KATA PENGANTAR
Kaba adalah salah satu jenis prosa dalam sastra Minangkabau. Kaba sama dengan pantun dalam sastra Sunda yaitu suatu cerita yang ditulis dengan bahasa berirama. Dengan demikian kaba termasuk prosa liris atau prosa berirama. Kaba ini dapat pula disamakan dengan hikayat dalam sastra Indonesia lama (sastra Melayu). Isinya pada umumnya sama dengan cerita penglipur lara yaitu cerita yang biasanya berakhir dengan happy end.
Kaba banyak kita jumpai dalam sastra Minangkabau ini dan dapat dikatakan hasil sastra yang khas dan menonjol dalam sastra Minangkabau. Kaba yang terkenal yaitu Kaba Cindua Mato, Kaba nan Tongga Magek Jabang, Kaha Rancak di Labuah, Kaba Umbuik Mudo dengan Puli Galung Banyak, Kaba Malin Deman, dan seba-gainya.
Biasanya kaha ini disampaikan secara lisan, didendangkan atau dilagukan sesuai dengan susunan kalimat yang disusun dengan berirama. Kemudian kaba itu dituliskan dengan huruf Arab-Melayu dan Latin dan beberapa di antaranya sudah dicetak. Penulis atau penyalin kaba yang terkenal ialah Syamsudin Sutan Rajo Endah. Dia telah menyalin sekitar tiga puluh kaba. Penulis kaha yang kedua ialah Sutan Pangaduan, ia telah menyalin sekitar delapan kaba.
Kali ini kita mengenal penulis kaba N.M. Rangkoto yang sekaligus menyajikan tiga kaba yaitu (1) "Kaba Niniak Tumangguang Putiah," (2) "Karatau Madang di Hulu," dan (3) "Kaba Siti Fatimah. Hal ini merupakan sumbangan yang berharga untuk menambah perbendaharaan sastra Minangkabau. Sebelumnya ketiga kaba ini belum kita kenal.
Ketiga kaba ini dicetak menjadi satu buku karena jumlah halamannya tidak begilu banyak dan pengarangnya seorang pula. Masing-masing kaba itu kami sajikan tingkasan isi ceritanya untuk memudahkan kila mengenal isinya.
9