Lompat ke isi

Halaman:Cindua Mato.pdf/24

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

keduanya, orang yang bertuah. Kalau ditantang mata buta, kalau disebut lidah kelu, kalau diingat hati lelah. Rupa keduanya sangat elok, seperti pinang di belah dua, bagaikan dasun14 dibelah empat, ragu orang membedakannya.

Bundo Kanduang adalah orang yang arif bijaksana. Ia membiarkan mereka bermain bersama, salah seorang yang selalu menyembah, itulah dia Cindua Mato.

Kalau keduanya berjalan, yang mengiringi di belakang itu adalah anak Kambang Bandahari, yang duduk dikursi itulah si Bujang Sutan Rumanduang, Daulat Dang Tuanku, yang duduk bersila di lantai, itulah Cindua Mato.

Kalau dipandang, anak-anak tersebut seperti orang bersaudara, sama cerdik keduanya. Mereka sangat pandai berkatakata, mulut manis kecindan murah, jika bertutur sangat lemah lembut. Orang yang arif dan bijaksana. Ibarat kata pepatah,berkelebat ikan di dalam air, sudah tahu mana yang jantan dan yang betina. 14. bawang putih tunggal

13