Lompat ke isi

Halaman:Kaba Minangkabau 2.pdf/11

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Mudo menyerukan agar judi dihentikan, karena akan merusak kehidupan.

Setelah beberapa tahun di penjara Cilacap, Sutan Mudo dan kawannya dibebaskan. Mereka langsung pulang ke Padang dengan kapal yang berlabuh di Teluk Bayur. Dari Teluk Bayur mereka terus ke Padang dan dari Padang terus ke Solok. Setibanya di Solok mereka pulang ke rumah masing-masing dan Sutan Mudo pergi ke rumah adiknya Upik Bungsu. Tetapi karena sudah terlalu lama dalam penjara, Sutan Mudo sudah tua dan wajahnya sudah berubah sehingga banyak orang yang tidak kenal lagi. Begitu juga adikmya Upik Bungsu terheran-heran. Setelah dijelaskan oleh Sutan Mudo barulah Upik Bungsu sadar sehingga keduanya saling bertangisan.

Sejak itu Sutan Mudo menetap di kampungnya dan perangai jauh berubah. Kerjanya sehari-hari mengaji saja di surau dan sembahyang tidak dilupakannya. Ia sudah insaf dan mengerjakan segala suruhan agama. Tetapi sayangnya usianya sudah lanjut dan waktu mudanya sudah habis untuk bermain-main judi.

Demikianlah cerita seorang pejudi yang sadar kemudian.


Transkripsi

Limau puruik tapi jalan
ditabang anak urang Muaro
Lah laruik ari rembang malam
sidang pandanga to ansua pulo curito

Ka Padang anak Tanjuang Alai
Ari manjalang sanjo
Nan sajaknyo dendang ka dimulai
pamintak ampun ka sudaro

Buruang murai tabang malayang
babulu rampak di dadonyo
Rewak jo rewai untuak dibuang
diambiak sado nan paguno

267