RINGKASAN CERITA
Puti Sari Banilai adalah anak dari Maulana Karim dan ibunya bernama Puti Sari Banun. Keluarga ini berasal dari sebuah kerajaan di Hindustan.
Pada suatu hari Puti Sari Banilai menyampaikan keinginannya pada ayahnya untuk pergi ke pulau Petamuan, Karena anaknya hanya seorang maka semua keinginannya dikabulkan, dan berangkatlah mereka dengan perahu layar yang dikemudikan oleh Maulana Karim. Sedang mereka berlayar datanglah angin kencang yang diiringi oleh kilat dan petir dan Sari Banilai cemas dengan keadaan ini, tapi ayah dan ibunya menasihati untuk menyerahkan diri pada Allah dan selalu berdoa agar dilindungi dari marabahaya.
Tidak berapa lama antaranya maka keadaan cuacapun berangsur baik dan Puti Sari Banilai melihat gunting dan diberitahu pada ayahnya, maka perahu diarahkanlah ke situ dan mereka terdampar di Bukit Jambu dan perahu tidak dapat dikayuh lagi. Sari Banilai dan ibunya Sari Banun sudah merasa putus asa dan mereka merasa yakin bahwa di sinilah mereka akan mengakhiri hayatnya. Ayahnnya selalu menasihati agar mereka jangan cepat berputus asa, karena menurut pendapatnya mereka telah lepas dari bahaya yang besar dan sudah sampai ke tanah tepi. Maulana Karim ingin turun ke darat melihat apakah ada penghuni dusun itu sedang Sari Banilai dan ibunya disuruh tinggal dalam perahu, Rupanya duşun itu ada penghuninya dan Maulana Karim kembali mengambil anak dan istrinya mereka menetap di situ sebagai pendatang.
Di kampung itu tinggal pula satu keluarga yang mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama si Rambun Podehh, yang mana keluarga ini adalah keluarga yang disegani di kampung itu. Pada suatu hari si Rambun Podel meminta izin pada ibu bapaknya untuk pergi belajar mengaji pada seorang Imam yang bernama Imam Mulia.
Rambun Podeh adalah seorang anak yang pintar dan rajin mengaji. Setiap hari kalau dia akan pergi mengaji dia lewat di depan rumah Puti Sari Manila, Ketika Sari Banilai sedang berada di kebun di depan rumahnya dia melihat si Rambun Podeh dan hatinya mulai
5