AKIE'
10
ALAU
|
tjerai dengan Fatimah; baakie-akie binaso djoeo — kesoedahannja (lama²) binasa djoea. AKIE' — 'akik. AKIKAT — hakekat; maksoed, niat; akikatnjo salah — maksoednja djahat; akikatnjo na' mandjahanamkan hambo — maksoednja hendak mentjelakakan saja. AKIRAT — achirat; doenie akirat — doenia achirat; kini doenie koedian akirat — saja berkata ini boekan dengan mengingat doenia ini sadja, tetapi saja ingat djoega hari jang kemoedian, waktoe kebaikan dan kedjahatan akan diberi balasannja, pendeknja: apa jang saja katakan, ja'ni jang benar sadja. AKOE, kakoe — akoe; mangakoe — mengakoe, membenarkan; oerang malieng toe mangakoe — maling itoe membenarkan, bahwa ia mentjoeri; mangakoe bapa` — mengakoe bapa; balandjonjo kaka'njo mangakoe — belandjanja abangnja menanggoeng; injo diakoei djihin — ia diakoei djin; akoean — akoean; akoeannjo arimau — akoeannja harimau; le kete' masa' pangadja, lah gadang akoean tibo, lih. adja(r); pangakoean — tanggoengan. AKOEE' I — nama sematjam penjakit ajam: bila kena penjakit ini ia meromok sadja; maakoee'-akoee' sadjo, lih. rakoee'; taakoee'-akoee' (tarakoee'-rakoee') — menjenggoet. AKOEE' II, inda' katoean akoee` — tiada bekerdja dan tiada dapat mentjari pekerdjaan. AKOEI' I — jakoet. AKOEI' II — Jakoeb. AKO' — loba, tama'; ako' dilabo — sangat harapkan keoentoengan. ALAH I — alah; maalah — dikatakan tentang boedak² atau ajam djantan, menakoetkan teman², sehingga ia meradjalela dll.; maalahkan — mengalahkan; baralah — oemp. abang soeka memberikan permainannja jang diminta adiknja, soepaja djangan mendjadi perbantahan atau soepaja adiknja djangan menangis; tjadie' maradeso, gadang baralah — orang jang tjerdik soeka sabar; karalahan — alahan, keroegian berdjoedi; bakaralahan — berkesoedahan, karena telah ada jang alah berkelahi, bertanding main atau berdjoedi; ba' nagari dialahkan garoedo — sangat sepi; mangalah — mengambil ikan dari soengai atau serokan dengan djalan mengempang atau memindahkan alirannja atau menimba airnja sampai tohor; alahan — alahan; alah mambali, manang mamakai — biarlah mahal membeli barang jang baik, tetapi lama dapat memakainja; alah limau de' bindaloe — orang asli dialahkan orang jang datang kemoedian; batjaka' diikoee alahan — memperbantahkan barang jang sedikit (sisanja); berbantah sesoedah perkara dipoetoeskan. ALAH II, lah — telah, soedah; alah soedah — telah soedah; alah datang — telah datang; djan dialahkan sadjo — djangan dikatakan ,,soedah sadja, oemp.: djika beloem tjoekoep, beloem soedah, beloem mengerti dsb.; nan alah-alah — jang soedah-soedah. ALAI I — alai, nama sebangsa petai; oela' alai, lih. oela`. ALAI II — helai, lai; moedo saalai — tjongkak memakai, pada hal pakaiannja hanja jang lekat pada badannja itoe sadja. |
ALA', saala'-ala'(an) — sesedang-sedangnja, tiada lebih tiada koerang, setjoekoep-tjoekoepnja; saala'-ala'annjo badjoe ko diambo — seelok-eloknja badjoe ini pada badan saja (tiada besar, tiada pandjang). ALALANG, ilalang — lalang; dalang (alalang) nan tasia, si tjere' manompang mati — lalang jang terbakar, si tjeret (sebangsa toemboehan jang biasa toemboeh dekat lalang) toeroet mati djoega, maksoednja orang jang sekali-kali tiada berdosapoen terpalit dalam soeatoe perkara orang lain; maando' dibalie' alalang saalai — hendak menjemboenjikan soeatoe hal, tetapi dapat djoega diketahoei orang; manjisi' padi djo alalang — jang baik ditjampoer dengan jang djahat, achirnja poenah jang baik itoe dan hidoep soeboer jang djelik itoe. ALAM I — 'alam; alam Minangkabau — negeri Menangkabau; inda' ado alam bakeh taga' lai — tiada dapat lagi ia mempertahankan dirinja; hilang 'akal, tiada dapat lagi ia mentjari pekerdjaan atau isteri lain. ALAM II — 'alam, bendera, toenggoel, pandji-pandji. ALAMAT — 'alamat, tanda, sasaran; alamat soere` — 'alamat soerat; alamat badan ka binaso — tanda badan akan binasa; dialamatkan — di'alamatkan, ditoedjoekan; manemba' baalamat, bakato batoedjoean — apa² jang dikerdjakan, haroeslah ada maksoednja. ALANG I — alang; inda' alang lai gadoee'njo — boekan main tjongkaknja; (ooekan) alang soesahnjo tida' baindoee` — boekan main soesahnja tidak beriboe; alang tinggi — tiada mentjoekoepi tingginja; alang kapalang — alang kepalang; alang ari — hari biasa, boekannja hari pekan; alang taoen, alang moesin — tiada pada waktoenja; balaie dialang taoen, baboee' dialang moesin — mengerdjakan soeatoe pekerdjaan tiada pada waktoenja, tentoe tiada selamat atau tiada mendapat hasil. ALANG II — alang, jang mengalangi; paralangan basoeo — djarang-djarang bertemoe; dialangnjo datang karoemah ambo — sedikitpoen tiada ia datang keroemah saja; maalang radjakinjo — tiada lagi datang rezekinja, tiada moedah lagi rezekinja; alangan — rintangan; kalau tida' ado alangan — kalau tidak ada apa² hal. ALANG III — pemberian, hadiah; tapoee' babaleh, alang (badjawe') — djahat dibalas dengan djahat, baik dengan baik ! ALANG IV — elang, lang; ada beberapa bangsanja: alang tampian, alang kapalo poetieh (alang sirah), alang laoei`, dll.; alang katoetoeih — sebangsa boeroeng hantoe mengepak-ngepak (mangkatoetoeih) pada malam hari. ALANG-ALANG — lajang-lajang; baalang-alang — melepas lajang-lajang. ALAT — alat, perkakas; alat dapoee — perkakas dapoer; apo alatnjo? — apa ramoeannja?; alat karadjaan — alat keradjaan. ALAU — halau; maalau — menghalau; dikatakan djoega tentang hal koeda jang dibelakang sekali dalam perloembaan; toekang alau — orang jang memboedjoek-boedjoek |