Lompat ke isi

Halaman:Kaba Si Manjau Ari.pdf/13

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

untuk beristirahat dan lewatlah raja dari Kinali. Ditanya oleh raja itu apa sebab ia sampai ke mari dan di jawab oleh si Manjau bahwa untunglah yang telah membawa dia ke sini.

Raja Kinali adalah tunangan si Murai Randin adik dari si Manjau Ari dan dia berpesan pada adiknya si Murai Randin menyuruh dia datang dan membawa rencong serta emas perak untuk bekalnya. Setelah menerima pesan dari kakaknya, si Murai Randin bergegas pergi mencari kakaknya sambil membawa rencong dan emas perak. Ketika bertemu dengan kakaknya si Murai Randin menangis melihat keadaannya dan disuruh memakan bekal yang dibawanya. Setelah selesai minum makan si Manjau Ari menyuruh adiknya kembali pulang tapi dia tidak mau, maka berjalanlah mereka ke dalam hutan belantara. Dalam perjalanan itu banyak rintangan yang ditemuinya dari perampok-perampok yang ada dalam hutan.

Karena letih berkelahi dengan perampok si Manjau merasa letih dan mengantuk dan sebelum tidur dia berpesan kepada adiknya kalau dia tidur rencongnya jangan diambil, sebab kalau diambil si Murai akan mati. Sedang si Manjau Ari tidur pulas si Murai Randin merasa badannya sakit dan dia mengambil pinang untuk obat dan mengambil rencong si Manjau untuk membelah pinang. Waktu dia membelah pinang tangannya terluka dan darah me- mancur keluar dan karena bayak darah keluar si Murai Randin meninggal. Tidak lama antaranya terbangunlah si Manjau Ari dia melihat adiknya sudah mati, serta melihat adiknya sudah mati dia ingin bunuh diri tapi tidak bisa terlaksana. Mayat adiknya diseleng- garakan dan disandarkan pada sepohon kayu dan dititipkan pada hutan dan dia meneruskan perjalanannya.

Sesudah dua bulan berjalan sampailah dia pada sebuah kampung dan di kampung itu ada sebuah keluarga, ibunya bernama mande Rubiah dan anaknya yang tua bernama Puti Kasumbo dan yang kecil bernama Puti Bonsu. Oleh mande Rubiah si Manjau Ari dibawa ke rumahnya diberi makan dan minum serta pakaian dan diperkenalkan kepada anaknya Puti Kasumbo dan tidak lama kemudian mereka dikawinkan. Mereka mempunyai dua orang anak yang tua bernama Rangin Pamenan dan yang kecil bernama Rajo Nyao.

Istri si Manjau Ari yang bernama Puti Kasumbo adalah seorang istri yang bijaksana yang dapat merukunkan kembali antara ayah dan ibu si Manjau yang telah berantakan akibat fitnah dari gum mengaji si Manjau Ari.

8