tan Samparono merupakan personifikasi nilai buruk dan baik. Walaupun para remaja tak lagi duduk bersantai di atas bendi (sado) sebagai lambang kenikmatan masa muda, tetapi mungkin di atas Mercy 280, namun sikap duduk Rancak Dilabuah tetap jadi contoh yang perlu dipertimbangkan. Maka abadilah peranan Kaba Subang Bagelang dan Rancak Dilabuah dalam pembinaan sikap mental masyarakat Minangkabau secara menyeluruh.
Kebanyakan kaba tersebut berasal dari kurun waktu yang bertata nilai lain, bila dibandingkan dengan tata nilai yang dianut hari ini. Tetapi proses transmisinya berjalan cukup lancar. Nampaknya perkembangan teknologi modern belum begitu telak menghambat transmisi tersebut, walaupun secara teoritis pergeseran nilai-nilai merupakan akibat sampingan yang cukup gawat. Dalam hubungan ini menarik untuk mengamati pandangan para sastrawan Indonesia yang berdomisili di Sumatera Barat.
Dalam sebuah kuesioner yang terhimpun, mereka menyatakan me- ngenal kaba dengan baik (100%). Bahkan dianggap sebagai sumber ilham dalam mencipta (50%), di samping 33,33% merasakannya sebagai sumber ilham tak langsung. Hal itu disebabkan mereka tertarik dengan penokohan dan gaya bahasa kaba (66,66%). Himpunan nilai-nilai abadi tersaji dalam rangkaian prosa-lirik yang unik. Faktor penyebab yang mendorong para sastrawan berminat menulis cipta sastra dalam bentuk kaba: 83.33% menaruh minat serius dalam rangka pengayaan khazanah sastra Minang Modern sebagai bagian sastra Indonesia yang utuh. Malahan 50% memperkirakan kemungkinan-kemungkinan penggolongan cipta sastra Indonesia dari pengembangan dan pemulusan struktur dan gaya bahasa kaba.
Terlihat di sini, bahwa masyarakat Minangkabau hidup di negeri yang penuh kaba, yang ditimba dari tata nilai peri hidup tradisional; namun tetap memekar di tengah-tengah masyarakat yang nontradisional. Kaba bertahan hidup karena memang dibutuhkan. masyarakatnya, sedangkan masyarakat pun menghidupkan dan menghidupi kaba sebab kaba bagaikan bagian dari kehidupan mereka. Di sinilah hubungan timbal balik terentang antara kaba dengan masyarakat dan antara masyarakat dengan kaba. Naga -naga- nya hubungan itu akan tetap berkelanjutan sampai saat perkembangan teknologi benar-benar menampakkan eksesnya yang parah, yakni ucapan selamat tinggal kepada segala yang berbau lama.Templat:Left