Lompat ke isi

Halaman:Kaba Minangkabau 1.pdf/16

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Penyampaian kaha dalam situasi yang tidak semestinya, situasi buatan, ternyata membawa beberapa masalah sampingan.

Pertama, kegairahan bercerita pada tukang kaba sedikit kelihatan lain: ketimpangan penyampaian kaba dalam situasi perhelatan, yaitu dengan pengunjung yang umumnya terdiri atas orang mudo-mudo. Pengungkapan-pengungkapan yang bersifat erotis maupun moral sering tidak muncul menurut semestinya.

Kedua, data kuantitatif tentang jumlah pendengar (pengun- jung) juga merupakan hasil dari situasi buatan yang dimaksud. Dalam keadaan yang sesungguhnya -situasi perhelatan- jumlah pengunjung bukanlah hanya belasan, akan tetapi mungkin ratusan. Demikian banyaknya, ada kalanya pekarangan rumah-rumah di sekitar itu penuh sesak, lebih-lebih bila alat pengeras suara ikut memainkan peranan. Jumlah pendengar ini akan menjadi luar biasa sekali apabila "tukang-kabanya telah demikian ternama, apalagi kalau suaranya merdu atau orangnya muda lagi menarik.

Ketiga, akibat situasi buatan tersebut jumlah sampel untuk mendapatkan data observasi juga berbeda-beda (tidak konsisten) pada masing-masing kaba yang direkam. Di satu pihak jumlah sampel hanya beberapa orang, sedang di pihak lainnya jumlah itu jauh lebih banyak.

Keempat, pemilihan tema, amanat, alur, penokohan, dan gaya bahasa cerita terpengaruh oleh situasi buatan.

5