Lompat ke isi

Halaman:Kaba Minangkabau 1.pdf/20

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

kata yang relatif tetap. Biasanya masing-masing gatra terdiri atas delapan suku kata, kadang-kadang sembilan atau sepuluh, Konsistensi jumlah suku kata itulah yang memungkinkan timbulnya irama di dalam bahasa kaba, seperti halnya metrum menimbulkan irama pada sebuah lagu.

Karena gaya bahasanya yang berirama, kaba dapat dan mudah didendangkan. Membaca sebuah kaba memang terasa lebih baik bila dilagukan, atau setidak-tidaknya dengan penuh perasaan dan konsentrasi, seperti halnya membaca sebuah puisi. Sebab bahasa kaba memang bahasa yang puitis, padat dan penuh perlambang-perlambang yang tepat. Membaca kaba dengan cara membaca sebuah prosa biasa tidak akan membawa kesan apa-apa, malah barangkali membosankan. Sebab tenaga yang tersembunyi di dalam bahasa kaba hanya mungkin fungsional bila dibaca dengan cara yang sesuai menurut irama yang ada di dalamnya.

Tukang kaba dapat memainkan kaba tanpa teks (di luar kepala) karena bahasanya yang berirama itu. Ia juga bisa memberikan variasi dalam hal nada suara, pilihan kata, langgam dan tekanan, asal tidak keluar dari batas-batas metrumnya tadi. Dan yang lebih penting lagi, ia bisa mengikutsertakan berbagai musik pengiring seperti dilaporkan di muka. Perpaduan dari semuanya itu menyebabkan kaba sangat mengasyikkan bagi telinga orang Minangkabau, seperti halnya nyanyian dapat mengasyikkan telinga orang di mana saja sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat.

Jadi kekuatan sebuah kaba terletak di dalam bahasanya yang puitis itu. Iramanya sejalan dengan irama pantun, syair, pepatah, mantera dan sebagainya, sehingga semua unsur-unsur sastra lisan ini mudah dijalinkan ke dalam kaba. Bila dilagukan ia dapat menimbulkan tenaga, dan tenaga itulah yang mungkin berperanan mengikat perhatian dan konsentrasi pendengar sampai berjam-jam.

2.3 Sistem Penyampaian Kaba

Sistem penyampaian kaba merupakan suatu segi yang unik juga. Dalam sistem penyampaian kaba tercakup sejumlah komponen yang satu sama lain saling kait-mengait. Pada komponen tukang kaba, proses penyampaian kaha berkaitan dengan kompo nen pendengar dan komponen alat pengiring yang digunakan. Regi tu pun dua komponen yang tersebut terakhir, yaitu pendengar

9