kemukakan di atas itulah yang mendorong dilakukannya penelitian sastra lisan Minangkabau.
Banyak ragam bentuk yang termasuk sastra lisan Minangkabau. Penelitian sekaligus berbagai ragam bentuk sastra lisan itu akan memakan waktu lama dan tenaga yang cukup banyak di samping kurang efisien. Oleh karena itu, penelitian sastra lisan Minangkabau ini terbatas pada penelitian kaba, salah satu bentuk sastra lisan Minangkabau. Masalah yang diteliti adalah (1) peranan dan kedudukan kaba dan (2) wujud kaba itu sendiri.
1.2 Populasi dan Sampel
Populasi penelitian adalah kaba, tukang kaba, pemuka masyarakat, sastrawan, dan pendengar kaba yang terdapat di Sumatera. Berdasarkan survei pendahuluan, ditetapkan sampel sebagai berikut:
a. Sampel kaba adalah
- Puti Jailan dari Kabupaten Pasaman;
- Puti Sari Banilai dari Kabupaten Lima Puluh Kota:
- Lareh Situjuh dari Kabupaten Agam;
- Jombang Muhamad dari Kabupaten Tanah Datar ;
- Bujang Pajudi dari Kabupaten Solok;
- Urang Silaiang dari Kabupaten Padang Pariaman;
- Gadih Basanai dari Kabupaten Pesisir Selatan.</poem>
b. Sampel masyarakat kaba adalah
- Satu orang tukang kaba untuk tiap kabupaten yang telah ditetapkan;
- 113pendengar kaba;
- 62 pemuka masyarakat;
- 6 orang sastrawan.
1.3 Metode dan Teknik
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan perekaman wawancara, angket, dan observasi.
Rekaman dilakukan terhadap 7 buah kaba yang telah di-
2