Lompat ke isi

Halaman:Kamoes Bahasa Minangkabau-Bahasa Melajoe-Riau.djvu/138

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

LAPOEIH

136

LATA


lapoee` — ki.: tahi jang terletak pada tempat jang boleh terpidjak oleh orang; inda' lapoee' de' oedjan, inda' lakang de' paneh, lih. lakang.

LAPOEIH, malapoeih — boenji oedara jang keloear dari loebang jang sempit; ajam toe ko' diambe' disiko, dape' injo malapoeih kakioen — djika diempang disini, ajam itoe dapat lari kesana; lih. dapoeih.

LAPOEI', lih. dapoei`.

LAPOEN I — lapoen; malapoen — menangkap boeroeng atau ikan dengan lapoen.

LAPOEN II, malapoen makan — makan banjak.

LAPOH, balapoh — boenji barang jang berloebang petjah karena terdjatoeh, oemp. perian jang berisi.

LARAH, malarah — kembang biak, peridi tentang ternak atau itik, ataupoen kekajaan; lih. rarah.

LARAI — lerai, lih. rarai; malarai — melerai; bakalaraian — berhenti berkelahi; inda' talarai djo djandjang — djika doea ekor kerbau berlaga, dapat dilerai dengan tangga; ini tiada dapat dilerai; demikianlah dikiaskan dengan orang jang berkasih-kasihan, tiada dapat dipertjeraikan dengan tipoe moeslihat.

LARA' I, rara` — lerak; ba' tjando bingkai ka lara` — seperti bingkai jang akan lerak. demikianlah kiasan atas orang jang sangat koeroes.

LARA' II. lih. djara' II.

LARANG — larang; talarang sapandjang agamo — terlarang menoeroet agama; larangan — larangan; tatampoeeh dilarangan — melanggar peratoeran; taboeeh larangan — bedoek jang hanja diboenjikan waktoe ada hal jang penting sadja; injo na' malarang sadjo — ia hendak meradjálela sadja; bapantang manjaboei' namo, balarangan manjaboei' gala — menoeroet 'adat Minangkabau tiada maoe orang menjeboet nama atau gelar sendiri.

LARANG II — djarang; larang basoeo, larang dape` — djarang bertemoe, soekar didapat; palarangan — apa jang soekar didapat atau terdjadi.

LARAU, rarau; malarau — menangis keras dengan soeara jang serak.

LAREH I, rareh — goegoer; lareh dari moentjoeengnjo — keloear dari moeloetnja; malarehi diseboet djoega malarasi atau mararasi, artinja goegoer daoen semoeanja karena telah toea dan akan berganti seperti hal soerian, koebang dll.

LAREH II — laras; badie doeo lareh — bedil doea laras atau doea mata.

LAREH III — djadjahan, bagian jang besar dari soekoe di Minangkabau jaïtoe Koto Piliang dan Bodi (Boedi) Tjaniago.

LAREH IV, tarang² lareh — saboer; pangadjaran toe tarang² lareh diambo — pengadjaran itoe terang sedikit pada saja.

LARE' — larat; lare' kanagari oerang — larat (berhanjoet-hanjoet) kenegeri orang lain.

LARI, rari — lari; malarikan oetang — pergi kenegeri lain, dengan tiada membajar oetang; lari² andjieng — berlari dengan

langkah jang pendek²; salarian — sepadan.

LARIE' — larik; malarie` — melarik, memboeat loebang dalam kajoe seperti koembang; ka(a)teh inda' bapoetjoee', kabawah inda' baoere', ditangah dilarie' koembang — soeatoe soempah, maksoednja, djika saja bersalah, biarlah saja dan keloearga saja binasa semoeanja.

LAROEEH, raroeeh; malaroeeh — mengatjau, memboeat gadoeh, memboeat roesoeh.

LAROEI' — hantjoer seperti garam dalam air, atau emas dileboer; ati laroei` — hati roesak; laroei' ba' garam panggoelai — ki.: dikatakan tentang orang jang makin lama makin koeroes; ari lah laroei' tangah malam — hari telah djaoeh malam; balaroei'-laroei` — lama-lama; salaroei' salamo nangko — sedjak dari dahoeloe.

LARO' — sajat; malaro' paroei` — menjajat peroet karena kesal atau sebal; palaro'an — daging ketjil² jang disajat dari toelang².

LASAH, lih. palasah.

LASA' — roseng tentang boedak²; soeka bekerdja tentang orang besar; malasa` — meroseng tentang anak²; bertoekang-toekang, mematjoel-matjoel dsb. tentang orang besar; lih. lese`.

LASANG, malasang — mengendaraï (kasar); lih. leseng.

LASAT, lasat saki'njo — pajah sakitnja; lih. ladjat.

LASAU, dasau — desau; darah balasau — hati berdebar; palasau — damak.

LASI — djera; malasi — menakoetkan; mengalahkan teman², meradjálela.

LASIE(R), lih. dasie.

LASI', latji` — kesang; malasi` — mengesang.

LASIM, lih. lasin.

LASIN — lazim, galib; malasinkan — membiasakan; lasin disara', kawi diadat — menoeroet hoekoem sjara' dan hoekoem 'adat.

LASO I — laksa.

LASO II — bengkak telapak, soeatoe penjakit jang biasa pada ajam djantan.

LASOEEH — moedah; lasoeeh dielo — tiada soesah dihela; lasoeeh boeang aie — ia moedah boeang air besar; lasoeeh baradja — moedah (deras) adjarnja.

LASOEENG — lesoeng; lasoeeng² pipi — tjengkoeng² pipi; basilasoeeng mangetje` — berganti-ganti bertjakap, djangan mengaroe(k); tjie' lasoeeng sikoee ajam gadang — ki.: tiap² kaoem ada seorang penghoeloenja.

LASOEIH, malasoeih — mengemboes seperti koetjing atau lemboe jang marah.

LATAH — latah; moentjoeengnjo latah — ia soeka mentjaroet.

LATA' — letak; malata' tando — pihak laki² memberikan tjintjin atau barang² lain kepada pihak perempoean akan tanda perkawinan telah sah akan langsoeng; lata'kanlah nasi! — hidangkanlah nasi !; padoesi toe lah lamo talata` — ki.: perempoean itoe telah lama meranda; elo' lata' ketje'njo — pandai ia menjoesoen perkataan; malata' nasi — menaroeh nasi dengan oepatjara bagi djin setan jang mendatangkan penjakit; inda' tantoe di den palata'annjo — tiada saja tahoe dimana ia meletakkan barang itoe; malata'kan soeatoe