Lompat ke isi

Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/15

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

annya waktu berlayar dahulu.

Mengenai tunangan Sari Banilai tidak mungkin akan mencarinya karena jarak yang begitu jauh dan tidak tahu ke mana dia akan mencari tempat yang akan dituju, Akhirnya lamaran Imam Mulia diterima oleh Maulana Karim dan dicarilah waktu yang baik untuk melakukan pekerjaan yang baik dan masing-masing menyerahkan diri pada Allah.

Pada suatu hari Bujang Juara dipanggil oleh ayahnya menyuruh mencari Puri Sari Banilai yang hilang tidak tentu rimbanya. Bagi Bujang Juaro sendiri juga sudah ada niat untuk pergi karena selama kepergian Sari Banilai air diminum rasa duri dan nasi dimakan rasa sekam dan juga sangat malu pada orang kampung.

Berangkatlah Bujang Juaro dengan temannya Sutan Lembang Alam dengan diberi perbekalan selengkapnya berlayar mengharungi laut luas dengan perahu layar. Setelah beberapa lama berlayar sampailah ke tanah tepi dan mereka menambatkan perahu di sana dan mendaki bukit di tepi pantai itu. Di sana mereka menemukan gubuk seorang petani dan mereka diajak mampir dan menginap di gubuk itu. Kira-kira setengah malam tidur terbangun Bujang Juaro dan dari jauh kedengaran bunyi agung dan talempong seperti ada perelatan besar di kampung yang tidak jauh dari gubuk itu.

Setelah hari siang merekapun bangun dan sedang mereka minum kopi ditanyakan oleh Bujang Juaro kepada petani itu, di manakah ada perelatan besar karena tengah malam dia mendengar suara agung dan telempang dan sorak sorai orang. Diceritakan oleh petani bahwa memang sedang ada perelatan besar me- rayakan perkawinan Rambun Podeh dengan Puti Sari Banilai yang berasal dari Hindustan.

Mendengar cerita petani itu Bujang Juaro jatuh pingsan. Melihat Bujang Juaro pingsan, petani itu heran dan terkejut, tapi akal tidak tulang dan ditawari Bujang Juaro dengan limau dan kasai dan tidak lama kemudian dia siuaman. Ditanya oleh petani itu kenapa dia pingsan mendengar ceritanya. Dikhabarkan oleh

Bujang juaro bahwa tujuannya datang ke sini mencari tunangan-

7