batang bayam, bertabuh puluik-puluik7, bergendang saliguri, dan bertikar sutra lumut.
Saat itu Bundo Kanduang sedang tidur di atas anjung. Hari itu petang Kamis malam Jumat, bulan penuh empat belas. Saat tengah malam, dalam tidurnya beliau bermimpi. Dalam mimpinya ada orang tua yang panjang jenggot, jenggotnya putih sampai ke pusat. Ia bersorban putih dan berjubah putih. Berkata orang tua itu,
“Wahai Cucu Raja Usali, Mangkuto Alam dalam Nagari, pusat jala pumpunan ikan, orang yang sakti lagi keramat. Besok, hari Jumat tengah hari, ambillah buah kelapa nyiur gading, kemudian belah dua buahnya dan bagi menjadi dua bagian, makanlah berdua dengansi Kambang.
Sesudah terdengar murai berkicau, Bundo Kanduang segera terjaga. Ia tertegun seketika. Rasa terdengar suara kakek berjubah putih itu. Apakah alamat mimpi ini? Termenung Bundo Kanduang.Diaraknya langkah keluar kelambu rumin. Rambutnya tergerai di kepala.
Tidak lama antaranya, datanglah si Kambang yang bertujuh.Si Kambang Manih membawa minyak, minyak harum putri-putri. Si Kambang Bungo membawa peraman. Berbagai macam peramperaman, harum sehari perjalanan. Si Kambang Kuning membawa kasai8. Yang lain membawa payung, yakni payung panji kebesaran. Kipas pun bersabung kanan dan kiri.
Bundo Kanduang segera turun ke jenjang. Si Kambang mengiringi di belakang. Mereka berjalan beriring-iringan. Sedang dalam perjalanan ke kempat mandi, teringat juga Bundo Kanduang akan mimpinya semalam. Ia berjalan juga lambat-lambat.
Tidak lama dalam perjalanan, sampai juga mereka ke tempat pemandian, yakni Lubuk Puti Mandi. Bundo Kanduang berhenti sejenak di lubuk yang sakti itu. Di sana airnya jernih, ikannya jinak,
7.nama sejenis tumbuhan
8.bedak basah
5