ring dipaksakan oleh dubalang Pono, sehingga tidaklah heran, bila pada saat itu mereka sangat membencinya. Akan tetapi pada saat itu pulalah dubalang Pono sampai ke sana, menagih denda atas ladang mereka yang masih kurang terpelihara itu. Bersitegang urat leher pun terjadilah. Dubalang Pono dengan keras menuntut agar denda dibayar ketika itu juga. Hingga terjadilah perkelahian satu lawan tiga di ladang itu. Namun dubalang Pono sebagai orang tangguh yang tak pernah menimbang lawan, ketiga lawan tersebut dapat juga dikalahkannya. Denda yang dituntutnya terpaksa di- bayar ketika itu juga. Akan tetapi pada saat itu Bujang Iman, sa- lah seorang di antara mereka sempat juga melarikan diri.
Di saat dubalang Pono berkelahi melawan ketiga petani itu, Lareh Situjuh di tempat perhentiannya melihat seorang gadis remaja berjalan seorang diri menuju sumur hendak pergi mandi. Gadis tersebut bernama Kembang Melati, anak tunggal Biduri Sati. Ketika melihat gadis berjalan seorang diri itu, timbullah kem- bali perasaan muda dalam diri Lareh Situjuh hendak menggoda gadis tersebut. Godaan itu kiranya dapat diatasi Kembang Melati dengan halus, sebab ia termasuk gadis yang selalu ditunjuk, diajari oleh ayahnya.
Setelah Kembang Melati berlalu, dubalang Pono kembali menemui Larch Situjuh di tempat itu untuk menyerahkan wang denda yang diperolehnya tadi. Mereka berdua kembali pulang ke kantornya. Namun bayangan paras Kembang Melati sangat menggoda dalam diri Lareh Situjuh. Ingin sekali ia hendak mempersunting gadis remaja itu.
Berbeda dengan keinginan Lareh Situjuh rupanya Malano Kayo, paman Kembang Melati, sudah sepakat hendak menjodohkan gadis ini dengan Dt. Marajo, Angku Palo di Situjuh Dalam, walaupun hanya sebagai isteri kedua. Perkawinan segeralah berlangsung, setelah mendapat izin dari Tati sebagai isteri pertamanya.
Berita perkawinan ini sampai kepada Lareh Situjuh. Pedih hatinya telah menimbulkan amarah dan sifat dengki. Segeralah dipanggilnya dubalang Pono menjemput orang-orang upahan untuk membunuh Angku Palo yang telah mendahului niat hatinya itu.
Sebulan sesudah pernikahan itu Angku Palo dikeroyok dan dibantai orang di tempat sunyi.
102