakatu maanta kudo balang
Payah kami manyuruah naiak
Inyo nan indak amuah juo
Hanyo sakali inyo naiak
Matonyo lai dijagonyo

Ampunlah ambo Mamak Kanduang
Indak kan mungkin itu garan
Batapuak sabalah tangan
Si Upiak gadih bapikiran
Tau di adaik jo limbago
Kalau ndak ado nan maelo
Indak inyo kan rabah sajo

"Sari Alam denai tanyoi
Baitu Mandeh Rubiah
Indak lah ado tu nan tau
Paubuangan urang baduo ko
Indak ado inyo basuo
Mato si Upiak tu nan kanai
Bia inyo dibujuak sajo
Sasudah si Upiak di tanyoi
Tantu inyo lai mandanga
Tapi manuruik kato nan banyak
Inyo saroman urang ndak tau
Inyo lai datang juo

[ 134 ]

Dari hari sabalunnyo

Kok tibo di urang lain
Tantu mandakek nyo kaanjuang
disuruahnyo urang manalangkai
Mamintak inyo pado Rubiah
Andak basuo jo si Upiak

Ampunlah ambo Mamak Kanduang
Jiko kito diam sajo
Saroman satuju kasadonyo
Tantu inyo manantik kini
Jawek si Upiak nan ka duo
Dapek ko garan Mamak jamin
Si Upiak indak mamiliah inyo

Kok si Upiak mamiliah inyo juo
Tantu Mamak ndak dapek lai
Mailak dari putusan ko
Sabab putusan di galanggang
Indak siapo kan mambali
Manuruik adaik jo limbago

"Bia mamak bapikia daulu
Dalam hari samalam nangko
Barisuak buyuang kamari
Denai agiah kaputusan
Kok dapek garih tu barisuak
Jangan inyo buyuang tikam habih
Cukuik di guriah sajo
Iyo tangan atau kakinyo
Inyo nan ka sakik nantik
Mungkin bataun baru sanang
Ubek ndak ado di rang lain
Tiok karih lain ubeknyo"

Jikok baitu kato mamak

[ 135 ]

Barisuak ambo kamari
Tolong suruah andeh suri
Iyo maumbuak si Upiak tu
Katokan ambo kan maubah
Sagalo nan ndak katuju dek nyo
Ambo babaliak mah daulu

Pado malam harinyo sudah itu
Sari Alam pulo nan lah datang
Iyo mahadok ka ayahnyo
'Ampunlah ambo ayah kanduang
Ampun beribu kali ampun
Iyo baapo iko kini
Tantang si Upiak adiak ambo
Iyo si Upiak Payuang Lauik
Mamintak ambo bakeh ayah
Turuikkan juo nan di inyo

Si Upiak biaso ayah manjokan
Sagalo kandaknyo ayah turuik
Nan di hatinyo kini iko
lyo nan iko di turuik juo
Kok indak buruak kan jadinyo

Mano ang buyuang Sari Alam
Manyabalah waang kironyo
Ka adiak ang nan gilo nantun
Indak kato nan ang sabuik
Ndak bajantuang ndak bahati
Utak kudo di kapalonyo

Waang iko niniak mamaknyo
Iyo mamak dek anaknyo isuak
Sato pulo ang indak bapikia
Cubo manuangkan dalam-dalam
Siapo garan kamanakan ang isuak
Kan jadi apo inyo isuak

Kok kayo banalah urang tu

[ 136 ]

Kayonyo iyo dek usaho
Alah ang jamin itu garan
Kamanakan ang kan kuaik juo
Bausaho macam urang tu
Pikia yo bana elok-elok
Tiliak jo tinjau kabalakang
Sampai hati ang ko garan
Kamanakan ang kan jadi isuak
Urang kasawah jo kaladang

Si Upiak si Payuang Lauik
Iyo dimabuak rancak urang
Sampai kamanolah rancak tu
Bak bungo lakeh tu kan layua
Sakali di timpo paneh gasang
Indak inyo kan elok lai

Baitu juo kakayaan
Indak tu dapek doh diganggam
Sakali disiok api
Habih tandeh manjadi abu
Kok bangso indak kan barubah
Sampai kapiuik katurunan

Sabagai pulo itu Buyuang
Nan patuik pulo ang pikiakan
Baralek gadang pancang galanggang
Bahambua barabih pitih
Nan dapek yo rang panggaleh
Indak tantu asa usuanyo
Tidokoh malu kito garan
Karajo-rajo nan diundang
Bakukuak urang manggalakkan
Muko kamano disuruakkan

Ayah daulaik di pasaman
Sambahan rajo nan banyak tu
Iko contoh nan ayah agiah

[ 137 ]

Apo kato urang ka ayah
Indakkoh kito rang baradaik
Urang tau urang bapikia

Caritoko tantu sampai juo
Kok indak kan manyambuik
Urang lainkan bakaba juo
Iyo ka Tuanku Rajo kito
Nan duduak di Pagaruyuang
Sarato Basa Ampek Balai
Nan mamacik adaik di Minang ko
Apo katonyo pado ayah
Iyo salah nan bak iko
Indak dapek tu mah Buyuang
Utang dibayia doso disambah
Dek urang manyangko disangajo
Maagiahkan anak awak
Iyo pado urang panggaleh

Ayah ko iyo urang Koto
Andeh ang basuku Piliang
Labiah bareknyo pado kito
Malangga adaik jo limbago

Kok Buyuang kawin kalua
Indak baapo itu garan
Suku indak turun kaanak
Tapi inyo iyo padusi
Indak panah dibuek urang
Iyo karajo nan bak iko

Mamintak ayah bakeh ang buyuang
Samo-samo kito mambujuaknyo
Kok inyo alun amuah kini
Mamiliah rajo nan ka tuju
Kito nantik barang sataun
Alun talambek itu garan
Umuanyo baru ampek baleh"

[ 138 ]

"Ampunlah ambo ayah kanduang
Sagalo nan ayah sabuik cako
Alah daulu ambo sampaikan
Ambo ancam pulo inyo
Ayah nan tidak kan satuju
Kok inyo bakareh juo
Mandurako itu namonyo
Iyo narako tantangannyo
Indak kalua salamonyo

Manolah Buyuang Sari Alam
Alah kanai adiak ang garan
Dek patunduak dek pakasiah
Iyomah guno-guno urang
Eloklah dukun kito cari
Bia inyo kito ubek bana"

"Ayah kanduang ampuni ambo
Si Bujang kawan karik ambo
Indak inyo kan manganiayo
Inyo bana tuma nan datang
Iyo kapado diri ambo
Mangecekkan inyo takajuik
Saketek indak manyangkokan

Buruang Nuri ko amuah turun
Iyo dari batang kayu tinggi
Dari sangka ameh pamato intan
Ingin inggok di bahunyo
Urang ketek urang biaso

Baitu pulo ayah bundonyo
Malarang kareh itu mulonyo
Takuik bana inyo kaduonyo
Kan dibuang dari nagariko
Tampek inyo mandapek razaki

Mungkin ayah indak picayo
Tapi iyo alah tajadi

[ 139 ]

Si Payuang lari jo kudonyo
Karumah kakak Malin Duano
Untuang ambo lakeh tau
Ambo turuik dari balakang

Takajuik urang tu kasadonyo
Maalum inyo tau juo
Si Upiak ndak panah kamano-mano
Salain bakuda tangah jalan
Manarimo sajo urang tu takuik
Sabalum ambo tibo sinan
Nyo sabuik nyo mancari amba
Naiak ka rumah ndak diundang

Lah naiak sajo inyo garan
Baapo urang kan malarang
Si Bujang sadang ndak di rumah
Si Payuang indak namuah pulang
Sabalun basuo Bujang Piaman
Jaleh bana dek ambo garan
Sagalo tu datang dari inyo
Indak tasabab guno-guno

Lorong urang Bujang Piaman
Iyo bak baruak diagiah pisang
Di mano inyo kan manulak
Tapi di muluik ditulaknyo juo
Disuruahnyo bapikia abih-abih
Usah si Payuang manyasa nantik

Marauang si Upiak lari ka ambo
Mandanga inyo manulak tu
Manyabuik ka mambunuah diri
Baru si Bujang nyo manyarah
Tapi ndak panah bausaho
Iyo datang mancari si Upiak
Si Upiak juo nan ka sinan
Ambo larang indak talarang

[ 140 ]

Dari buruak nan tasuo
Kadang-kadang ambo paturuikkan

"Kok baitu iyo karehnyo
Bapikia ayah daulu
Sahari duo hariko
Lah habih pakan nan ciekko
Usah inyo ditanyo daulu
Bia inyo bapikia pulo
Kok untuang barubah pikirannyo


[ 141 ]Templat:Block left

Hari ka tigo tu kironyo
Sasudah sutan Sari Alam
Iyo mangecek jo ayahnyo
Tajadi heboh di galanggang
Urang tapakau jo tadanguih
Sabab indak disangko-sangko
Indak manuruik adaik lamo
Dek galanggang tampek basuko
Indaklah tampek babunuahan

Caritonyo itu dangai
Katiko galanggang sadang rami
Bujang Piaman sadang tagak
Maapuih paluah di mukonyo
Dek baru sajo inyo sudah
Main padang jo rajo mudo
Datang Sutan Lembak Tuah
Maajak pulo main padang

"Ampun Tuanku Sutan
Tantu ambo lai amuah main
Tapi manantik Tuanku dulu
Manantik sajanak sajo
Dek ambo baru sajo main
Balapeh arak ambo daulu

Sambia mambulang si kinantan
Tuanku sasak alah mananti
Maajak manyabuang dari cako

"Mano ang buyuang Bujang Piaman
Sombong bana ang kironyo
Lah salamo iko mah garan
Galanggang rami tiok hari
Waang dek ado juo datang

[ 142 ]

Sakali alun kito main
Urang sadonyo lah ang lawan
Kiniko mailak pulo
Apo dandam ang bakeh ambo"

"Ampun ambo Tuanku Sutan
Mangapo ambo kam badandam
Tuanku rajo di siko
Amboko iyo urang manumpang
Kok diambuih ambo beko
Malayang ambo bak abu

Atau hanyo akan sabuah
Ambo hanyo mintak janji
Mintak janji sabatang rokok
Dek ambo sadang latiah bana
Lawan kuaik ambo hadapi
Lamo baru bakasudahan"

Kato ang sabatang rokok
Waang iyo mintak janji
Tapi waang kan manyabuang dulu
Malawan ayam Tuanku Sasak

Samantang ayam ang acok nyo manang
Waang pandang enteng itu kini
Iyo ayam Tuanku Sasak
Dapek dalam sabatang rokok
Inyo iyo manyarah beko.
Sombong yo angkuah ang ruponyo
Mari kito bamain padang
Denai indak handak manantik

Mano sanak Tuanku Sasak
Mananti sanak agak sakajap
Untuak manyabuang ayam sanak
Jo ayam paja rancakko

[ 143 ]

Rancak di lua jo di dalam
Sombong angkuah dibawokannyo
Dipandangnyo enteng kito sadonyo"

"Mano sanak Sutan Lembak Tuah
Inyo indak mamandang enteng
Iyo dek kami nan mandasak
Sadonyo andak mancubo
Malawannyo main jo manyabuang
Indak inyo dapek bahanti arak

Alah salamo iko main
Alun ado inyo nan kalah
Dek itu mangko kawan-kawan
Suko maajak inyo main
Sambia maliek kapandaiannyo

"Kini ko bia ambo cubo pulo
Bukan ambo manantang inyo
Ambo handak baraja pulo
Baapo garan langkah sileknyo
Sabanta sajo kami main
Manantik sanak daulu

Mano ang Buyuang paja rancak
Cabuik malah iyo padang ang
Kito cubo agak sajowak
Malapeh lapehkan panek badan

Katangah inyo kaduonyo
Banyaklah urang mamandangi
Tamasuak Tuanku Rajo Yanang
Mulai malangkah Lembak Tuah
Maangkek sambah si Bujang kito
Sambia tasanyum galak nabi

Sabanta baru inyo main
Lah banyak urang nan galak

[ 144 ]

Kok silek dalam paparangan
Lah tigo kali inyo mati
Iyolah Sutan Lembak Tuah

Inyo salalu nan manyarang
Kok si Bujang nyo mambaleh
Lah salah sajo sambutannyo
Kok indak ditahan dek si Bujang
Lah putuih garan batang lihianyo
Kanai padang si Bujang tu

Dek lah badarai galak urang
Lah sirah muko Sutan Lembak
Manyambah sanan Bujang Piaman
Mamintak main disudahi
Alah baranti tu mah silek
Iyo silek mamaaik padang

Katiko Tuanku Rajo Sasak
Mambawo ayamnyo kan manyabuang
Bakato pulo Lembak Tuah
Mano sanak Tuanku Sasak
Manantik juo sanak daulu
Main padang ambo lah kalah
Ambo handak mancubo pulo
Bamain karih dengan inyo

"Manolah ang Bujang Piaman
Mari kito sajoak lai
Bamain karih kito kini
Nak tantu bana kalah denai

Lah tagak pulo nyo katangah
Dicabuik karih dari pinggang
Iyo dek Sutan Lembak Tuah
Takajuik mato Rajo Janang
Karih pusako dipakainyo

[ 145 ]

Tapi maingek Bujang Piaman
Iyo pandai bamain karih
Urang lain indak nan tau
Didiamkannyo pakaro tu

Lah tagak pulo Bujang Piaman
Dicabuiknyo karih rencong
Bahulu basaruang ameh
Bapamato ciek-ciek
Tapi bukan karih pusako
Dikilekkan kamato hari
Nak jaleh dek urang banyak
Karih tu indak babiso

Alah basilek inyo garan
Alah salangkah duo langkah
Alah sajoak duo joak
Lah tagalak pulo rajo-rajo
Maliek silek Lembak Tuah
Alah nyato kalah
Kalah ampek limo kali

Tapi pantang ruponyo pado inyo
Manyambah mangaku kalah

Katiko si Bujang itu kini
Maangkek sambah mintak baranti
Lah tagak karih di tangannyo
Bukan inyo nak manyarang
Jaleh dek urang kasadonyo
Tibo karih di bahunyo
Iyolah karih Lembak Tuah
Tadanguih urang nan maliek
Indak ado nan galak lai

Tampak katangah Rajo janang
Manolah sanak Lembak Tuah

[ 146 ]

Mangapo inyo ditikam
Inyo indak malawan lai
Lah jaleh inyo nan manang
Usah kan sanak ditikamnyo
Diguriahnyo indak kain sanak

Ampun Tuanku Rajo Yanang
Saketek indak disangajo
Ambo sangko main alun abih
Dek ambo iyo nan kalah
Ambo alun maangkek sambah
Tadorong karih kabahunyo
Inyo nan indak mailakkan

Galak badarai Bujang Piaman
Sampai tadanga dek si Payuang
Dari mulo galanggang rami
Inyo salulu juo manang
Tapi alun panah galak
Sanyum saketek tando suko
Kiniko inyo galak kareh
Palipua hati nan tasingguang

Mambaliak inyo pado Rajo Sasak
Ampun Tuanku Rajo Sasak
Mano garan ayam Tuankul
Mari di cubo agak sajoak

Manolah Adiak urang mudo
Kalau ambo indak salah caliak
Karih dipakai Sutan Lembak
Karih pusako nan babiso
Elok pulang sanak daulu
Cari dukun iyo nan pandai
Maubek luko kanai karih

Ampun mamak Rajo Yanang
Indak koh mamak tau pandai

[ 147 ]

Mangapo mamak pabiakan
Sutan Lembak Tuah nantu
Main mamakai karih pusako
Karih pusako nan babiso

Manolah sanak dari Sasak
Mamintak ambo pado sanak
Tolong diamkan pakaroko
Buruak tacacek namo ambo
Iyo sabagai Rajo Yanang
Kok ado urang lain tau

Kurang jaleh mah dek ambo
Baso karih tu karih pusako
Sabab indak inyo naikkan
Iyo kacayo mato hari
Tampaknyo iyo di sangajo

Sabuah pulo itu garan
Inyo dek indak pandai main
Ambo sangko indak babahayo
Dek itu indak ambo pareso
Katiko main dimulai

Nan heran pulo ambo garan
Inyo ko bukan rajo-rajo
Karih pusako pakaian rajo
Mangapo sampai katangannyo
Buruak garan mukasuik urang
Pado rang mudo nan rancak ko
Dek Puti mamiliah inyo

Pado pikiran hati ambo
Kok indak suko di inyo
Mangapo indak ditulak sajo
Mangapo jiwanyo dihabisi

Ibo bana ambo rasonyo

[ 148 ]

Maliek urang mudo sarancak tu
Kan mati mudo kanai biso
Sapanjang nan ambo danga
Inyo nan anak tungga pulo
Dek urang gaeknyo urang kayo
Barapo ibo di hatinyo
Ditinggakan anak alun kawin

Ambo saraso jo dunsanak
Tapi baapo kato kito
Indak dapek kito masuki
Rasio urang sanagari
Cuma iyo itu silap ambo
Mambiakan inyo main
Mamakai karih pusako"

Dek urang nan baduoko
Mangecek indak babisiak-bisiak
Tadanga juo ciek-ciek
Dek urang Bujang Piaman
Sarato utang dubalang ustano
Kawan tagak Bujang Piaman

Bakato sanan Bujang Piaman
Iyo kapado rajo janang
Ampun Tuanku Rajo Yanang
Bia pulang ambo daulu
Luko ruponyo agak dalam
Alah panuah baju dek garah

Disambuik sambah dek Rajo Yanang
Basalam pulo Tuanku Sasak
Sambia bakato agak babisiak
Kok luko tu luko biso
Ubeknyo iyo di nan punyo
Indak ado pado urang lain
Ado juo ciek-ciek bana

[ 149 ]

Nan samo tukang pambueknyo

Kok lamo dua sanak sakik
Cubo suruah urang datang
Manjapuik ubek ka Sasak
Antah kok samo' mah karihnyo
Dapek ambo manolong sanak

"Ampun Tuanku Rajo Sasak
Ambo tarimo kasiah Tuanku
Sayang nagari bajauhan
Alun sampai urang kasinan
Mungkin manik mauik datang daulu
Lah lain kini raso badan
Salamaik tingga mah Tuanku

Dicari kudonyo dek si Bujang
Indak inyo malengong lai
Si Payuang lah turun dari anjuang
Marantak inyo nak pulang
Indak dapek ditahan urang

Tampak bana dek matonyo
Lembak Tuah manikam kakaknyo
Kalau indak di tahannyo
Mungkin tapakiak inyo cako
Antah inyo bagilo-gilo
Manyumpah sarapah ka si Lembak

Dek urang maliek pulo
Pabuatan Sutan Lembak Tuah
Indak inyo dilarang bana
Dituruikkan sajo inyo pulang
Di tangah jalan nyo basuo
Jo urang dubalang ustano
Disuruahnyo cari Sari Alam
Disuruah lansuang inyo ka sinan

[ 150 ]

Karumah Bujang Piaman
Untuak maliek nan tajadi

Lah agak patang garan hari
Baru datang Sutan Sari Alam
Mancari inyo kateh anjuang
Dayang-dayang disuruah turun
Bakato sanan Sari Alam
"Mano diak kanduang Payuang Lauik
Payah tampaknyo kanai inyo
Kakak Upiak Bujang Piaman

Karih pusako dipakainyo
Di tikamkannyo ka bahu Bujang.
Mamanca darah kalua
Sabalun basuo jo dubalang
Ambo dicari rajo janang
Disabuik kannyo nan baitu
Ambo racak si Balang Candai
Taruih ambo ka Simpang Ampek
Ambo dapati urang rami
Bapak jo Uwaik ba tangisan

Bakato sanan dukun Katik Basa
Ubeknyo ayah nan manyimpan
Tidak ado ubek nan lain
Salain nan ado pado ayah
Mari Diak Kandung kito pai
Iyo manyambah ayah kito
Mamintak ubek untuak si Bujang

Tatangih tampak Payuang Lauik
Tatangih taisak-isak
Lah turun Sari Alam
Dituruikkan si Payuang sambia manangih
Untuang ndak ado urang maliek

[ 151 ]

Diguguah pintu dek si Sutan
Agak kareh dari biaso
Baru sajo pintu dibukak
Manyambah inyo maso itu
Kato-katonyo ciek-cek
Tagagok manahan hati

Ampunlah kami Ayah Kanduang
Kami datang kan mintak tolong
Tolong barikan pado ambo
Ubek pambunuah biso karih
Untuak ubek dunsanak ambo
Ampia mati itu kini
Ka dibunuah si Lembak Tuah

Sampai hati ayah kironyo
Maagiahkan karih pusako
Untuak pambunuah dunsanak ambo
Urang nan sangaik ambo harokkan
Panolong ambo dalam hiduik

Lah duo taun ambo badagang
Cukuik banyak pitih nan masuak
Adokoh ayah maagiah pokok
Ataukoh, andeh kanduang ambo

Ayah bunuah Bujang Piaman
Anak bapak Malin Duano
Urang badudi bakeh ayah
Inyo bukan maagiah pitih
Indak maagiah ameh urai
Bareh basumpik di bawonyo
Kabau jo kudo di elonyo

Tampak dek urang kasadonyo
Indak basuluah batang pisang
Iyo basuluah mato hari
Bapikia ayah tantang itu

[ 152 ]

Apo salahnyo paja nantun
Adiak ambo mah nan salah
Anak urang lu di raiahnyo
lyo dibujuak didakektinyo
Kini anak tu ayah bunuah
Anak idaman Payuang Lauik

Kok indak suko kito dinyo
Disuruah pai dari siko
Tabang bakirok inyo garan
Indak ado urang kan berang

Manolah Buyuang anak denai
Indak denai manyuruah bunuah
Bakali-kali denai pasankan
Guriah sajo pungguang tangannyo
Buliah inyo ndak datang lai
Kagalanggang kito nangko

"Mano ayah kanduang ambo
Mangapo karih dibarikan
Sagalo urang mah taheran
Inyo nan bukan rajo-rajo
Mangapo karih tu di tangannyo"

Inyo datang manyalang karih
Dek karihnyo indak basuo
Indak amuah ayalı mambarikan
Disuruahnyo japuik jo andehnyo
Kalian samo tau juo
Bak mano ayah kan manulak
Iyo si Upiak anak ayah

"Bakato sanan Payuang Lauik
Usah kakak batele juo
Bakato baolak alai
Matilah garan kakak ambo
Indak dapek ditolong lai

[ 153 ]

Ambo sampaikan kini nangko
Kapado ayah sarato bundo
Kok mati kakak Bujang Piaman
Duo urang karih mambunuah
Kato putuih ambo katokan

Lah tampak narako mah mangango
Mamintak nyawo rang Parik Batu
Di sinan Upiak kan basuo
Iyo jo kakak Lembak Tuah
Untuak itu Upiak dimanjokan
Untuak itu sayang ayah barikan
Kinikan sanang ayah garan
Dibela kakak Lembak Tuah
Tabuang kami nan baduo

Bakato pulo Sari Alam
Tolong ayah tolong barikan
Ubek untuak dunsanak ambo
Indak tatahan raso hati
Usah ambo disuruah durhako

Untuak apo ubek tu garan
Jikok daging alah mah kanai
Jikok darah alah kalua
Indak dapek diubek lai

Ampunlah ambo ayah kanduang
Kok ubek indak moh dapek
Panolong Bujang Piaman
Bawo juo nyo kamari
Panolong Bapak jo Uwaiknyo
Usah kitoko disabuiknyo
Urang ndak tau bakeh Allah
Indak pandai mambaleh budi
Lai mangaji kasadonyo

Tapakiak sanan Payuang Lauih

[ 154 ]

Dipaluaknyo mah andehnyo
O, andeh, andeh kanduang ambo
Mangapo andeh diam sajo
Bak tunggua indak banyawo
Andeh mamacik kunci peti
Ubek jo karih di dalamnyo
Sakongkol kalian kasadonyo
Andak mambunuah ambo nangko
Lah payah andeh manganduang
Lah jariah andeh manggadangkan
Kiniko Upiak kan dikam
Jo karih pusako niniak muyang

Manangih pulo Linduang Cahayo
Mano nak sayang Payuang Lauik
Sajak ampek hari nan lalu.
Kunci dipacik ayah Upiak
Indak andeh tau manau
Karih lah sampai ka si Lembak

Barawari Tuanku Parik Batu
Dibukak peti pusako
Diambiak ubek sulo badak
Tigo boto kasadonyo
Agak tacangang inyo garan
Karih ndak ado di peti tu
Karih tu alah dipulangkan
Kunci salalu di sakunyo
Tapi inyo indak manyabuik
Takuik anaknyo batambah ribuik

Bakato inyo maso itu
Ikolah ubek tigo boto
Balain lain yo gunonyo
Barikan pado dukun katik

Inyo nan pandai mamakainyo
Katokan bana bakeh inyo

[ 155 ]

Usah ado urang nan tau
Ayah mambari ubek nangko
Mangamuak beko Lembak Tuah
Sarato adiaknyo amai kalian

Ampun kami ayah kanduang
Ambo barangkek ka Simpang Ampek
Elok juo ayah doakan
Ubek ko dapek manolong
Baeko kito rundiangkan
Baapo ayah nan kan manang
Sarato adiak Lembak Tuah
Si Payuang dapek ambo bujuak
Jikok si Bujang indak mati

Turunlah inyo kaduonyo
Mambawo ubek untuak si Bujang
Ayah andehnyo tingga di anjuang
Tantu banyak pulo nan dipikianyo
Jaleh karajc si Lembak tu
Ndak katuju dek nan banyak
Bia ndak ado nan mangecek
Danguih urang lah tadanga
Tampak pulo itu garan
Urang babisiak samo inyo
Lah tampak pulo galak masamnyo

Si Payuang naiak ka anjuangnyo
Sabanta inyo turun pulo
Diiriangkan dek dayang-dayang
Inyo mamakai pakaian dayang pulo
Taruih inyo turun dari rumah
Pai inyo karumah baru
Di sinan manantik Sari Alam
Sarato Buyuang Malin Maulano
Si Payuang batuka baju
Baju si Buyuang di pakainyo

[ 156 ]

Alah sudah baganti baju
Disuruah si dayang manantik sinan
Inyo pai jo kakaknyo

Sarato urang Malin Maulano
Pai manjanguak Bujang Piaman
Dek hari alah mah sanjo
Indak kan ado urang nan tau
Bahaso si Payuang nan pai tu
Inyo pakai kupiah pulo
Iyo kupiah Malin Maulano

Dipacu kudo kancang-kancang
Sabanta inyo sampi ka sinan
Di rumah Malin Duano
Didapekinyo urang di sinan
Dukun katik jo Buyuang Labiah
Urang lain indak ado

Si Bujang tampak kasakitan
Andehnyo manangih di kidanyo
Ayahnyo sabalah kanan
Indak mah ado nan manyapo
Diraoki si Payuang nan sakik tu
Manangih inyo taisak-isak
Kakak sayang jantuang hati Upiak
Dek kasiah Upiak bakeh kakak
Mambunuah kakak kasiah Upiak
Mambuek cilako sayang Upiak
Ampun Upiak kak, maafkan Upiak
Nan elok nan Upiak cinto
Nan buruak tibo di kito
Mati garan kakak ambo
Dek ulah sayang bakeh inyo

Diraiah si Bujang kapalo si Payuang
Dibaonyo kadadonyo

[ 157 ]

Ditangisinyo pulo kapalo tu
Tapi dek inyo sadang sakik bana
Indak inyo bakato-kato

Sabanta datang Katik Basa
Mambawo ubek nan ditawa
Bakato inyo maso itu
Ubekko iyo ubek bana
Sulo badak nan tamusahua

Kok sayang Allah bakeh kito
Lai kan cegak panyakik ko.

Diambiaknyo aia karambia mudo
Nan dicampua jo talua ayam
Iyo talua nan ampia manateh
Nan dirameh jo pisang kalek
Dirameh dengan daun alang-alang
Diputa jo umbuik si tawa
Dibari pulo aia limau
Iyo aia limau kapeh
Disuruahnyo minum aia nantun

Sabanyak-banyak nan takao
Sudah itu barulah pulo
Diminumkan pulo aia sulo badak
Nan lah di randam agak sabanta
Digosokkannyo minyak sulo badak
Iyo sulo dari boto kaduo
Bakuliliang nan sakik tu

Alah sudah itu garan
Disuruahnyo iyo si Payuang
Mambaruik saluruah badan
Jo aia limau tujuah ragam
Nan lah dirandam itu garan
Iyo dalam aia karambia

[ 158 ]

Karambia mudo ijau kulik
Ijau pulo pucuak palapahnyo

Sudah diureh saluruah badan
Jo aia karambia mudo
Sarato aia limau tujuah ragam
Baru dibaruik pulo kini
Jo aia sulo badak
Dari boto nan katigo
Aia bacampua aia zam-zam

Aia boto ka tigo ko
Diminum pulo mah saketek
Sabanta bana sudah itu
Lah tanang tampak Bujang Piaman
Angek badannyo lah turun pulo

Dirasoi kapalo jo kakinyo
Iyo dek dukun Katik Basa
Alah koh janiah aia mukonyo
Bakato inyo pulo kini
Manolah Tuanku Sari Alam
Sarato Tuanku Puti Payuang
Malin Duano iyo juo
Sarato adiak Bidasari
Tampuangkan tangan pado Allah
Kito mamintak pado inyo

Ditampuangkan tangan dek nan banyak
Jo aia mato bacucuran
Mandoa sanan Katik Basa
Mandoa babaso Arab
Indak ado nan mangarati
Mungkin inyo indak pulo

Sasudah doa diaminkan
Bakato pulo inyo garan

[ 159 ]

Ditangisinyo pulo kapalo tu
Tapi dek inyo sadang sakik bana
Indak inyo bakato-kato

Sabanta datang Katik Basa
Mambawo ubek nan ditawa
Bakato inyo maso itu
Ubekko iyo ubek bana
Sulo badak nan tamusahua

Kok sayang Allah bakeh kito
Lai kan cegak panyakik ko.

Diambiaknyo aia karambia mudo
Nan dicampua jo talua ayam
Iyo talua nan ampia manateh
Nan dirameh jo pisang kalek
Dirameh dengan daun alang-alang
Diputa jo umbuik si tawa
Dibari pulo aia limau
Iyo aia limau kapeh
Disuruahnyo minum aia nantun

Sabanyak-banyak nan takao
Sudah itu barulah pulo
Diminumkan pulo aia sulo badak
Nan lah di randam agak sabanta
Digosokkannyo minyak sulo badak
Iyo sulo dari boto kaduo
Bakuliliang nan sakik tu

Alah sudah itu garan
Disuruahnyo iyo si Payuang
Mambaruik saluruah badan
Jo aia limau tujuah ragam
Nan lah dirandam itu garan
Iyo dalam aia karambia

[ 160 ]

Karambia mudo ijau kulik
Ijau pulo pucuak palapahnyo

Sudah diureh saluruah badan
Jo aia karambia mudo
Sarato aia limau tujuah ragam
Baru dibaruik pulo kini
Jo aia sulo badak
Dari boto nan katigo
Aia bacampua aia zam-zam

Aia boto ka tigo ko
Diminum pulo mah saketek
Sabanta bana sudah itu
Lah tanang tampak Bujang Piaman
Angek badannyo lah turun pulo

Dirasoi kapalo jo kakinyo
Iyo dek dukun Katik Basa
Alah koh janiah aia mukonyo
Bakato inyo pulo kini
Manolah Tuanku Sari Alam
Sarato Tuanku Puti Payuang
Malin Duano iyo juo
Sarato adiak Bidasari
Tampuangkan tangan pado Allah
Kito mamintak pado inyo

Ditampuangkan tangan dek nan banyak
Jo aia mato bacucuran
Mandoa sanan Katik Basa
Mandoa babaso Arab
Indak ado nan mangarati
Mungkin inyo indak pulo

Sasudah doa diaminkan
Bakato pulo inyo garan

[ 161 ]

Tadahkan tangan sakali lai
Mintak malah caro kito
Dalam hati surang-surang
Mamintak sabana pintak
Tuhan kito iyo pangasiah
Kitoko sadang taniayo
Lai kan kabua pintak kito
Kito mamintak jo aia mato

Kito mamintak jo tuluih hati
Usah dicampua tu jo sumpah
Usah dicampuanyo jo kutuak
Jangan Tuhan diajari
Untuak maukun rang nan salah
Iko cobaan pado kito
Adokoh kuat iman kito
Indak guno kito mambaleh

Urang-urang nan mambaleh
Aniayo urang kapadonyo
Mungkin mukasuik sampai juo
Urang mandapek susah pulo
Tapi di kito ndak mah ado
Balasan elok dari Tuhan

Elok kito saba sajo
Urang saba kasihan Allah
Kok Allah handak mambaleh
Inyo babuek sakandaknyo
Indak urusan kito

Nan sakarang kini nangko
Kito mulai mah mandoa
Baco salawaik pado Nabi
Usah mintak pado Nabi
Kito mamintak pado Allah

Bakato sanan Sari Alam

[ 162 ]

Manolah mamak Katik Basa
Bacokan doa kareh-kareh
Kami manuruik dalam hati
Baeko kami sambuang pulo
Apo bana nan taraso
Ka dimintak pado Tuhan kito
Maalum kami mudo-mudo
Salah mintak kami baeko
Sarupo nan mamak sabuik cako
Iyo dek hati sangaik berang
Antah mah apo nan tasabuik

Mulai garan wakatu itu
Katik Basa mambaco doa
"Allahumma shalli ala Muhammad
Wa ala ali wa shahbihi ajmain
Bi rahmatikaya arhamarrahimin
Ya Allah ya Tuhan kami
Engkau Maha Pengasih
Kasihanilah hamba mu
Ya Allah ampunilah kami
Engkau Maha Pengampun
Ya Allah tunjuki kami
Jalan nan luruih nan bana
Nan engkau ridhai
Kami kiniko mandapek cobaan
Kami tarimo cobaan engkau
Jo rela jo tuluih

Antah ado kasalahan kami
Nan indak kami katahui
Hanyo engkau nan tahu̟

Ya Allah kami tampuangkan tangan
Kami tangadahkan muko
Kami takuakan mato kapalo
Mamintak kami pado engkau

[ 163 ]

Hanyo engkau tampek mamintak
Ndak ado nan kan manolong
Salain dari engkau surang
Kami pintak patolongan engkau, Allah
Indak tajunjuang dek kapalo
Indak tapikua dek bahu kami
Usaho alah kami jalankan
Ramuan ubek alah kami cari
Tingga lai pado engkau
Nan kan mancegakkan
Kami ndak tahu
Kami ndak pandai
Kami mintak pado engku
Nan Maha tahu Maha pandai

Kok aniayo nan tibo di kami
Dari dunsanak kami
Ampuni inyo Ya Allah
Sadarkan inyo ya Allah
Nak babaliak inyo pado engkau

Ya Allah tolong kami
Rahmat dan patunjuak engkau
Kami nanti kami arokkan
La haula wala kuata illa billah
Allahumma shaalli ala Muhammad
Waala ali wa shahbihi ajmain
Amin. Amin, Ya Rabbul'alamin"

Sadonyo manakua ka muko si Bujang
Jo mamaluak manciumnyo
Ondeh nak mukabubua handaknyo nak
Iyo pintak kito itu
Kok mukabua pintak kito ko
Banaza uwaik pado Allah
Handak puaso sabulan panuah
Kan basadakah sakuaik uwaik

[ 164 ]

Maraok pulo mah si Payuang
Mukabua handaknyo doa kitoko
Panjang juo umua kakak
Apo juo nan tasuo
Basamo Upiak jo kakak
Bia ka awan samo tabang
Atau kalauik samo tanggalam
Di mano kakak di sinan Upiak

Kok pendek garan pintak kakak
Upiak sudahi dunia nangko
Iyo jo karih pusako tu
Nan lah ambo simpan kini nangko
Dipulangkan dek kak Lembak
Ayah nan lupo manyimpannyo
Upiak ambiak Upiak simpan
Kok baguno inyo beko
Nak nyawo diambiaknyo
Nak sanang hati ayah kanduang

Mano diak kanduang Payuang Lauik
Mano diak sayang Reno Manih
Dangakan juo kato Kakak
Kakakko suami Upiak
Bukan suami garah-garah
Basasi jo Allah jo kitabnyo
Tuanku kadhi jo kakak Upiak
Kini dangakan pasan kakak
Pasan iyo jo ati tuluih
Dek sayang kakak pado Upiak
Sayang bak bulek bulan panuali
Indak sumbiang samiang juo
Bukan kato ko manyindia
Bukan mauji kasiah Upiak

Nan katuju dek kakak kini
Turuikkan daulu kato ayah

[ 165 ]

Kok pendek tasuo dek Kakak
Kok Upiak baranak ciek
Nan ka paubek-ubek hati
Lari Upiak jo anak tu
Iyo karumah Uwaik nangko

Upiak iyo kan ganti Kakak
Untuak panjago ayah bundo

Kok lai panjang umua Kakak
Upiak kawin juo daulu
Sasudah kakak caraikan
Indak baidah tu diak kanduang
Dek kito alun bagaua
Sanang hati ayah baralek

Sapakan duo sudah kawin
Lari malah adiak kamari
Kakak tampuang jo hati panuah
Indak baapo tu diak kanduang
Dosonyo tantu ado juo
Indak sabarek nan cako tu

Kok Upiak diak mambunuah diri
Allah taala lawan Upiak
Tabanam Upiak di marako
Indak dapek tobaik lai
Durako pado ayah bundo
Lai dapek mintak ampun
Baitu pulo pado suami

"Manolah Kakak Kanduang Upiak
Barek bana pasan Kakak tu
Indak tajujuang tu dek Upiak
Talabiah jikok kakak iduik
Upiak basandiang dengan inyo
Di dapan urang nan banyakko
Inyo iyo bamukasuik mambunuah

[ 166 ]

Kok ndak kakak mati
Itu dek tolong Allah juo

Tapi nan patamo tadi
Mungkin dapek Upiak turuik
Usah gadih saumua hiduik
Batambah barek pananggungan
Kok kakak indak satuju
Upiak nan ka mambunuah diri

Bakato kini Sari Alam
Dari tadi inyo aning sajo
Duduak tamanuang tunduak tangadah
"Manolah adiak Bujang Piaman
Ambo mandapek aka lain
Untuang Adiak lai panjang umua
Kito nantik sapakan nangko
Sampai Adiak cegak bana

Kok lah cegak Bujang baeko
Kok lah kuat naiak kudo
Bakudo Adiak jo kak Malin
Kito katokan pulang kakampuang
Mancari ubek ka Piaman
Duo hari sasudah itu
Kito kabakan ka rang banyak
Adiak yo ndak sampai pulang
Alah mah mati tangah jalan
Bia kak Sari nak maratok
Indakkan baapo itu garan
sahari duo sudah itu
Mandanga adiak nan lah mati
Si Payuang pulo mambunuah diri
Iyo pado patang hari
Ambo sadiokan malah darah
Darah ayam kok darah kambiang
Ditebak sapanjang jalan

[ 167 ]

Dari tampek babuainyo
Lansuang katangah rumah gadang
Anyo kami bujua beko
Jo kain jarang di mukonyo
Amak dicaliak urang banyak

Malamnyo inyo dimandikan
Iyo dek andeh sarato dayang
Di kapani dek Katik Basa
Ambo lai nan kan manolong
Tapi nan ka dikapani
Iyolah batang pisang ajo
Si Payuang lari jo dubalag
Dubalang nan alah tau juo
Iyo rasio kito nangko.

Pado raso hati ambo
Andeh lai kan manuruik sajo
Indak kan amuah inyo garan
Matiek si Payuang mambunuah diri
Kok ayah kareh baeko
Ambo umbuak inyo garan
Ambo janjikan pado ayah
Kakawin jo kamanakannyo
lyo si Upiak Sari Bulan
Dek itu iyo di hatinyo
Lah acok juo di sabuiknyo
Tapi salalu ambo tulak”
Mungkin itu elok juo
Ayah indak mandapek malu
Iyo maambiak urang kampuangko
Si Upiak indak mambunuah diri
Kito doakan ambo cegak
Baitu kito karajokan
Tapi hanyo kan sabuah
Kakak kami jadi korban
Tadanga juo di talingo ambo

[ 168 ]

Baapo garan kato kakak
Wakatu kito ka Kajai
Manyabuik kakak indak suko
Iyo pulang karumah sari Bulan
Di Upiak baitu pulo
Agak barek tu mah rasonyo
Maliek kakak kan basandiang
Jo urang sarupo itu
Bak itiak satangah mati
Dakek angso nan gadang tinggi

Tagalak sanan Sari Alam
Kakak ko urang laki-laki
Kok indak beko di hati kakak
Mudah mancari gadih lain
Lai banyak urang ka amuah
Bia kakak indak bapitih
Hinggo iko rundiang daulu
Elok kito pulang kiniko”

[ 169 ]Templat:Block left

Galanggang lai rami juo
Bia banyak urang mandanguih
Dek lawan kareh ndak tampak lai
Kecek mangecek alah banyak
Sadonyo rajo ndak katuju
Iyo Tuanku Parik Batu
Maambiak paja tu kan manintu
Iyo rang mudo Bujang Piaman

Tapi sadonyo manyabuik pulo
Bukan baitu caro manulak
Paja tu urang masak aja
Inyo tau hargo dirinyo
Indak panah maajak rang main
Diajak inyo amuah sajo
Biapun urang nan maajak
lyolah urang jolong pandai

Bia inyo taruih manang
Lah tigo kali lawan kalah
Baru main inyo sudahi
Inyo pulo nan manyambah
Dek itu urang suko jo inyo
Sambia baraja mancari langkah

Lah ampek hari itu garan
Sasudah inyo kanai tikam
Tadanga urang babisiak-bisiak
Dek inyo alah mah mati

Dek sakiknyo kareh bana
Bia diagiah ubek biso
Tapi sakiknyo indak bakurang
Dibawo pulang dek ayahnyo
Ka Piaman nagari asanyo

[ 170 ]

Andehnyo dek indak pai
Banyak urang datang manjanguak
Talabiah rang kampuang bakuliliang
Urang sadonyo tau di nyo
Sarato ayah jo uwaiknyo

Pangulu manti jo dubalang
Tampak naiak itu garan
Iyo karumah Malin Duano
Pai taksiah mambaco yasin
Sarato ayat-ayat lain

Tantang dek Puti Linduang Cayo
Sarato Andeh Rubiah
Pai pulo inyo garan
Diiriangkan dayang-dayang banyak

Si Payuang tampaknyo tanang sajo
Inyo manangih ateh anjuang
Di lua indak katampakan
Kagalanggang inyo datang juo
Sananglah hati ayah bundonyo
Sarato Sutan Lembak Tuah
Nan labiah heran urang garan
Katiko inyo ditanyoi
Dijaweknyo jo galak sanyum
Sarato lantang suaronyo
Bodoh bana ambo kironyo
Iyo mamiliah urang lain
Untuak jadi junjuangan ambo
Ayah jo bundo alah tuo
Siapo manjagonyo isuak
Kok ambo pai karumah lain
Sabab itu ambo iyo mamiliah
Kakak ambo Sutan Lembak Tuah
Tunangan ambo dari ketek
Buliah ambo indak turun lai

[ 171 ]

Dari ustano ambo kini
Mandanga kato Payuang Lauik
Sanang hati ayah bundonyo
Galanggang ditutuik barisuaknyo
Amainyo Puti Ambun Pagi
Andeh dek Sutan Lembak Tuah
Masuak ustano patang nantun
Diiriangkan dayang nan barampek
Mambawo juadah paminum kopi

Sutan Lembak Tuah datang juo
Diajak duduak dek si Payuang
Bagalak-galak maso itu
Saroman urang bakasayangan
Sananglah hati Ambun Pagi
Sarato Ayah bundo si Payuang

Tacangang garan Tuanku Kajai
Sarato Tuanku Sasak
Galanggang barisuak kan ditutuik
Hari itu alun lai pulang
Urang ko sadang ateh rumah
Katiko si Lembak jo andehnyo
Datang batandang ka ustano
Babisiak sanan Tuanku Sasak
Indak mangarati ambo garan
Baapo utak anak gadihko
Baitu inyo mangatangahkan
Nan lain buliah di haramkan
Kini inyo duduak galak-galak
Jo urang nan mambunuah
Mambunuah rang mudo nan dipiliahnyo

Indak inyo bahati bajantuang
Urang mati karano inyo
Usah inyo kan manangih
Si Pambunuah dibaonyo galak

[ 172 ]

Untuang ambo alun manalangkai
Bia hati tatariak juo
Manungkahak kironyo kurenahnyo
Sasuai jo Sutan Lembak Tuah

Pai urang baduo tu
Iyo kakampuang Simpang Ampek
Pai manjanguak Bida Sari
Andeh rang mudo Bujang Piaman
Disinan inyo dapeki

Urang manangih baibo hati
Bida Sari jo urang nan datang
Nasibnyo inyo tangisi
Anak surang lah pai pulo
Lah taban tanah tampek bapijak
Patah dahan tampek bagantuang
Indak lai ado tampek mangadu
Kok datang sakik ngilu paniang
Siapo urang kan maubek
Lapa kamano mintak nasi
Inyo si Upiak jo si Buyuang

Kaateh indakdoh bakakak
Ka bawah indak doh baradiak

Mambantiang tulang inyo baduo
Mancari razaki untuak anak
Razaki adomah dapek
Nan kan buliah lah pai pulo
Hati siapo ndak kan luluah
Jantuang siapo indakkan ngilu
Paruik siapo ndakkan padiah

Anak lai diaja juo
Pandai-pandai manjago diri
Bakato di bawah-bawah

[ 173 ]

Kok mandi di baruah-baruah
Usah hati dilapeh sajo
Usah mato ditangadahkan
Tasuo juo mah kironyo

Matohari nan Buyuang tantang
Buto mato ang dibueknyo
Gunuang tinggi nak Buyuang paguik
Hancua badan ang ditimponyo
Indak ado urang nan salah
Salahnyo pado Buyuang surang

Dari samulo uwaik latokan
Indak dilatak dalam padi
Ang latak juo di pamatang
Pandan rang jawo maladuangkan
Dari samulo uwaik katokan
Indak ang latak dalam hati
Ang latak juo di balakang
Badan nyawo ang manangguangkan

Ukunan apo iko kini
Apo nak sayang salah kito
Cobaan Tuhan gadang bana
Indak tapikua doh rasonyo
Latiah tulang mamikiakan

Rumah gadang sawah jo ladang
Talatak jauah dari kampuang
Siapo urang nan kan buliah
Kamano inyo uwaik bawo
Indak tapikia tu dek Buyuang
Mato jo hati ndak di tahan

Sagalo urang nan naiak rumah
Laki-laki parampuan
Samo baurai aia mato
Mandanga ratok Bidasari

[ 174 ]

Kok tampak dek inyo garan
Si Payuang duduak galak-galak
Iyo jo urang nan mambunuah
Batambah ibo tu hatinyo

Alun lai kariang aia mato
Iyo urang di Simpang ampek
Pado katiko patang hari
Limo hari sasudah itu
Tadanga tabuah larangan
Babunyi iyo panjang bana
Duo kali tujuah galuguik
Diguguah kareh-kareh bana
Disalo pulo yo dek aguang
Babunyi sampai tujuah kali

Bahamburan urang banyak
Talabiah manti jo pangulu
Balari anjiang ka ustano
Jaleh tabuah tu tando buruak
Siapo garan nan lah mati

Lah tibo urang di halaman
Tampak darah baserak serak
Darah iduik alun lai baku
Sampai ka anjuang badarah juo
Alun sampai urang mambasuah

Di ateh lamin ruang tangah
Tampak kini mayik tabujua
Iyo di ateh tilam bungo
Itan di ateh palaminan
Lamin galanggang alun dibuka
Karano urang kan baralek.

Jalehlah muko Payuang Lauik
Di bawah kain suto tipih
Urang ndak buliah naiak lamin

[ 175 ]

Salain ayah jo bundonyo
Baitu manuruik adaik
Dek si Payuang mati gadih

Tadanguih urang laki-laki
Sambia baurai aia mato
Marauang tampak rang padusi
Talabiah mandeh Rubiah
Sarato Puti Ambun Pagi
Inyo mah alah arok bana
Si Payuang kan jadi manantunyo
Takicuah malah inyo garan
Si Payuang alah galak-galak
Manyabuik inyo salah piliah
Kironyo iko nan tasuo

Tantang Puti Linduang Bulan
Andehnyo Puti Payuang Lauik
Inyo lai manangih sajo
Manangih taisak-isak
Tapi indak doh maratok
Mambaco iko jo itan
Eloknyo Puti Payuang Lauik
Apo bana nan tajadi
Bia si Payuang ndak mati
Tapi bacarai itu baeko
Bacarai saumua hiduik
Indak kan panah basuo lai

Tabayang-bayang di matonyo
Si Payuang di nagari urang
Antah lai ka iduik sanang
Dek suaminyo urang kayo
Antah ka sawah jo ka ladang
Manuruik iduik dalam kampuang
Sailia samudiak jo rang banyak

[ 176 ]Page:Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik.pdf/176 [ 177 ]

Katiko mangaji jo kawan-kawan
Sarato Sutan Sari Alam
Baguru pado Pakiah Tuo
Urang nan baliak dari Makah

Mangana-ngana parangainyo
Baapo galaknyo patang pagi
Bagaluik jo urang banyak
Ayahnyo di lawannyo juo
Apo lai Sutan Sari Alam
Bakaja-kaja sampai kalaman
Latiah letai raso badannyo
lyolah Puti Linduang Cayo

Sadang si Linduang manangih tu
Tadanga Sutan Sari Alam
Bapidato ka urang banyak
Di muko lamin tampek tabujua
Adiaknyo Puti Payuang Lauik

Ampunlah ambo ayah bundo
Niniak mamak nagari ko
Parik Batu Muko Mananti
Simpang Ampek taruih ka Kajai
Lakeh tampaknyo kaba sampai
Alah mah duduak kasadonyo
Iyo di tangah rumah nangko
Tuanku Sasak tampak pulo
Iyo tacenceng dalam nan banyak

Lah malang tibo di kito
Lah buruak malah nan tasuo
Iyo dek adiak kanduang ambo
Si Upiak si Payuang Lauik
Latiah rasonyo paratian

Inyo elok dari ketek

[ 178 ]

Patuah ka kami kasadonyo
Panggalak iyo di nyo
Panyanyi di inyo pulo
Mancaroteh pagi patang
Elok pulo ka urang banyak
Sagalo urang disaponyo

Indak saketek kami a sangko
Iyo iko nan ka tasuo
Mancabuik nyawo dari badan
Inyo ndak ado kanai berang
Dari kami nan batigo

Inyo ndak ado mah marantak
Mamintak kandaknyo dikabuakan
Kami tau inyo nak paja tu

Iyo paja Bujang Piaman
Hanyo wakatu nyo mamiliah
Mamiliah patamo kali

Mamiliah kaduo kali
Iyo kakaknyo nan nyo piliah
Kakaknyo Sutan Lembak Tuah
Sananglah pulo hati kami
Tapi iko nan tajadi
Saketek indak disangkokan

Paja tu alah mati pulo
Bukan mati sabab dek karih
Tapi mati dek kacalakaan
Inyo tajatuah masuak ngarai
Tapalantiang dari kudo
Dek inyo memang alun kuaik
Inyo bakudo jo ayahnyo

Nan mambawo si Upiak sasek
Tampaknyo hanyo patah hati

[ 179 ]

Dek kandaknyo indak dituruik
Inyo nan manjo dari ketek
Kandaknyo taruih dilakukan
Kini inyo baibo hati
Dek ayah bakareli pulo

Kito mah samo mangarati
Baapo ayah jadi kareh
Ayah iyo pamacik adaik
Adaik nan alah baratuih taun
Dituruik urang di Minang ko
Adaik dari niniak muyang
Muyang kito Datuak Katumangguangan
Sarato Parapatiah nan Sabatang

Iyo satahu ayah ambo
Alun lai ado nan malangga
Dek itu inyo indak suko
Urang patamo nan maruntuah
Basuo kareh samo karch
Alu kareh lasuang kareh
Ambukuik di bawo pulang
Itu mah kini nan tajadi

Panyakik ndak dapek diubek lai
Gantiang putuih biang lah tabuak
Indak dapek dipelok lai
Maafkan sajo nan baduo
Ayah ambo jo adiak ambo
Iyo dek niniak mamak ambo
Sarato dunsanak kasadonyo

Dek hari lah patang bana
Mungkin malah ado juo
Nan nak basuo pangabisan
Jo si Upiak adiak ambo
Bia inyo indak ditanam kini

[ 180 ]

Barisuak kito kabumikan
Barisuak iyo pagi-pagi
Dek darah banyak kalua
Alalı babaun tu mah garan
Pagi bana kito mandikan

Sadang kapado malam beko
Mangaji kito sanjo hari
Malamnyo kami nan manjago
Buliah nan banyak bakarajo
Manuruik adaik jo limbago
Manyadiokan tandu duo tigo
Sarato usungan mayik kito

Sahinggo itu sambalı ambo
Sasak rasonyo di rangkungan
Adiak biaso dari ketek
Lawan bagaluik jo bacakak
Satapak indak bacarai
Tampak surang tampak kaduonyo
Nan manih samo dilulua
Nan paik samo dimuntahkan
Paraweh ciek ambo dapek
Indak tamakan itu surang
Jarang urang bak cando kami
Iyo urang duo baradiak
Kini badan ka tingga surang
Alah tantu garan dek nan banyak
Baapo raso hati ambo

Lah duduak Sutan Sari Alam
Tagak tampaknyo Manti Tuo
Urangnan tatuo dari pangulu
Ampunlah ambo Tuanku kami
Sarato andeh Suri kami
Katigo Tuanku Sari Alam

[ 181 ]

Kami maraso kasadonyo
Nan manimpo rumah gadang ko
Indak garan rumah ko sajo
Tapi saluruah Parik Batu
Dek kami sadonyo
Dari mudiak sampia kahilia
Dari Kida sampai kasuok
Nan di bawah payuang panji
Iyo nagari Parik Batu
Samo sayang pado Puti kami
Samo kasiah samo manyanjuangnyo
Dari jauah inyo tapandang
Bajalan kaki atau bakudo
Lah tagak kami kasadonyo
Untuak manampuang galak sanyum
Untuak mamandang kilek matonyo

Indak Puti sarancak inyo
Bak mambang turun dari langik
Indak pueh mato mamandang
Mukonyo taruih manaruih
Dipamanih dek sanyum nabi
Sadangkan ambo urang tuo
Tagak juo kajandela
Maliek inyo tangah labuah
Kok kunun nan mudo-mudo
Kiniko apo kan di sabuik
Sudah takadia dari ateh
Mamak Sutan tadi iko
Manyabuik inyo mati sasek
Mari malah kito doakan
Iyo Allah handaknyo maampunnyo
Inyo tu taat baibadaik
Sarato elok kaurang banyak
Umuanyo alun anam baleh
Alun balig lai tu garan

[ 182 ]

Pabuatan paja-paja
Iyo nan alah dibueknyo

Mudah-mudahan Tuhan kito
Nan pangasiah jo panyayang
Amuah garan mampuninyo

Disangko naneh tangah padang
Kironyo urek jawi-jawi
Disangko paneh lalu patang
Kironyo hujan tangah hari

Mano dunsanak nan banyak ko
Iyolah urang Parik Batu
Indak jadi kito kironyo
Iyo baralek basuko suko
Baralek gadang di Parik Batu
Baralek ampek puluah hari
Maarak anak daro kito

Tapi dalam uraian aia mato
Sambia manangih jo maratok
Kito iyo kan baralek juo
Mambuek usuangan juo
Untuak maarak Puti kito
Katampek inyo kan lalok
Iyo lalok untuak salamonyo

Bagageh malah tukang-tukang
Mulai karajo malam nangko
Pagi buto handaknyo sudah
Tandu mayik jo tandu gadang
Sarato papan liang lahat

Sabagai pulo itu garan
Kan maanta bareh jo taranak
Untuak baralek nikah kawin
Kini iyo dianta juo

[ 183 ]

Untuak kito manigo hari
Sarato manujuah hari pulo
Iyo manduo kali tujuah
Sudah itu maampek puluah
Disudahi jo manyaratuih hari

Kan ibo hati puti kito
Kok kito indak ka ustano
Pado hari nan cako tu
Kito kan datang kasadonyo
Indak untuak makan minum
Tapi mangaji surek yasin
Sarato tahlil jo mandoa

Dalam hari nan tigo ko
Kito taksiah kasadonyo
Mangaji surek yasin
Jangan ado nan indak datang
Indak tamuek dalam rumah
Dibalairong kito satangah
Di tangah taman dapek juo
Kok untuang hari indak ujan

Duduklah pulo Manti Tuo
Lah tagak garan maso itu
Tuanku Kajai Rajo Janang
Rajo Janang maso galanggang
Nan lah dimintak juo garan
Manjadi si Tuo si Pangka alek
Alek gadang nan kan diadokan
Mangawinkan Puti Payuang Lauik
Iyo jo Sutan Lembak Tuah.
Bakato inyo maso itu.

"Ampun Tuanku Daulat kami
Sarato Kakak Andeh Suri
Baitu adiak Sari Alam

[ 184 ]

Latiah rasonyo tulang ambo
Nak manyabuik nan taraso
Nan tacenceng nampak dari jauah
Nan tambung tu kini ko
Nan manih pamenan mato
Nan rancak tumpuan pandang
Nan lah pai dari kito
Galanggang baru sajo usai
Galanggang rami dari pagi
Iyo batundo bulu ayam
Gamuruah sorak jo sorai
Kini bungonyo nan lah layua
Hati siapo ndak kan rusak.

Tapi sungguahpun baitu
Mamintak ambo kiniko
Bakeh saisi astano ko
Usah hati dipaturuikan
Manyarah kito pado Allah.
Mandoa kito padonyo
Anak kito nan ilang ko
Disabuik malah mati sasek
Tapi kito mintak juo
Allah akan maampuni
Dek inyo iyo nan pangasiah
Jo panyayang ka hambonyo
Si Upiak urang nan elok
Iyo elok lua jo dalam
Hinggo itu sambah ambo
Pado Tuanku Rajo siko"

Tuanku Sasak itu garan
Sajak galanggang alun pulang
Inyo batandang mah ka Kajai
Dek Tuanku Andeh Suri Kajai
Adiak kontan dek ayahnyo

[ 185 ]

Ampun Tuanku Rajo siko
Sarato Andeh Suri kito
Baitu kawan Sari Alam
Taragak pulo ambo garan
Nak bakato sapatah duo
Kapado isi ustano ko
Pado hari nan nahas ko

Lorong kapado diri ambo
Urang patamo nyo agaknyo
Nan sangaik kasiah tu mah garan
Kan tapiliah dek mandiang ko
Mangko baitu kato ambo
Kok inyo masuak galanggang
Ambo tagak dakek Rajo Janang
Maetong langkah kakinyo
Sambia mananti galak sanyumnyo

Kok tampak galak tu bekonyo
Karijok mato nan manggilo
Alah pulo mah ditampuang
Ambo bajalan masuak galanggang
Mancari urang Bujang Piaman
Untuak malawannyo manyabuang
Sarato basilek main padang

Saketek indak disangkokan
Lawan tu bana nan tapiliah
Tapi sungguahpun baitu
Baapo bana ibo hati
Tali putuih harapan lapeh
Bayangan mimpi hanyo nan tingga
Ambo indak berang ka paja tu
Ambo haragoi kalabiahannyo

Katiko ambo iyo mandanga
Paja ko iyolah daulu

[ 186 ]

Lintuah juo hati ambo
Dek indak tampak mah salahnyo
Tapi nan labiah. lintuah lai
Tadanga jaleh bakeh hambo
Mandiang mamiliah nan kaduo
Jo galak kareh disabuiknyo
Iyolah Sutan Lembak Tuah

Ilang rasonyo kasiah ambo
Tabang tinggi sayang padonyo
Sabab indak ambo sangko-sangko
Hatinyo iyo kan barubah
Dalam sahari duo hari

Nan tajadi kini nangko
Tantu indak ambo kandaki
Tapi inyo mah nan mambuek
Sayang babaliak bakeh inyo
Dek kasiah batambah gadang
Kok tuah manyabuik inyo sasek
Urang manyabuik inyo salah
Ambo haragoi pandiriannyo
Dari iduik baputiah mato
Elok mati bakalang tanah

Jaleh bana mah dek kito
Katonyo wakatu mamiliah tu
Nan lian buliah diharamkan
Maharok ambo maso itu
Pado ayah Parik Batu ko
Manganḍuakan adaik nan lah kuno
Adaik itu di tampek patuik
Adaik itu basandi sarak
Sarak basandi Kitabullah

Dituruik tantu yo dituruik
Diusahokan sadapek mungkin

[ 187 ]

Tapi kok buruak kan jadinyo
Bapikia kito tantang itu
Iko kato kami nan mudo

Nan sakarang kini mangko
Nasi alah manjadi bubua
Indak guno disabuik lai
Hanyo sabuah pintah ambo
Usah disabuik nyo durhako
Iyo mandiang nan ilang ko
Ampuni sajolah salahnyo
Untung Allah maampuni pulo
Mandoa kito kapadonyo

Ambo iyo kan mandoa
Basamo isi ustano ko
Maafkan ambo dek ayah
Kok talanjua muluik ambo
Bukan itu sabab dek lancang
Dek hati iyo padiah bana
Badarai cando aia mato
Iyo rang mudo Rajo Sasak

Tahaniang urang kasadonyo
Indak ado nan bakutiak
Abih maapurh aia mato

Dalam urang nan banyak tu
Tampak juo tumah garan
Iyo mandeh Bujang Piaman
Inyo indak bakato kato
Duduak sajo jauah ka pangka
Sambia manangih lambek-lambek

Lah habih urang nan bapidato
Lah banyak urang nan turun
Dek hari batambah sanjo juo
Sudah magarik itu garan

[ 188 ]

Lah rami pulo urang nampak
Iyo datang untuak mangaji
Iyo mangaji surek yasin

Pado maso katiko itu
Bia agamo alah masuak
Nan malarang minum makan
Di rumah urang kamatian
Tapi nan dipakai urang banyak
Iyo adaik lamo juo
Lah sudah urang mangaji
Dikatangahkan mah hidangan
Iyo hidangan salangkoknyo
Bak urang baralek kawin

Duguguah tabuah larangan
Dibantai kabau sudah itu
Ditagakkan balerong tungku
Dikaluakan kancah nan gadang
Taruih lah urang bakarajo
Mamasak nasi jo gulai
Indak disuruah Andeh Suri
Rajo Janang dalam ustano
Lah tau sajo jabatannyo

Lah sudah minum jo makan
Lah dikapua siriah sakapua surang
Baransua pulo urang turun
Tingga isi ustano sajo
Sarato dubalang nan manjago
Ditambah dukun Katik Basa
Basamo kawan Sari Alam
Malin Duano Buyuang Labiah

Indak doh kisah dipanjangkan
Iyo barisuakhyo pagi-pagi
Dimandikan mayik Payuang Lauik

[ 189 ]

Dek urang nan cako sajo
Sabab darah banyak kalua
Alah gak busuak tu mah garan
Dek itu indak dilambekkan

Mandi di tangah urang banyak
Katiko urang banyak datang
Kan mambawo mayik ka kubua
Lah sudah pulo itu mah garan
Mayik itu iyo dikapani
Dikapani sambilan lampih
Usah darahnyo babaun juo

Manuruik pintak Sari Alam
Mayik di rumah disambayangkan
Dek musajik agak jauah
Iyo musajik rajo-rajo
Rajo-rajo di Parik Batu

Alah sabanta antaronyo
Lah sudah pulo mah sambayang
Dimasuakkan mayik kakarando
Iyo dek Sutan Sari Alam
Srato Dukun Katik Basa
Ditolong kawannyo nan baduo

Lah tagak Datuak Manti Tuo
Bakato inyo maso itu
Ampun Tuanku Rajo kami
Sarato Tuanku Rajo-rajo
Iyo nan hadia kini nangko
Andeh Suri Sutan Sari Alam
Sarato Andeh Ambun Pagi
Ditambah Tuanku Lembak Tuah
Kito lapeh kini Puti kito
Iyo pai bajalan jauah
Nan indak kan baliak lai

[ 190 ]

Kito mintak pado Allah
Dijauhkannyo azab kubua
Sarato azab api narako
Diampuninyo kasalahan
Ditarimonyo di sampiangnyo
Mari kito basamo-samo
Mambaco fatihah tigo kali

Lah turun mayik dari tingkok
Tingkok gadang di ujuang suok
Tingkok sangajo untuak itu
Hiruak pikuak ratok jo tangih

Talabiah Puti Ambun Pagi
Andehnyo Sutan Lembak Tuah
Jikok ditampuang dakek-dakek
Buah ratoknyo maso itu
Iyo jaleh atoknyo garan
Mandapek si Payuang kan minantu
Kan padusi si Lembak Tuah

O Nak Kanduang timbunan sayang
Timbunan kasiah urang banyak
Ameh urai di dalam peti
Bungo kambang dalam ustano
Sumarak Koto Parik Baru

Mangapo Upiak baitu
Sapendek itu aka Upiak
Kok Upiak iyo indak suko
Kapado kakak Lembak Tuah
Banyak lai rajo jo sutan
Ndak kurang urang nan amuah
Amuah sumando bakeh Upiak
Kiniko apo kadísabuik
Andeh Upiak marameh paruik
Ayah Upiak manapuak dado

[ 191 ]

Amai ko manggigik jari
Sampai hati Upiak kironyo
Sampai kasiahnyo anak amai
Iyo ka kami tuo-tuo ko

Urang lah turun kasadonyo
Inyo tingga maratok surang
Antah apo nan disabuiknyo
Indak ado laj nna mandanga

Lah sampai urang kakuburan
Lah turun mayik dari tandu
Dilatakkan karando itu kini
Di bawah laungan payuang kuniang
Diseraki jo bareh kuniang
Sarato bungo tujuah ragam
Bakato sanan Mandeh Rubiah

Mano Tuanku Payuang Lauik.
Salamaik Tuanku di jalan
Jalan nan jauah kan dituruik
Hinggo iko kami antakan
Mandoa kami bakeh Allah
Tuhan kito iyo pangasiah
Ditarimo Tuanku di sisi Nyo

Dibaco do'a dek Imam Rajo
Lah masak Sutan Sari Alam
Sarato kawan'nan batigo
Diturunkan malah mayik
Dimasuakan ka liang lahat
Lakeh-lakeh kubua ditimbun
Antaro hari alun paneh bana

Babaliak urang ka koto
Hampia ndak ado nan mangecek
Baibo hati kasadonyo

[ 192 ]

Saraso langang Parik Batu
Hilang arono rumah gadang
Rajo-rajo bakuliliang
Sadaerah ranah Pasaman
Dari Aia Bngih Aia Balam
Sampai ka Bonjo jo Kumpulan
Abih datang kasadonyo
Pai manjanguak daulaiknyo
Nan dakek wakatu manigo hari
Nan lain wakatu manujuah hari
Nan talambek wakatu manduo kali tujuah
Ado juo wakatu maampek puluah
Wakatu manyaratuih diulangi pulo

Hampia sadonyo inyo mamuji
Kataguahan Daulat Maharajo di Rajo
Mamacik adaik jo limbago
Bia bakariang aia mato
Asa arang indak tacoreng
Iyo tacoreng pado kaniang
Alun lai ado nan tadanga
Di daerah Minang Kabau ko
Urang maambiak urang panggaleh
Atau urang basawah ladang
Untuak naiak ka rumah gadang

Ado juo nan mudo-mudo
Nan agak lain pandapeknyo
Tapi ndak amuah nyo manyabuik
Takuik pado nan tuo-tuo
Kok disabuik manyanggah adaik

Ado pulo tu mah garan
Nan agak jaleh di urang banyak
Iyo laku Sutan Lembak Tuah
Antah inyo yo manyasa
Antah mah iyo sangaik risau

[ 193 ]

Alah tamanuang-manuang sajo
Iyo saroman urang muno
Galaknyo indak panah tampak
Usah kan galak nan badarai
Tasanyum sajo inyo indak
Agak rusuah tu mah saketek
Iyo andehnyo jo mamaknya
Ayahnyo dek indak ado lai
Ka kawan andehnyo barundiang
Salalu Puti Ambun Pagi
Mangadu bakeh kakaknyo
Tantang anaknyo Lembak Tuah

Dek Daulaik Parik Batu
Taraso bana tu mah garan
Hiduk baduo di ustano
Iyo jo Linduang Bulan sajo
Sari Alam jarang bana tampak
Talabiah sasudah manyaratuih hari
Pangaduan adiaknyo Ambun Pagi
Mambuek rajo tu tambah risau

Maalum kito tantang itu
Rang mudo ko iyo tungkek rajo
Kan manggantikan inyo isuak
Inyo ndak barapo disukoi
Iyo rakyat nan banyak tu
Sarato manti jo pangulu
Kini inyo lah muno pulo
Baapo nanti kasudahannyo

[ 194 ]

VIII BUJANG PIAMAN JO PAYUANG LAUIK BARANGKEK KA PIAMAN

Kaba baraliah kini nangko
Sungguah baraliah sinan juo
Tasabuik urang di Piaman
Di rumah andeh Malin Duano
Handak baralek tumah kini
Baralek bagadang hati
Dek anaknyo Malin Dunano
Jo Minantunyo Bidasari
Alah mah pulang dari rantau
Bataun-taun inyo ndak pulang

Nan manggadangkan hati bana
Inyo pulang jo anaknyo
Nan banamo Buyuang Pamenan
Si Buyuang ko inyo baru kawin
Jo anak gadih nan rancak
Banamo si Reno Manih

Tantang rang mudo baduo ko
Bak bulan jo matohari
Samo rancak kaduonyo
Samo manih di pandang mato
Sasuai bana jo namonyo
Dek itu neneknyo nak baralek
Kan diarak kaduonyo
Karumah besannyo di Sungai Limau
Iyo mandeh si Bida Sari

Taheran pulo urang banyak
Mangapo garan Bidasari
Indak mambawok yo anaknyo
Karumah inyo sandiri
Kok ditanyo tantang itu
Jo galak inyo manjawek

[ 195 ]

"Rumah ambo agak ka kampuang
Lah panuah pulo dek dunsanak
Indak ado taluang lai
Untuak anak minantu ambo
Di siko Uwaik tingga surang

Rumah ko kami nan mambuek
Dek indak ado anak Uwaik
Iyolah anak nan padusi

Apo guno itu garan
Iyo rumah sagadang iko
Indak ado nan ka maunyi
Itu mangko kami suruah
Iyo paja nan baduo ko
Untuak maunyi rumah iko

Itan di tampek kami tingga
Rumah sagadang iko pulo
Kami unyi baduo sajo
Bapak si Buyuang yo jo ambo

Indak urang banyak tanyo lai
Urang lah sanang hati sajo
Maliek rumah nan gadang tu
Alah mah ado paunyinyo
Sulain rang tuo nan alah umua
Sarato gadih pambantunyo

Lah sudah malah baralek
Baralek bahari-hari
Saroman urang nikah kawin
Baarak arak hilia mudiak
Manjalang niniak jo mamak
Iyo kaduo balah pihak,
Malin Duano Bidasari
Induak bako kaduonyo
Bapak ketek bapak gadang

[ 196 ]

Abih dijalang kasadonyo
Iyo dek Buyaung jo padusinyo
Nan baru pulang dari Pasaman

Alah sapakan urang ko kini
Nan di rumah neneknyo di Piaman
Barulah sudah inyo manjalang
Kini inyo manarimo lai
Urang nan indak putuih naiak
Babondong-bondong urang datang
Iyo nan dijalang cako itu
Manuruik pulo sanak nan lain
Bamacam-macam dibaoknyo
Dek urang nan baru pulang
Tantu indak kan ado
Mambawo bareh jo taranak
Sarato barang nan paralu
Untuak ditanak jo digulai
Apo lai urang ko kini
Sudah baralek gadang pulo
Bareh carai bareh si puluik
Ayam jo itiak jo taluanya
Itu nan banyak dibawo urang
Karambia bapuluah-puluah
Panuahlah hari Reno Manih
Manarimo urang nan banyak tu
Indak ado inyo cangguang
Indak panah manyabuik panek
Galaknyo badarai-darai
Sanyum kida sanyum suok
Mangkin tapaku urang duduak
Nan gak jauah bamalam pulo

Kok hari alah malam bana
Acok dielo Bidasari
Ditariak sajo mah tangannyo
Ditulakan kadalam bilik

[ 197 ]

Acok pulo inyo bakato
Mano nak sayang Reno Manih
Usah dituruikkan bana
Bagarak ka ujuang jo ka pangka
Indak panah basanang diam
Badan Upiak indak biaso
Paja-paja banyak nan lain
Nan kan menyanduak jo manatiang
Manyusun samba di edangan
Kok sakik Upiak baeko
Risau kito kasadonyo

Manolah Uwaik kanduang ambo
Usah itu Uwaik risaukan
Badan Upiak rasonyo sehaik
Lah labiah tagok rasonyo tulang
Dari maso nan salamoko
Waktu Upiak di ustano
Tagak mancaliak kida suok
Duduak malantua-lantua jari
Indak panah badan bagarak
Di sinan badan banyak sakik

Uwaik ambo bagarak taruih
Ambo duduak malantua jari
Baapo kato urang beko
Manantu apo tu namonyo
Kok banci urang bakeh ambo
Disabuik mati karancakan
Atau panyagan jo pamaleh
Malulah ambo ka rang banyak

Dari daulu ambo mamintak
Buek ambo macam anak kampuang
Usah dilarang iko itan
Mak jan ado urang tau
Siapo ambo sabananyo
Kok panek Upiak baeko

[ 198 ]

Upiak baranti surang sajo
"Sananglah Uwaik tantang itu

Lah habih hari duo pakan
Lah pulang Malin Duano
Sarato Urang Bidasari
Alah mah tingga Buyuang Pamenan
Jo padusinyo Reno Manih

Buyuang pulo kini nan ranyah
Maliek si Reno indak baranti
Indak sajo manyanduak nasi
Sarato manatiang tangah rumah
Tapi lah sampai tu mah kini
Iyo batanak jo manggulai

"Mano diak kanduang buah hti
Bukan diak sayang untuak itu
Adiak dibawo pulang kakampuang
Untuak manyeso badan Adiak
Iyo Adiak indak biaso
Banyak tu urang kan disuruah
Kok tadanga ka Pařik Batu
Kakak disumpah dikutuaknyo

Urang tu urang kakak gaji
Bukanlah inyo dayang-dayang
Anak pangulu dalam kampuang
Kok duo alun lai sadang
Kito tambah surang lai

Kakak barani manarimo Upiak
Dek kakak lai barasaki
Baitu Ayah sarato Uwaik
Kok kan marasai Upiak garan
Tingga jo kakak urang kampuang
Baapo bana gadang cinto
Indak kan Kakak paturuikkan

[ 199 ]

Mandanga kato suaminyo
Galak badarai Reno Manih
Maraok inyo ka pangkuan
Sarato bakato maso itu
Kakak kanduang Buyuang Pamenan
Mangapo Kakak baitu
Manganakan ambo taruih-taruih
Kapado ustano Parik Batu
Si Payuang Lauik alah mah mati
Diantakan urang mah baratuih
Kapandam Rajo Parik Batu
Kini urang baralek juo
Manduo kali tujuah hari
Si Payuang iyo anak rajo
Duduak dikipeh dayang-dayang
"Dari pagi sampai patang
Dayang-dayang ndak urang sambarangan
Anak manti jo pangulu
Kini inyo alah takubua
Takubua pulo parangainyo
Sarato adaiknyo tiok hari
Nan indak buliah mangakok garam
Iyo mangakok puntuang angek
Nan indak panah manjantiak tanah
Duduak mangamek ateh anjuang

Kok Upiak ingin baitu
Mangapo Upiak kamari
Tingga sajo Upiak di sinan
Kawin jo Sutan Lembak Tuah
Buliah manjadi Andeh Suri
Disambah urang sanagari

Kakak karajo patang pagi
Mauruih barang dagangan
Harato datang dek paluah kakak
Rasaki kalua dari ujuang jari

[ 200 ]

Mangapo ambo kan antok sajo
Duduak mangamek malantua jari

Kok tagak kadai kito nanti
Kok lah banyak barang dalamnyo
Cawan pinggan jo kain baju
Mamintak ambo ka Kakak
lyo untuak duduak di sinan
Manjua barang ka urang datang

Mandanga kato nan bak kian
Badarai galak Buyuang Pamenan
Tapi sambia baurai aia mato
Manangih inyo maso itu
Dipaluaknyo si Reno arek-arek
Bakato tapatah-patah

Mano diak sayang Reno Manih
Dangakan malah dek adiak
Sangkek kito alun bakanalan
Baru mancaliak dari kudo
Baapo gagahnyo adiak kanduang
Iyo di ateh pungguang kudo
Bagarah kakak bakeh Uwaik
Mintak Upiak ditalangkai
Tagalak Ayah jo Uwaik
Manyabuik ambo lah gilo
Lah gilo batuka aka

Bakato ayah maso itu
Mano ang bujang anak ayah
Usah bagarah nan bak itu
Usah dicinto nan bak kian
Dilalukan hantu garah ang tu
Dapek nuri basangka ameh
Apo gunonyo itu Buyuang
Bak si Kuduang buliah cincin

[ 201 ]

Bak si Rampuang dapek subang
Baapo janyo ang mamakainyo
Dicaliak manyilaukan mato
Didaketi inyo jadi mambang
Taawai-awai Buyuang isuak
Bak manangkok bayang-bayang

Cari nak urang nan sapadan
Dapek samo bagarak
Kahilia samo hanyuik
Kamudiak samo baranang
Samo samo mancari hiduik
Bak ayah jo Uwaik Buyuang

Tapi hari kapatang ko
Katiko liau kan barangkek
Bapasan liau bakeh kakak
Usah Upiak dibiakan
Iyo karajo iko itan
Dek Upiak indak biaso
Disuruahnyo Upiak disanangkan
Disuruahnyo jago hati Upiak
Buek bak Upiak tingga juo
Dalam ustano Parik Batu
Kok kurang balanjo kito
Kok indak cukuik panghasilan kakak
Disuruahnyo manjapuik pitih
"lyo ka inyo di Simpang Ampek
Baitu bunyi pasan liau
Baitu pulo pasan Uwaik

Kok Upiak taragak nak bagarak
Indak duduak di ruinah sajo
Disuruahnyo bawo Upiak garan
Ka Padang ka Padang Panjang
Ka Solok ka Sawah Lunto

[ 202 ]

Pai maliek nagari urang
Pitih ado inyo tinggakan
Untuak pambali barang rancak
Nan katuju tu dek Upiak

Kito nantik Kak Sutan siko
Kok lah sudah manyaratuih
Inyo bajanji tumah kan datang
Datang basamo Buyuang Labiah
Malin Maulano surang lai
Balimo kito bakudo
Indak kan baapo tu di jalan
Parampok lah kurang kini
Rajo-rajo alah sapakaik
Mampasomokan parampok tu

Kok karajo ka sawah ladang
Atau iyo manjago kadai
Indak buliah tu diak kanduang
Abih berang kaduonyo
Kok buliah Upiak dek kakak
Mangarajokan nan bak itu

Sabagai pulo tu Diak Kanduang
Kok duduak Upiak di kadai
Mungkin bancano nan kan tibo
Sanyum Upiak nan manggilo
Sadang padusi lai tatariak
Kok kunun pulo laki-laki
Kok takilik iman paja-paja
Talain bunyi saponyo
Kok ereng kolek matonyo
Tampak dek kakak dari jauah
Mamakan darah padang kakak
Jadi pambunuah kakak Upiak ko

"Manolah Kakak sayang Upiak
Pancamburu Kakak kironyo

[ 203 ]

Kan Kakak kuruang Upiak garan
Indak buliah disapo urang
Pado pikiran ati Upiak
Ingin kawin jo kakak Upiak
Nak bagaua jo urang banyak
Nak iduik iyo agak lapeh
Indak dikabek arek-arek
Saroman urang di ustano
Dirantai jo tali duo eto
Bak baruak dijinakkan
Tagalak pulo Buyuang Pamenan
Iyo galak sabana galak
Indak dek manghilangkan tangih
Saroman galaknyo nan cako tu
Bakato inyo maso itu.

"O, Diak Sayang si Reno Manih
Urang sayang iyo pancamburu
Tapi bukan camburu buto
Manapuak manampa bininyo
Dek mangecek jo laki-laki
Dek kanai sapo dek urang bujang
Upiak indak kan dikuruang
Upiak indak kan dikabek
Maikua di katiak kakak
Tapi iyo kan dihindakan
Bagaua bebas jo rang banyak
Talabiah urang mudo-mudo

Upiak buliah kamano-mano
Tapi iyo basamo kakak
Atau basamo urang lain
Nan sagan urang padonyo
Upiak nan indak kanai sapo
Sabagai pulo tu diak kandung
Kok lah datang pitih ayah
Nan kan dibawo kakak kito
Iyolah kakak Sari Alam

[ 204 ]

Bamukasuik kakak garan
Nak mambuek rumah gadang
Saroman rumah rang di Padang
Sumua mandi di dalam rumah
Baitu juo mah jambannyo
Kakak iyo indak sanang
Adiak iyo mandi di tapian
Bia tapian padusi sajo
Bujang-bujang acok maintai
Balain cando kabiasaan
Bujang siko jo bujang
Di tampek kito Iamo
Antah kok dek kito urang baru
Alun biaso lai di siko.

Taheran pulo Upiak rasonyo
Baapo garan kan dibuek
Tantang gaduang nan kakak sabuik
Sarupo jo gaduang rang di Padang
Basumua mandi dalam rumah

Nan labiah pulo mangherankan
Iyo bajamban dalam rumah
Tantu tabek di bawah rumah
Atau koh banda nan baraia
Iyo baraia nan mailia
Akan maliek kito taruih
Iyo barang nan kito buang
Baranang-ranang di bawah rumah

O, Diak Sayang dangakan bana
Indak baitu mah Diak Kanduang
Nanti iyo kan adiak liek
Kok kito pai ka Padang
Di buek lubang gadang-gadang
Ditutuiknyo jo batu hampa
Dibari pulo batu lain
Dibuek papan di atehnyo

[ 205 ]

Iyo kan tampek kito duduak
Sudah duduak lubang disaok
Indakkan ado nan maliek

Kakak iyo baru sekali
Iyo pai ka Padang nantun
Tapi lah banyak kakak liek
Iyo nan dapek kito tiru
Nan elok untuak urang kito
Iyo di Padang itu garan
Bamacam bangso ado sinan
Urang Cino urang Arab
Urang Kaliang Urang Hindu
Ado pulo nan putiah bana
Urang Putiah kato rang sinan

Ado Diak nan rancak bana
Iyo nan elok untuak kito
Di sinan banyak urang garan
Nan pandai mambaco huruf
Bukan huruf sarupo kito
Tapi iyo huruf Balando
Urang Batawi nan maaja
Batawi di Pulau Jawa.

Kok kito sampai di sinan
Kito cari urang nan pandai
Kito bawo inyo kamari
Buliah kito samo baraja
Kak lah tau ciek-ciek
Tapi alun lanca bana

Lah gak lamo inyo garan
Iyo tingga jo ucinyo
Datanglah urang nan di nanti
Iyolah Sutan Sari Alam
Buyuang Labiah jo Malin Maulano
Datang bakudo katigonya

[ 206 ]Templat:Block left Templat:Right [ 207 ]Templat:Block left [ 208 ]

Pagi buto sasudah itu
Barangkek ka Salibawan
Sampai kami di Kaluai
Taruih juo lai ka mudiak
Tibo di Batuang nan baririk
Hari sanjo kami bamalam
Bamalam di lapau sajo
Indak ado mah kandang kudo
Payah kudo digigik rangik
Tapaso kami maiduikkan api
Iyo di laman lapau nantun
Nagari indak gadang bana
Di sabalah kida' rimbo gadang
Tapaso pulo itu garan
Buyuang Labiah Malin Maulano
Baganti-ganti inyo lalok
Takuik api kok nyo padam
Kok inyiak rimbo mancium bau
Bau si Balang Hitam Manih
Kok datang inyo maintai
Bakajutan pulo katigonyo

Barisuaknyo pulo sudah itu
Kami barangkek mah ka Bateh
Dari Bateh taruih ka Bonjo
Bia hari alun lai malam
Bamalam pulo' kami sinan
Nagari tu iyo gadang
Kadai nasinyo gadang pulo
Di sinan ado kandang kudo
Ado unggun panjago rangik
Dapek kami bajalan-jalan
Maliek nagari urang nantun
Manjalang hari kalam bana
Bulan tarang pulo katiko tu
Banyak lapau kami masuaki

[ 209 ]

Lapaunyo iyo panuah-panuah
Dek urang datang badagang
Sarato urang singgah sajo
Banyak kami mandapek kawan
Iyo kawan mangecek-ngecek
Batanyo tujuan surang-surang

Barisuaknyo barangkek pulo
Ka kumpulan ka Palupuah
Di Palupuah kami baranti
Maliek lubuak ikan nan sati
Ikan nyo iyo gadang-gadang
Ado nan panjang labiah sadapo
Aia janiah ikannyo jinak
Diserakkan nasi gak saketek
Bakaja inyo katangan awak
Tapi indak buliah ditangkok

Manuruik carito urang sinan
Kok ikan tu iyo dimakan
Bia nan ketek sagadang jari
Sudah makan lansuang Jo mati
Iyo mati bak ditukua
Hijau badan kasaluruhan

Taruih juo kami bajalan
Bamalam kami di Birugo
Kampuang ketek di Tigo Baleh
Tapi bia kampuang ketek
Rumahnyo iyo gadang-gadang
Dek indak ado lapau sinan
Tampek urang buliah bamalam
Kami manumpang di rumah urang

Kami ditarimo jo budi baso
Bra urang indak tau
Siapo kami sabananyo
Kakak manyabuik namo kakak

[ 210 ]

Iyo si Udin sajo garan
Dipaso kami untuak makan
Bia kami manyȧbuik kanyang
Tampek tidua batilam rancak

Kudo kami dibari tampek
Sakandang jo kudonyo
Kami lai mambaok sagu
Tapi sagunyo diagiahkan
Untuak makanan kudo kami

Katiko kami kan barangkek
Kakak tinggakan iyo pitih
Inyo indak amuah manarimo
Dibuliakkan ka saku kakak
Anaknyo indak tampak pulo
Nan kan patuik diagiah pitih

Inyo mintak diaku sajo
Iyo dunsanak lahia batin
Kami bajalan pulo lai
Ka Jambu Aia Sungai Pua
Taruih lansuang ka Padang Panjang
Malalui jalan maminteh
Lubuak Gadang itu garan
Agak babelok mah saketek
Ka Koto Laweh Pandai Sikek
Ka Singgalang ka Padang Panjang
Lansuang kami hari tu juo
Ka nagari Palabihan
Di sinan kami bamalam
Di rumah rajonyo Tuanku Mudo
Ado mah pasan dari ayah
Untuak mancari urang iko
Sabab iyo andeh surinyo
Badunsanak mandeh jo ayah

[ 211 ]Templat:Block left [ 212 ]

Iyo si Udin sajo garan
Dipaso kami untuak makan
Bia kami manyabuik kanyang
Tampek tidua batilam rancak

Kudo kami dibari tampek
Sakandang jo kudonyo
Kami lai mambaok sagu
Tapi sagunyo diagiahkan
Untuak makanan kudo kami

Katiko kami kan barangkek
Kakak tinggakan iyo pitih
Inyo indak amuah manarimo
Dibuliakkan ka saku kakak
Anaknyo indak tampak pulo
Nan kan patuik diagiah pitih

Inyo mintak diaku sajo
Iyo dunsanak lahia batin
Kami bajalan pulo lai
Ka Jambu Aia Sungai Pua
Taruih lansuang ka Padang Panjang
Malalui jalan maminteh
Lubuak Gadang itu garan
Agak babelok mah saketek
Ka Koto Laweh Pandai Sikek
Ka Singgalang ka Padang Panjang
Lansuang kami hari tu juo
Ka nagari Palabihan
Di sinan kami bamalam
Di rumah rajonyo Tuanku Mudo
Ado mah pasan dari ayah
Untuak mancari urang iko
Sabab iyo andeh surinyo
Badunsanak mandeh jo ayah

[ 213 ]

Dari nagari Palabihan
Labuah gadang nagari elok
Lubuak Aluang jo Sicincin
Lakeh sampai kami kamari
Dek kawan nan baduo
Alah panah pulo kamari
Basikuna dari Tiagan
Mudah kami mancari rumah ko

Baitu kisah pajalanan
Itu di laman kudo Upiak
Turun malah Upiak sabanta
Untuak basuo tu jo inyo
Antah inyo lai ingek juo
Kok indak ingek pado rupo
Mungkin ingek pado suaro

Lah turun tampak Reno Manih
Dibawonyo pulo sakapiang
Gulo anau pakirin andeh
Dicarinyo si Balang Candai
Sadang mangecek jo Buyuang Pamenan
Batigo dengan Hitam Manih

Diidunyo si Balang Candai
Iyo dek Upiak Reno Manih
Antok sajo kudo nantun
Bakato inyo muso nantun
Mano Diak Kanduang Balang Candai
Kok lupo Buyuang bakeh kakak
Kakak iyo mah taragak
Taragak naiak ka pungguang ang

Mandanga kato Payuang Lautk
Maringih kareh Balang Candai
Maringih bagai rang manangih
Manangih pulo Payuang Lauik
Buyuang sangko Upiak lah mati

[ 214 ]Templat:Block left Templat:Right [ 215 ]Templat:Block left [ 216 ]Templat:Block left [ 217 ]Templat:Block left [ 218 ]Templat:Block left [ 219 ]Templat:Block left [ 220 ]

Takuik aia kurang janiah
Dindiang nan dari papan banio
Dibali dari Palabihan
Atok nan dari belek mipih
Dibawo urang dari Batawi
Dapek dibali mah di Padang
Bia banyak urang nan datang
Tukang-tukang di dalam koto
Andak manolong sambia baraja
Tapi rumah iyo gadang bana
Indak sudah sabulan duo

Dek itu urang nan batigo
Babaliak inyo pulang
Iyo pulang ka Parik Batu
Andeh ayahnyo kok nyo rusuah
Anak lamo bana bajalan
Alah mah labiah duo bulan

Inyo pulang jo jalan lauik
Naiak si kuna rang padagang
Kan singgah inyo di Sasak
Manyalang kudo rang Sasak
Dek Kudo nan dibawonyo
Alah mah tingga katigonyo
Baitu kandak Marah Lauik
Sarato Upiak Reno Manih

_____ [ 221 ]

PANUTUIK

Kito taruihkan kaba kito
Saketek lai kan panutuik
Ado garan salapan taun
Sasudah carito nan cako tu
Agak takajuik urang garan
Iyo nan tagak di halaman
lyo halaman Ustano Parik Batu
Maliek kudo tigo ikua
Baranti di Jaman rumah
Batigo pulo di atehnyo
Sarate duo anak ketek

Surang dari nan batigo tu
Turun tantang janjang ustano
Dilapehkan kudo kakawannyo
Dielonyo tangan anak ketek
Naiak inyo ka ustano
Dilapeh sajo dek dubalang
Nan tagak jauah mamandangi

Urang nan baduo lai
Lai inyo mah turun juo
Tapi iyo agak jauah
Dikabekkannyo mah kudonyo
Di laman rumah gadang nan baru
Rumah sutan Sari Alam
Batanyo urang nan takajuik
Iyo kapado dubalang ustano
Nan tagak maliek dari jauah
”Mano kawan dubalang ustano
Siapo garan nan datang tu
Rancaknyo maijgeh Puti kito
Iyo Puti kito nan lah mati

[ 222 ]

Manolah Kakak nan batanyo
Indak jaleh tu dek ambo
Siapo garan urangnyo
Tapi dek inyo samo datang
Jo Tuanku Rajo Sasak
Ambo biakan inyo naiak
Biapun inyo indak mintak
Mintak katokan inyo nak naiak

Kakak iyo tau juo
Dek Rajo Sasak iko kini
Kakak ipa dek Sutan kito
Iyolah Sutan Sari Alam
Kaba ko indak dipanjangkan
Dek Sutan kito iko kini
Alah barumah pulo siko
lyolah Puti Mambang Pulau

Tantang urang nan naiak cako
Indak inyo batanyo-tanyo
Lah sampai inyo di surambi
Taruih inyo ka ruang tangah
Lah tampak Tuanku Parik Batu
Duduak mangaji di tanggo anjuang
Dielonyo juo anak baduo
Dipacapeknyo mah langkahnyo
Lah sampai inyo maraok
Mamaluak rajo nan duduak tu

Takajuik gadang rajo kito
Indak saketek inyo sangkokan
Urang nan datang bakeh inyo
Lai tadanga langkah urang
Tapi nyo sangko dayang-dayang
Taruih sajo inyo mangaji

"Ampnunlah Upiak Ayah Kanduang
Mangapo Ayah antok sajo

[ 223 ]

Berang juo Ayah ka Upiak
Upiak datang jo cucu ayah
Alah baduo inyo kini
Taragak Upiak ndak tatahan
Dek arok diampun maaf ayah
Upiak bawo cucu ayah nan baduo
Upiak baranikan diri Upiak
Manjalang ayah kamari
Mangapo ayah antok sajo
Andeh Upiak di mano garan

Manuruik kato Kakak Kanduang
Ayah iyo indak batanyo
Tantang iduik mati Upiak
Tantang lahianyo anak Upiak
Inyo indak babarito pulo
Takuik ayah kan berang juo
Dek andeh baitu pulo
Lah mati bana Upiak garan
Alah mah sudah.Ayah antakan
Payuang Lauik kadalam kubua
Kuburan di Pandam Rajo

Dek rajo indak manyauik
Batambah kareh tangih si Payuang
Turun andehnyo dari anjuang
Takajuik mandanga rang manangih

Lah tampak Puti Payuang Lauik
Tampak paja duo baradiak
Ado maireh karomannyo
Manangih pulo Linduang Bulan
Di paguiknyo cucu kaduonyo

"Dari mano kalian turun
Dari langik jatuah kamari
Mancari anduang nan tuoko
Lah gadang kalian garan

[ 224 ]

Indak panah anduang mandanga
Pabilo kalian lahia
Indak ado urang mambari tau
Kiniko lah datang sajo
Siapo garan namo Buyuang
Siapo pulo namo Upiak
Tabayang dek anduang maso mudo
Wakatu si Sutan jo si Payuang
Sagadang kalian nan baduo

Maraok kini Payuang Lauik
Kaharibaan yo andehnyo
Ampnunlah ambo Andeh Kanduang
Kami lai kan bapasan
Kakak nan takuik manyampaikan
Dek ayah jo andeh ndak batanyo
Tantang Upiak nan lariko
Berang juo mah agaknyo
Dek itu inyo diam sajo

"Mano nak sayang Payuang Lauik
Indak ade kami nan berang
Katiko Upiak alah pai
Kami iyo baibo hati
Raso sabana kamatian
Langang sunyi rumah nan gadang
Suaro Upiak tangiang-ngiang
Galak Upiak tadanga-danga
Putuih hati kami baduo

Ayah Upiak acok mmambisu
Bahari-hari nyo diam sajo
Jikok andeh mangecek jo inyo
Dilawannyo jo angguak geleng

Sajak kami manyaratuih hari
Si Sari Alam jarang pulo naiak
Bak urang alah berang pulo

[ 225 ]

Iyo jo kami baduo ko
Dayang-dayang nan mudo mudo
Pai surang pai baduo
Akianyo abih ka sadonyo
Abih kawin inyo garan
Baapo kami manahannyo

Nan sataun duo kudianko
Sajak kawin si Sari Alam
Iyo jo Puti Mambang Pulau
Adiak dek Tuanku Sasak
Kok paja tu datang kamari
Baru rumah ko rupo rumah
Alah tabukak sado tingkok
Indak lamo nyo di siko
Hanyo sahari duo pulo
Paliang lamo iyo sapakan

Si Sari Bulan jarang naiak
Inyo kan iyo indak pangecek
Talabiah sajak nyo baranak
Acok inyo di rumah sajo
Langang urang nagari ko
Sajak Upiak indak di siko
Nan paliang langang tarasonyo
Iyolah jalan ka tapian.

Daulu iyo rami bana
Tampek kalian bamain-main
Upiak jo kawan samo gadang
Sarato dayang mudo-mudo
Batu-batunyo lah balumuik
Di tapinyo lah tinggi rumpuik
Bungo-bungo lah habih mati
Ibo ati malieknyo
Andeh jarang mandi di sinan”

[ 226 ]

Kok kak Mambang datang kamari
Indak koh inyo bacarito
Tantang kami anak-baranak
Dek inyo acok ka Piaman
Dibawo kakak Sari Alam”

Mano inyo kan bacarito
Tantu dilarang dek lakinyo
Kami indak batanyo pulo
Dek kami iyo indak tau
Baso kalian bahubungan

Dari cako Tuanku Pabrik Batu
lyo mandanga-danga sajo
Sambial maapuith aia mato
Kini inyo sato mangecek
Bakato tapatah-patah

"Cubo bawo paja baduo tu
Nak dipangku pulo dek niniaknyo
Siapo garan namonyo
Lai tabawo roman kalian
Lai mah rancak kaduonyo”

Diantakan paja dek Linduang Bulan
Kapangkuan niniaknyo nantun
Diciumnyo sapueh hati
”Siapo namo kalian
Bari tarang pado Niniak
Niniak indak dibari tau
Baso kalian alah ado
Ibo rasonyo hati Niniak

”Bakato Puti Payuang Lauik
Mano Buyuang sayang Uwaik
Sabuik malah namo Buyuang
Itu ado angku jo uci Buyuang
Alun panah Buyuang basuo”

[ 227 ]

Bakato paja nan gadang
Lantang nyariang suaronyo
”Namo Buyuang iyo si Alam
Sabananyo Sutan Alamsah
Adiak buyuang Intan Cayo
Di panggiakan sajo nyo si Intan
Uci Buyuang di Simpang Ampek
Angku Buyuang di sinan pulo”

Taraso dek Payuang Lauik
Bahaso inyo alah salah
Bakato inyo maso itu
”Uci jo angku Buyuang
Kaduonyo di simpang Ampek
Di rumah tampek kito bamalam
Di siko iyo anduang jo niniak
Niniak kalian ayah Uwaik
Anduang kalian andeh Uwaik
Andeh itu caro rang di siko
Iyo uwaik caro kitonyo

Bakato pulo dang niniaknyo
”Ayah kalian mano tu nyo
Mangapo inyo indak kamari
Sadang di mano inyo kini”’

”Ayah buyuang lai mah datang
Inyo indak naiak rumahko
Inyo pai kalrumah itan”’
Kato si Buyuang sambia manunjuak

”Iyo lai inyo kamari
Inyo kini di rumah baru
Bia Upiak japuik sabanta
Tingga kalian paja-paja
Uwaik manjapuik ayah kalian

Bakato sanan Linduang Bulan

[ 228 ]

”Usah Upiak pulo nan turun
Tampak baeko dek si Sari
Atau iyo dek andehnyo
Indak rasio tatutuik lai
Bia rang dapua nan disuruah
Si Sari Alam nan diimbau
Disuruah bawo mah kawannyo

Lah pai urang manjapuik
Bakato sanan Payuang Lauik
Manolah ayah kanduang Upiak
Sarato andeh sayang Upiak
Kok ado urang batanyo
Siapo kami iko garan
Katokan malah dek ayah jo andeh
Iyo adiak Tuanku Sasak
Adiak dek kakak Mambang Pulau
Dek ado mah saireh
Lai urang kan picayo

Kok buliah kami di siko
Iyo samalam duo malam
Barisuak kak Sutan iyo pai
Pai ka Sasak manjapuik nyo
Nak samo-samo kami siko

Alun ayah jo andehnyo
Manjawek kecek Payuang Lauik
Alah mah naiak Bujang Piaman
Inyo datang surang sajo
Baru sampai inyo manyambah

”Ampuniah ambo Tuanku Rajo
Ampunlah ambo Andeh Suri
Iyo kok ambo nan dijapuik
Baitu kato kak Sutan
Adokoh ambo diampuni

[ 229 ]

Indak berang Tuanku lai
Iyo kaambo nan basalah

Jikok digantuang ambo tinggi
Jiko dibuang ambo jauah
ambo iyo mangaku salah
Tapi cucu Tuanku nan baduo
Urang nan kan manangguangkan”

"Mano nak buyuang ayah si? Alam
Usah itu diulang juo
Usah berang disabuik juo
Lah lamo berang ayah ilang
Sajak si Payuang dikubuakan
Nan tingga iyo ibo hati
Awak tuo tagolek surang
Rumah langang kampuanglah sunyi.

Kalian iyo antok sajo
Indak panah kaba barito
Alah baduo cucu ayah
Lah gadang-gadang nyo kironyo
Lah bijak pulo nyo mangecek
Saketek haram ayah tau
Bahaso ayah lah bacucu
Itan jauah di rantau urang

Sabagai pulo tu nak kanduang
Akuilah ambo nan tuo ko
lyo ayah pado Buyuang
Usah Tuanku Rajo juo
Usah Andeh Suri juo
Nan patuik di danga talingo ko
Sajak cako Buyuang datang
Dijapuik mangko Buyuang naiak
Baapo mangko baitu
Baapo Buyuang manyisiah kasiah”

[ 230 ]

Maraok Bujang Piaman
Diciumnyo tangan Tuanku Rajo
Lah basah dek aia matonyo
"Ampunlah Buyuang ayah kanduang
Bukan Buyuang manyisiah kasiah
"Lah lamo Buyuang mintak kasiah
Indak tau Buyuang garan
"Ayah nan indak berang lai
Ambo nan alah dimaafkan
Mangko ambo indak panah singgah
Indak pulo manyampaikan pasan
"Manuruik kato kakak kami
Tyolah sutan Sari alam
Ayah jo andeh indak panah
Bakato kato tantang kami
Atau batanyo kaba kami
Dek tadi cako iko
Ado ambo kan naiak pulo
Samo manyambah mintak ampun
Jo urang nan batigo ko
Tapi ndak buliah dek si Payuang
Disuruah Buyuang manunggu
Kok lai disuruah japuik”

"Kok paja nan surang tu
lyo si Upiak padusi Buyuang
Usah inyo didangakan bana
Inyo tau diperang urang sajo
Salah inyo indak inyo tau

Baitu kami ditinggakan
Hampia sakik sapanjang hari
Sakik taragak baibo hati
Inyo larang mambawo pasan
Inyo larang Buyuang singgah siko
Kok Buyuang datang ka Simpang Ampek,

[ 231 ]

Cako iyo inyo larang pulo
Buyuang naiak ka rumah ko

Nan salah itu iyo inyo
Nan durako inyo surang
Buyuang indak panah sato-sato
Kito ndak panah basalahan
Buyuang ndak maraiahnyo
lyo indak mambujuaknyo
Supayo nikah jo si Buyuang

Lah sampai kini nyo di siko
Mambawo kalian nan batigo
Nak baliak pulo nyo hari ko
Cubo malah Buyuang timbang
Baapo gadang sayangnyo
Baapo bana mah kasiahnyo
Iyo ka kami baduo ko

Disuruahnyo kami bamimpi
Iyo bamimpi di siang hari
Maliek anak bidadari

Iyo turun dari langik
Maraok ka pangkuan kami
Sudah itu nyo tabang baliak
Antah pabilo kan basuo lai”

"Ampuniah Buyuang ayah kanduang
Alah mupakaik kami cako
Tyo mupakaik jo kak Sutan
Sarato kak Rajo dari Sasak
Sasudah makan iko beko
Babaliak kak Sutan yo ka Sasak
Manjapuik kakak Mambang Pulau
Barisuak inyo tu datang
Bia di siko mah daulu
Paja-paja nan baduo ko
Sarato Puti Payuang Lauik

[ 232 ]

Barapo lamo nyo kan siko
Iyo tasarah bakeh ayah
Sarato andeh kanduang ambo
Ambo bia pulang daulu
Banyak urusan ditinggakan
Nantik ambo babaliak pulo
Manjapuik urang nan batigo

Supayo urang ndak batanyo
Siapo garan kami nangko
Sabuik malah dek ayah jo andeh
Ambo bagala Marah Lauik
Adiak Sabapak Bujang Piaman
Si Upiak banamo Reno Manih
Adiak sa bapak pulo garan
iyo dek' kakak Mambang Pulau

Kok sapakan urang ko siko
Basamo kakak Mambang Pulau
Indak tacangang urang garan
Indak kan banyak nan batanyo

Dek pakaian si Payuang Lauik
Balain dari daulu
Indak kan lakeh urang ingek
Iyo ruponyo nan daulu

Basamo samo kito jago
Rasio iko jan tabukak
Malu gadang ayah kaurang banyak
Disabuik mangicuah rakyat sadonyo
Nak elok namo jadi rajo”

"Dek itu ayah antok sajo
Ayah tutuik muluik rapek-rapek
Indak ayah batanyo-tanyo
Sakali-sakali lai juo
Malin Duano datang kamari
Kadang-kadang iyo basamo

[ 233 ]

Jo Uwaik Buyuang Bidasari

Kami indak panah mangecek
Tantang kalian nan baduo
Takuik dindiang kok batalingu
Baitu pulo jo si Mambang
Sarato dunsanaknyo kasadonyo
Iyo nan datang salamoko
Sahinggo indak kami tau
Iyo si Mambang tau juo”

Bakato sanan Marah Lauik
Katiko kak Sutan alun kawin
Iyo jo kakak Mambang iko
Panah kami yo ka Sasak
Basuo jo Tuanku Sasak
Inyo indak dapek mah dikicuah
Dek inyo bakawan jo kak Sutan
Inyo dibawo barasio
Wakatu itu iyo garan
Baliau itu alun lai kawin

Tapi sampai kini nangko
Inyo baduo jo kak Mambang
Tyo nan tau rasio ko
Tantang bininyo itu garan
Iyo kami nan mancarikan
Anak rajo dari Tiagan
Bakarik juo jo ayah ambo

Nan sakarang kini naneko
Nasi andeh alah talatak
Elok ambo japuik kak Sutan
Sarato Tuanku Rajo Sasak
Buliah urang tu lakeh pai
Iyo ka Sasak hari ko juo
Nak dapek tu barisuak
Datang kamari kakak Mambang

[ 234 ]

Lah datang garan Mambang Pulau
Urang batigo alah pai pulo
Mauruih karajo surang-surang
Lah tingga urang nan barampek
Sananglah hati Tuanku Rajo
Sarato Puti Linduang Bulan.

Dari pagi sampai patang
Asyik bamain jo cucu tu
Bakaba tantang kancia cadiak
Atau kambiang jo harimau
Sananglah hati paja-paja

Tantang si Upiak Reno Manih
Lah lakek namonyo itu garan
Takuik anak-anaknyo
Tacangang taheran pulo
Jikok mandanga namo lain
Jo ayah jo andehnyo
Jiko ado paja-paja tu
Ajah maimbau si Manih pulo

Inyo iyo sibuak kini
Iyo mamasak gulai jo juadah
Nan alah dipalajarinyo
Dari kawannyo urang Padang
Iyo gulai caro Kaliang
Pakai bumbu dari Kaliang juo
Katumba jintan garda munggu
Alah bacangkeh marica palo
Sadonyo lamak dek ayahnyo

Caro Cino nyo pandai pulo
Alah banyak inyo baraja
Bumbu iyo di_bawonyo
Takuik ndak ado rang manjua
Duo pakan nyo di rumah
Alah banyak nan dibueknyo

[ 235 ]

Manyanangkan hati ayah andehnyo

Mambang Pulau baraja pulo
Inyo alah pai ka Padang
Ka Agam ka Padang Panjang
Tapi alun lai baraja

Bakaba pulo Reno Manih
Karajonyo sahari-hari
Kalau inyo sadang di rumah
Iyo baraja jo rang lain
Kudian maaja gadih-gadih
Nan datang basamo karumahnyo

Inyo iyo maaja mangaji
Iyo Quran satamaiknyo
Lain hari manulih jo mambaco
Iyo mambaco huruf Balando
Dibawo urang dari Batawi

Manjaik-jaik iyo juo
Pakaian paja pakaian rang gadang
Inyo baraja manjaik
Baeko inyo ajakan pulo
Iyo ka kawan samo gadang

Indak panah inyo duduak diam
Ado sajo nan kan dibueknyo
Iyo nan elok untuak rang banyak
Suaminyo si Marah Lauik
Manuruikkan pulo kahandaknyo
Indak saketek pitih kalua
Untuak baraja iko itu
Dek rasakinyo batambah pulo
Salamo kawin jo Reno Manih
Dek itu indak inyo tahan-tahan
lyo pitih nan kan Kalua
Sajak inyo baranak nangko

[ 236 ]

Bendi pulo nan dibalinyo
Ndak payah si Reno naiak kudo

Untuak dagang inyo sandiri
Nyo beli kabau jo padati
Lah kurang pulo karajo kudo
Maangkek baban dari Padang

Mandanga carito Reno Manih
Nan ditolong pulo dek si Mambang
Panah kalua dari Linduang bulan
Kato kato agak manyasali
Manyasali Tuanku Rajo
Kok baralah kito saketek
Ndak kareh bana manurnikkan adaik
Tantu Upiak kan diam siko
Iyo di rumah Malin Duano
Di rumah gadang Simpang Ampek

Baapo bana jauah Padang
Dek si Bujang ado kamauan
Tantu kan tacapai juo
Sagalo nan Upiak sabuik nantun

Kok tajadi nan bak itu
Nagari kito nan kan tasabuik
Tapandang di muko urang banyak
Kok Jai urang nan maaja
Mandeh Rubiah diajanyo
Mandeh Rubiah iko pulo
Maaja paja-paja lain”

”Usah nan lamo diratoki juo
Indak ado kan gunonyo
Manabikkan ibo hati sajo
Elok nan isuak kito pikiakan
Alun talambek itu mah garan

[ 237 ]

Ayah alah mah bajanji
Kan maangkek si Sari Alam
Manjadi rajo nagari ko
Dek inyo Sutan Lembak Tuah
Indak kan mungkin doh tampaknyo
Lah lapan taun inyo sakik
Sakik nan indak bakailiran

Antah apolah namonyo
Dikatokan gilo indak bana
Dapek juo nyo bapikia
Dikatokan muno indak pulo
Jiko lai di hatinyo
Pandai juo bacarito panjang
Nan jaleh itu kini ko
Yo galak jo manangih
Indak panah diliek urang

Lah payah dukun maubek
Bakuliliang mancari dukun
Panyakik indak amuah cegak
Mahabihkan pitih sajo
Lah mahabih pitih ayah
Sarto pitih andehnyo
Dek ibo awak ka inyo

Tantang si Buyuang Sari Alam
Acok disabuik Manti Tuo
Sarato pangulu nan fain tu
Elok inyo nan diangkek
Dari kini dijadikan tungkek
Dari pado mencari ka nan lain
Dek di dalam nagariko
Indak ado lai nan patuik
Tapi inyo nan indak namuah
Agak sagan nyo jadi rajo
Maleh inyo disambah vrang
Dek kami maumbuak-umbuak juo

[ 238 ]

Lai inyo manarimo juo
Dek ibo pado nagari ko
Tapi inyo mintak janji
Iyo handak mancani pitih
Untuak iduik kudian nantik
Usah iduik dari rakyat

Sabagai pulo itu garan
Inyo alun amuah takabek
Kok inyo manjadi tungkek
Tantu takabek di nagari
Indak dapek kamano-mano
Maliek nagari urang
Iyo mancari pangalaman
Sarato mancari barang dagang

Bakato sanan Reno Manih
”Manolah Ayah kanduang ambo
Lah elok bana tu mah ayah
Kok Kakak manjadi tungkek
Kudian manjadi rajo
Kak Mambang bawo kamari
Usah inyo di Sasak juo
Bia indak inyo nantik
Iyo manjadi Andeh Suri
Inyo dapek itu nanti
Bagaua jo rakyat banyak
Manunjuak ajari rang banyak tu

Bakato sanan Mambang Pulau
”Ampunlah ambo Ayah Kanduang
Ambo iyo indak tacinto
Indak taragak itu garan
Kan manjadi Andeh Suri
Lah panah disabuik dek kak Sutan
Kok inyo manjadi rajo
Iyo ambo itu isuak
Nan kan jadi Andeh Suri

[ 239 ]

Bana-bana ambo indak nio
Ambo sarupo Reno Manih
Indak ingin ambo disambah
Indak pulo amuah takabek
Tingga di ustano salamonyo
Jarang bana kalua rumah

Kok ambo kan tingga siko
Kok buliah dek kak Sari Bulan
Bia ambo di rumah baru
Di tampek kak Sutan kini
Bia kak Sari nan manjadi
lyo manjadi Andeh Suri

Tantang maaja rang banyak
Bia ambo baraja dulu
lyo ka Upiak Reno Manih
Kok lah pandai ambo beko
Kan apo kapandaian tu

Kok indak untuak basamo
Tapi hanyo akan sabuah
Indak kan dapek ambo garan
Sakancang adiak Reno Manih
Dalam baraja jo maaja

Nan disabuik si Reno cako
Alun sadonyo itu garan
Mungkin alun nyo caritokan
Inyo ampunyo rumah gaduang
Rumah gadang caro rang Padang
Sanang bana hati tingga sinan
Sadonyo di dalam rumah
Rumah tu salalu rami
Iyo dek anak gadih-gadih
Inyo datang bukan manjaik sajo
Mamasak makanan lamak
Tapi iyo baraja pulo

[ 240 ]

Iyo barabab bakucapi
Sarato bacanang batalempong
Bagandang basuliang buluah
Iko iyo sakali sapakan
Tapi sadonyo bagadang hati
Mulo-mulo kato kak Marah
Inyo diimbau dek rajo sinan
Mangatokan ike indak elok
Tapi kudian-kudian ko
Inyo sandiri acok datang
Maliek gadih-gadih main
Sarato manari jo manyanyi

Kok di siko ambo isuak
Kok ado kakak bapitih
Ambo iyo mintak dibuekkan pulo
iyo rumah sarupo itu
Kalau indak dapek gadang bana
Sapaduo itu jadi diambo”

Lah duo pakan di ustano
Iyo si Payuang jo anaknyo
Lah datang garan Bujang Piaman
Manjapuik anak jo bininyo
Banyak inyo mambao barang
Untuak ayah jo andehnyo
Kain baju jo cawan piriang
Banyak pulo makan-makanan
Satato buah-buahan

Sahari sabalun pulang
Dibuek malah dek si Payuang
Iyo masakan rang Pasaman
Baraja inyo ka andehnyo
Dek inyo alun pandai bana
Randang paku campua jo ayam
Nan Tahan babulan-bulan

[ 241 ]

Baitu pulo lamang lauak
Dari pantau jo tali-tali
Katigo palai daun labu
Ikan kulari di dalamnyo
Nasi manihnyo dibuek pulo
Wajik batakiak mah namonyo
lyo wajik jo karambia giliang
Karambi nyo banyak-banyak
Iko iyo tahan pulo dua tigo bulan

Alah ase kasadonyo
Lah duo malam si Bujang sinan
Iyo pagi-pagi buto
Sabalun urang jago lalok
Bakameh urang kan barangkek
Sari Alam jo Buyuang Labiah
Sarato Malin Mauiano
Kan maanta sampai nagari Sasak

Alah manyambah Payuang Lauik
Manyambah pulo Bujang Piaman
Bakato inyo maso itu
"Ampunlah ambo Ayah Kanduang
Sarato andeh kanduang Buyuang
Bia pulang kami daulu
Sakali sataun kami datang
Manjanguak ayah jo andeh
Kok ayah indak rajo lai
Kami japuik ayah kamari
Sarato andeh kanduang kami
Barapo lamo kan di sinan
Tagantuang pado ayah sajo
Dek si Upiak tyo punyo gaduang
Rasokan sanang ayah sinan

Indak manjawek Tuanku Rajo
Hanyo maapuih aia mato

[ 242 ]

Sambia mancium cucu-cucu
Saraso indak kan dilapehnyo
Sabanta sudah itu
Diraih paja-paja nantun
Iyo dek andeh Linduang Bulan
Maratok inyo kareh-kareh
"Kan pai malah kalian lai
Cucu anduang kaduonyo
Kan tingga anduang kadingingan
Kan langang pulo ustano ko
Indak kan tadanga lai
Iyo kalian manari-nari
Raso bamimpi anduang nangko

Pabilo sayang kalian kan baliak
Lah kariang garan mato anduang
Sabab managih dek taragak
Roman kalian hari-hari
Kan tangiang tu mah sayang anduang
Suaro kalian nan nyariang tu
Putuih rasonyo tali jantuang
Ka siapo anduang kan mangadu
Lai kan panjang umua anduang
Sampai kalian baliak pulo
Ondeeh nak ondeeh sayang anduang”

Sutan Sari Alam itu garan
Maraiah paja kaduonyo
Dari pangkuan andehnyo tu
Kok sayang andeh bakeh ayah
Usah andeh manangih juo
Takajuik urang baeko
Bahamburan urang kamari
Tabukak rasio kito
Kan buruak malah namo ayah

Salamo ayah jadi rajo juo
Dek ambo alun lai namuah

[ 243 ]

Manggantikan baliau ko
Kok taragak andeh ka paja ko
Andeh surang buliah ambo bawo
Tapi usah lamo-lamo
Payah pulo ayah tingga surang

Bakato sanan Bujang Piaman
Kok andeh amuah ka sinan
Usah kakak nan mambawo
Ambo malah nan manjapuik
Kakak tingga malah di siko
Sarato kakak Mambang Pulau
Manjago ayah kito nangko

Tagalak sanan Sari Alam
Kok nan elok pado kito
Iyo baitu tu mah kawan
Tapi kito ko barasio
Kok baranyo urang naniik
Kamano andeh kito pai
Kamano kito sabuikkan
Kalau si Mambang kamari pulo

Si Mambang tingganya di Sasak
Atau kok inyo samo pai
Jo andeh kito ka Piaman
Si Sari Bulan ambo suruah
yo tingga manjago ayah
Salamoko kan baitu juo
Kok andeh pai ka Sasak

Tapi inyo acok camburu
Kok lamo andeh di Sasak
Nan kan datang kini nangko
Ambo iyo tingga di siko
Nak senang hati Sari Bulan
Buyuang nanti manjapuik mandeh
Tapi usah lamo-lamo

[ 244 ]

Di tahan andeh di sinan
Paliang lamo iyo sapakan
Kito samo tau juo
Baapo carewek Sari Bulan
Labiah-labiah kini nangko
Salamo inyo baranak ketek

Lah turun urang ka halaman
Tingga Tuanku Parik Batu
Sarato Puti Linduang Bulan
Inyo malapeh dari tingkok
Sambia maapuih aia mato
Antah siapo itu garan
Di antaro kaduonyo
Nan labiah basadiah hati

Lorong Daulaik Parik Batu
Urangnyo iyo tasabuik elok
Urang tasabuik di daerah
Daerah Pasaman saluruahnyo
Kini inyo duduak manangih
Manangih di anjuang ameh
Manangisi nasib buruaknyo
Anak baduo rancak-rancak
Lah jauah kini dari awak
Cucu alah mah batigo
Surang indak dapek diawai
Makanan badulang-dulang
Buah-buahan bakatidiang
Indak ado nan ka mamakan
Salain pambantu gaek-gaek

Tabayang io tu di matonyo
Sangkek Sari Alam jo si Payuang
Paja-paja baru ketek-ketek
Manjalang si Payuangg duo baleh
Rumahnyo rami salalu
Anak-anak banyak nan datang

[ 245 ]

Dayang-dayang mudo-mudo pulo
Makanan indak ba kasadangan
Baitu pulo buah buahan
Bia tiok hari ado nan maanta
Abih juo sahari tu

Tampak-tampak pulo kini
Sajak lapeh umuanyo duo baleh
Barapo takahnyo di ateh kudo
Di dakek kakaknyo anggun jombang
Acok basuo paja nantun
Iyo urang Bujang Piaman
Nan anggun nan jombang pulo
Saroman Tuanku Gombang Patuanan
Urang nan rancak di Pasaman

Manokan amuah inyo garan
Ditunangkan jo Lembak Tuah
Urangnyo tampan indak, parangai buruak
Angkuah sombong maangkek diri
Balain bana jo kakaknyo
lyolah Sutan Sari Alam

Rajo nan lain nyo ndak tau
Indak panah dipasuokan
Dek iyo mukasuik dalam hati
Inyo iyo kan dikawinkan
lyo jo Sutan Lembak Tuah
Amaknyo jadi Andeh Suri
Lembak Tush menjadi rajo

Kiniko baru sasa tibo
Awak tuo panyakitan pulo
Kamanakan ndak mungkin jadi rajo
Anak kanduang batangguah pulo
Kamano sasa dilantakkan
Baapo manciciakannyo
Inyo manuruik siang malam

[ 246 ]

Siang mangganggu ka karajo
Malam manjadi mimpi buruak

Sabagai pulo itu garan
Kok inyo turuik sajo elok-elok
Iyo lah pintak Sari Alam
Supayo manyuruah paja-paja tu
Lari sajo tangah malam
Lari sajo jauah-jauah
Antah ka Padang ka Piaman
Dek takuik disabuik urang
Awak ndak amuah maizinkan

Takana bana dek nyo garan
Kato-katonyo maso itu
Kato kalua jo hati berang
Labiah suko inyo garan
Maliek anak tu mati
Iyo mati mambunuah diri
Dari maliek inyo lari
Jo rang padagang ndak babangso
Kok indak dek cadiak Sari Alam
Ado jauhari bijaksano
Pandai tau nyo kironyo
Maelo rambuik dalam tapuang
Dek rambuik indaknyo putuih
Tapuang indak taserak pulo
Lai mah iduik kasadonyo
Sasa nan tingga itu kini
Iyo paralu manyimpan rasio
Kok panjaik sanang mambungkuihnyo
Iko urang ampek baranak

Hanyo untuang itu kini
Dapek tobaik pado Allah
Kok si Payuang mambunuah diri
Bujang Piaman mati pulo
Sabab dek kareh awak surang

[ 247 ]Tantu narako nan mananti

Awak nan jadi pambunuahnyo

Si Payuang timbunan sayang
Kan kaka pulo di narako
Dipaciknyo kapalonyo

Kadang-kadang ditenju-tenjunyo
Untuang ndak ado rang maliek

Acok tajadi nan bak itu
Antah pabilo kan habihnyo


tamat [ 248 ]PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PADANG

Pengarang : SELSIH

Judul : Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik

Call No. : 899.223.13

NIB : 072/BBP/2010/B:1(1) [ 249 ]bp PN BALAI PUSTAKA - JAKARTA