Ringkasan Isi Cerita KARATAU MADANG DI HULU
Cerita ini terjadi pada zaman penjajahan Belanda. Tokoh utama cerita kaba ini ialah bujang Mansun. Ia mempunyai seorang saudara perempuan bernama Upiak Boneh. Mereka berasal dari Kampuang Dalam, Luhak Agam. Mereka hidup dalam kemiskinan.
Pada suatu hari, ia bersama orang kampung lainnya disuruh menghadap kepala kampung Datuak Mantiko di kantor. Oleh kepala kampung diperintahkan bekerja paksa (rodi) selama sebulan di suatu daerah dengan syarat membawa perbekalan sendiri untuk makan.
Bujang Mansun tidak bisa pergi karena tidak punya perbekal-an karena ia miskin. Kepala kampung Datuak Mantiko marah dan menghukum bujang Mansun masuk tahanan selama tiga bulan di Bukittinggi. Banyak penderitaan dan pengalaman yang dialaminya dalam tahanan itu. Sekali ia berkelahi dengan orang Madura yang suka mengganggu orang. Dalam perkelahian itu, bujang Mansun dapat mengalahkannya dan menghajarnya sampai pingsan dan terpaksa dirawat di rumah sakit. Sejak peristiwa itu bujang Man-sun disegani orang dalam tahanan.
Setelah habis masa tahanannya selama tiga bulan. bujang Mansun kembali pulang ke kampungnya. Di kampung, kepala kam-pung menyambutnya dengan baik dan ramah karena ia bermaksud hendak meminang adik bujang Mansun Upiak Boneh, Bujang Man-sun menolaknya karena ia tidak mau menikahkan adiknya dengan orang tua bangka. Kepala kampung marah, sehingga terjadilah per-kelahian. Mula-mula dengan hulubalang kepala kampung itu, ke-mudian dengan kepala kampung Datuak Mantiko itu sendiri. Ke- duanya dapat dikalahkan oleh bujang Manson. Hulubalang dan kepala kampung itu jatuh pingsan.
Dalam keadaan pingsan keduanya itu, bujang Mansun melari-kan diri dan membawa sepasang pakaian dan sebuah wang ringgit emas kepala kampung. Ia tidak berani pulang lagi dan terus pergi ke Betawi dengan menumpang kapal laut. Di atas kapal ia berke-nalan dengan Amai Nuriah dengan anak gadisnya Dalipah yang ke-betulan juga hendak ke Betawi menemui suaminya yang bekerja disana.
21