Lompat ke isi

Halaman:Kaba Puti Sari Banilai.pdf/17

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

nya yang hilang tak tentu rimbanya tapi rupanya tunangannya itu sudah kawin dengan orang di sini.

Bujang Juaro minta petunjuk pada petani itu bagaimanakah usahanya selanjutnya. Oleh petani itu Bujang Juaro diajarkan ilmu yang bisa meɛnanggil orang dari jauh dan disuruh pergi ke tempat perelatan itu dan di sana dia mengikuti bermacam-macam permainan dan di dalam permainan itu dia sering kalah dan kalau kalalı tidak mau membayar. Terjadilah keributan di gelanggang itu dan Bujang Juaro diusir.

Berangkatlah Bujang Juaro dengan Lembang Alam dengan perasaan sedih dan kesat ke arah Lubuk Mato Kucing. Di sana dia mencobakan ilmu yang diajarkan petani itu memanggil Sari Banilai dan terkabullah permintaannya dan Sari Banilai sudah tidak dapat menahan lagi, dengan tergesa-gesa berjalanlah dia menuju Lubuk Mato Kucing. Didapatinya Bujang Juaro dan Lembang Alam sudah berada di situ dan disambutlah Sari Banilai oleh Bujang Juaro dan membujuk Sari Banilai supaya kembali ke kampungnya dan mengingatkan sumpah setianya waktu bertunangan dahulu. Tetapi dijawab oleh Sari Banilai bahwa itu tidak mungkin karena dia sudah dikawinkan dengan si Rambun Podeh, tambahan lagi ibu bapaknya tidak mungkin ditinggalkan,

Waktu Si Rambun Podeh melihat Sari Banilai tidak ada di tempat dicarinya ke sana ke mari, maka timbullah di dalam pikirannya bahwa Sari Banilai dilarikan Bujang Juaro. Ditemani oleh tiga orang temannya si Rambun Podeh mencari Sari Banilai sampai ke Lubuk Mato Kucing dan dilihatnya Bujang Juaro sedang berbicara dengan Sari Banilai. Si Rambun Podeh mencaci maki Bojang Juaro yang membuat kekacauan dan terjadilah perkelahian di antara mereka dan akhirnya Bujang Jaro dan Lembang Mam dapat dikalahkannya dan Puti Sari Banilai dibawa pulang oleh Rambun Podeh dan mereka hidup berbahagia.

Beberapa bulan kemudian lahirlah anak mereka yang pertama. yang diberi nama Sutan Duano dan anak itu tumbuh dengan baik dan sehat

Pada suatu hari Sari Banilai ingin membawa anaknya bermain manin ke pingir laut di tebing Paninjauan. Sedang asyik bermain jatuhlah munan anaknya ke dalam laut dan anak itu.

8