Keputusan
Basa Ampek Balai
Kabar berpindah lagi, sungguh berpindah disana juga, ialah kepada Puti Bungsu, dalam Nagari Padang Gantiang, masuk wilayah Tuan Kadi. Keputusan besar di Balai Basa, berkumpul Basa keempatnya, serta Tuan Gadang di Batipuah. Pangulu Gadang Basa Batuah, serta orang cerdik pandai, lengkap alim dan ulama.
Pada masa itu, ramai Nagari Padang Gantiang, melihat perkara Cindua Mato, yang menggunggung membawa terbang, melarikan Puti Bungsu, lalu berkata Tuan Kadi,
“Nah, bagaimana kita yang Ampek Balai, apakah kata pembicaraan kita, berkaitan dengan keadaan Buyuang Cindua Mato, terinjak bara, hitam tapak, terinjak kapur putih tapak, melanggar rencana, dengan buatan, manggungguang membawa terbang, melarikan anak kemenakan orang, memberi malu Rajo Imbang Jayo.
Menurut janji yang direncanakan, ialah padan yang diukur, mengantarkan kerbau pemberian, ialah kerbau si Binuang, kepada Rajo Sikalawi, karena beliau akan bermenantu, menikahkan anak kandungnya, yakni si Upiak Puti Bungsu dengan Rajo Imbang Jayo.
Tanda anak ada berbako, diantarkan beras dengan pinang, serta kabau si Binuang, nyatanya beralih tunas dari urat, si Binuang
147