Banilai. Sesaat kemudian Sari Banilai tiba di sana dan Bujang Juaro meminta agar Sari Banilai ikut dengannya kembali ke Hin. dustan.
Pada saat itu datanglah Rambun Podeh beserta dua temannya di Lubuk Mata Kucing. Terjadi pertengkaran dan perkelahianpun tak dapat dielakkan. Bujang Juaro dan Sutan Lembang Alain di tundukkan oleh Rambun Podeh dan Sari Banilai dibawanya kem- bali pulang.
Karena Bujang Juaro tidak juga pulang-pulang, maka pela- dang pun mencarinya dan ditemuinya di Lubuk Mata Kucing dalam keadaan terikat dengan tali. Peladang melepaskan ikatannya dan membawanya kembali ke pondoknya untuk menetap seterusnya.
Puti Sari Banilai pun hiduplah dengan suaminya Rambun Podeh, dan melahirkan seorang anak laki-laki yang gagah diberi nama Sutan Duano.
Suatu ketika Sutan Duano dibawa oleh Puti Sari Banilai bermain-main ke tepi laut di Tebing Peninjauan. Di sana anaknya Sutan Duano pening dan jatuh masuk laut.
Walaupun Sari Banilai telah berdoa agar laut kering dan per- mintaannya itu dikabulkan. (sampai seperdua air laut kering) dan ia telah berenang kian ke mari, namun anaknya tidak ditemuinya. Tiba-tiba datang angin kencang, Sari Banilai terpelanting dan ter dampar di Bukit Jambu.
Sesuai dengan sumpah yang telah diucapkan, karena Puti Sari Banilai telah melanggar janji yang diikat dengan Bujang Juaro, maka iapun berubah menjadi batu.
Transkripsi
Aluran Sari Banilai, carito rang dahulu, dalam nagari .... . Urang baranak, anak banamo si .... , rang kaciak mudo matah, rang sayang pandai aja.
Dek diri ayah kanduangnyo, banamo Maulana Karım, sarato ibu kanduangnyo, banamo Puti Sari Banun, sadang duduak waktu nyo batigo di ateh rumah gadang. Pado saat maso itu,..... dek anaknyo, "O Yah kanduang ambo, dangakan malah dek Ayah. Aluran badan ambo, pado saat maso kini, lah taragal lah tacinto, lah takana nak bajalan, ten ka ..... sambia