Lompat ke isi

Halaman:Kaba Minang.pdf/17

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Ringkasan Isi Cerita SITI FATIMAH

Di Kampuang Dalam, Bukittinggi, Luhak Agam, Siti Fatimah, tokoh utama cerita kaba ini ialah anak Siti Zainab. Siti Fatimah ini bersuami dengan Sutan Karangan, seorang saudagar kaya di Medan. Dari perkawinannya itu, mereka mempunyai seorang anak laki-laki bernama Sabirin.

Siti Fatimah tinggal di kampung, sedang suaminya Sutan Karangan tinggal di rantau, Medan. Hal seperti ini biasa terjadi di Minangkabau pada waktu itu. Seorang laki-laki sehabis menikah, pergi ke rantau sendiri mencari uang. Siti Fatimah digambarkan sebagai seorang wanita desa yang sopan-santun, pemalu, taat kepada agama, patuh kepada suami, dan pandai memasak. Berbeda dengan suaminya, Sutan Karangan, seorang pemuda yang sudah lama tinggal di kota, tidak begitu mengindahkan lagi adat-istiadat, adat di- anggapnya sudah kolot, ia berpikiran modern dan tidak begitu mengindahkan perintah atau ajaran agama.

Sekali peristiwa, Sutan Karangan pulang ke kampung menjumpai istri, anak, dan sanak-keluarga. Rindunya terhadap istri, anak, dan kaum keluarganya cepat hilang karena situasi dan suasana kampung tidak cocok lagi baginya, lebih-lebih sifat dan tingkah-laku Siti Fatimah yang dianggapnya kolot. Ia cepat bosan dan cepat-cepat pula kembali ke Medan. Dibanding-bandingkannya istrinya dengan gadis kota, caranya berpakaian, caranya bergaul, caranya berjalan dengan suaminya, caranya berbicara, semuanya sangat berbeda dan ketinggalan zaman.

Sampai di Medan, ia mulai sibuk lagi dengan dagangannya dan tidak terpikir lagi baginya istri dan anaknya. Ia banyak berkenalan dengan gadis-gadis yang berbelanja ke tokonya. Salah seorang di antaranya, seorang putri Sunda, bernama Nilasari. Ia jatuh cinta kepadanya. Karena pergaulan yang sangat bebas, Nilasari hamil dan Sutan Karangan terpaksa menikahinya.

Perkawinan mereka rupanya tidak bahagia. Mulanya mereka tinggal bersama dengan orang tua Nilasari. Hal ini tidak bisa bertahan lama, mereka akhirnya berpisah tempat tinggal dan mereka tinggal di sebuah rumah yang disewanya. Nilasari hidup royal, suka

17