Lompat ke isi

Halaman:Kaba Minangkabau 1.pdf/21

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

dan instrumen, satu sama lainnya sukar dipisahkan.

Juga segi-segi lain yang memungkinkan terjadinya proses penyampaian kaba. Misalnya segi waktu, situasi, motivasi dan sebagainya seperti telah diuraikan di muka.

Di pihak tukang kaba, proses penyampaian itu hanya mungkin berlangsung menurut semestinya kalau instrumen pengiring ikut serta. Tanpa instrumen pengiring, proses penyampaian itu mungkin sekali tidak menarik. Dengan demikian, seorang tukang kaba juga harus menguasai instrumen tersebut. Ia harus mahir pula menggunakannya, atau setidak-tidaknya harus sanggup mengikutinya, bilamana yang memainkan instrumen itu anggota timnya. Kalau instrumen itu sebuah "rabab", keharusan itu bersifat mutlak. Artinya, seorang tukang kaba sekaligus harus cakap memainkan rabab.

Oleh sebab itu, proses penyampaian kaba tidak mungkin terjadi tanpa adanya tukang kaba yang profesional. Orang biasa yang profesinya bukan tukang kaba, tidak mungkin sama sekali tampil menggantikan peranan tukang kaba. Jadi apabila di suatu negari tidak ada lagi orang yang mewarisi kecakapan itu, maka untuk memenuhi kebutuhan "bakaba", orang harus melakukan pemesanan ke negari lain, atau terpaksa harus menggantinya dengan bentuk-bentuk kesenian lainnya. Akibatnya, kaba menjadi kurang fungsional lagi bagi masyarakat yang bersangkutan. Minat pendengar pun sangat ditentukan oleh bentuk instrumen pengiring yang dimainkan. Ada daerah-daerah yang lebih tertarik kepada penggunaan rabab daripada pemakaian saluang, dan begitu pula sebaliknya. Gendang tampaknya merupakan salah satu jenis instrumen yang mudah menyesuaikan diri. Alat ini, sebagai instrumen pengiring di dalam proses penyampaian kaba, terpakai di mana-mana, la dapat pula berkombinasi dengan rabab dan juga dengan saluang, Talempong hanya berperanan dalam pe- nyampaian kaba yang berlangsung dalam bentuk randai.

Dilihat dari sudut penggunaan instrumen pengiring, dari sudut tukang kaba serta gaya bahasa yang dipergunakan pada kaba sebagai suatu warisan seni budaya daerah yang hidup, terdapat hal-hal yang menarik perhatian. Proses penyampaiannya berlangsung dalam suatu sistem. Bentuk-bentuk kesenian lainnya juga terungkap sekaligus. Unsur-unsur seni suara, seni musik, seni tari, dan seni drama terjalin di dalamnya.Templat:Left