Lompat ke isi

Halaman:Kamoes Bahasa Minangkabau-Bahasa Melajoe-Riau.djvu/21

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

ANJI

19

ANTJA'


oerang, oemp: mendjandjikan akan menolong orang dengan oeang tetapi djandji itoe beloem ditepati.

ANJI — ani; maanji — mengani; banja' anjian — banjak mata pekerdjaan, jang baroe dimoelaï, lih. ani.

ANJIE(R) — anjir, baoe ikan; kanai anjienjo — mendapat nama jang koerang baik sebab bertjampoer dengan orang djahat.

ANJI' — bagi, oentoek; anji' sia — oentoek siapa; lih. andji', indji', nji`.

ANJO I — ia, dia; lih. injo, anjo, awa'njo logat Padang; awa'e, wa'e logat Pariaman; awa no, wa'no, ano logat Agam; awa'o, wa'o logat Tanah Datar.

ANJO II — hanja, tjoema; limo roepiah anjo — hanja (tjoema) lima roepiah; anjo nan takana de'njo tjoetjoenjo sadjo — tjoema jang teringat olehnja tjoetjoenja sadja.

ANJOEE', maanjoece` — melentoer; ko' taanjoece' pandagang ko, ta' boelieh tida' patah — djika terentak pikoelan ini, nistjaja ia patah.

ANJOEI' — hanjoet; injo lah anjoei` — ia tertidoer; basianjoei` atau baanjoei'-anjoei` — berangsoer-angsoer djaoeh meninggalkan negeri sendiri; anjoei'lah ang! — binasalah kamoe! (soempah, koetoek); kewadjiban mamak kepada kemanakannja: anjoei' maminteh, loeloeih manjalam, ilang mantjari — menolong dalam sebarang kesoesahan, baik dalam perkara, baik waktoe hilang atau mati dinegeri orang; sagan bagalah, anjoei' sarantau — ki.: karena malas mengerdjakan pekerdjaan jang ringan, mendjadi mendapat kesoesahan besar.

ANO (Agam), lih. anjo I.

ANODJO lih. andodjo.

ANOE — anoe, nama barang atau pekerdjaan jang tiada lajak diseboet atau tiada teringat pada waktoe berkata.

ANOEGARAH — anoegerah; maanoegarahi — menganoegerahi.

ANO' I — diam, tiada hiroe; baano'-ano` — diam²; parakaro toe baano'kan sadjo — perkara itoe didiamkan sadja.

ANO' II, maano` — mengenap; maano'kan — menakoeng.

ANSAH — hamzah.

ANSI' — renggek; basiansi` — merenggek-renggek.

ANSO — angsa.

ANSOEE(R) — angsoer; maansoee oetang — mengangsoer oetang; ansoeran — angsoeran; baransoee — berangsoer; saki'njo laï baransoee — sakitnja ada berkoerang; oerang lah baransoee poelang — orang (dipekan) telah moelaï poelang; si anoe nan saki' lah baransoee ilie — sakit si anoe itoe bertambah-tambah.

ANTA(R) — antar; maantakan tando — memberikan, oemp: tjintjin atau barang jang berharga kepada iboe bapa seorang perempoean tanda akan kawin; oeang antaran — oeang pertolongan jang diberikan kepada pihak perempoean jang akan dikawini (oeang dapoer Jav.).

ANTAH — entah; maantah — mengatakan ,,entahlah!; baantah-antah — beloem lagi tentoe; koedo² nan bapatjoe toe baantah-antah

baroe — koeda² jang berloemba itoe beloem tentoe entah mana jang akan menang.

ANTA' — tikam, toesoek, tjotjok; maanta' kandie` — menikam babi; manganta` — mendenjoet; manganta'-nganta' kapalo ambo — mentjotjok-tjotjok kepala saja (karena sakit); manganta' ati na' paï — sangat ingin hendak pergi; gadang anta' (anta' sadjo nan dareh), laloe inda' bara(po) — ki.: tjakap angin; taanta ambo mandanga kaba toe — lemah sendi toelang saja mendengar kabar itoe, sehingga saja terdoedoek; taanta' roeeh kaboekoe, tasasa' padang karimbo, ta' dape' balega laï — ki.: habis 'akal boedi bitjara, tidak ada lagi ichtiar.

ANTAM — hentam; maantamkan oerang — menghentamkan orang; maarie' maantam tanah (ini pantangan penghoeloe) — berteriak dan menghentamkan tanah; tanda sangat marah.

ANTAN I — antan, aloe.

ANTAN II — bilah roejoeng atau papan, pada tepi sebelah bawah kasau atap.

ANTARO — antara; antaro ari aloen siang — sementara hari beloem siang; paantaroan — perantaraan; maantarokan — tiada teroes, oemp.: hari Senin beladjar, hari Selasa tidak; hari Raboe beladjar, hari Kamis tidak dsb.

ANTAU I, marato' antau — meratap pandjang serta berboeah-boeah.

ANTAU II, maantaukan — menjadjikan makanan oentoek setan pada tempat orang itoe disakitkannja.

ANTAU III — lempar; maantaukan papeh — melemparkan pantjing kedalam air (Pariaman).

ANTÈ' (Kota Toeo) lih. anta(r); ante'kan karoemahnjo — antarkan keroemahnja.

ANTI I — henti; ta(r)anti — terhenti; baranti — berhenti; pa(r)antian — perhentian; inda' anti basisala — tiada poetoes (selaloe) berbantah.

ANTI II — djangan; antilah ang kamari! — djanganlah kamoe kemari!; ko' inda'njo amoech, anti! — kalau dia ta' maoe, soedah!

ANTIE', badjalan taantie'-antie` — berdjalan lambat² dan melenggok-lenggok.

ANTIENG, antieng-antieng — anting-anting; boengo antieng² — nama pohon boenga jang boenganja seperti anting² bangoennja.

ANTILABOEENG — nama sematjam roempoet; alemoe antilaboeeng (boeahnja tidak berisi, tegaknja loeroes) dikiaskan kepada orang jang tiada ber'ilmoe atau tiada beroeang tetapi sombong.

ANTIMOEN — entimoen, mentimoen; dipabaoee(r)kan antimoen djo doerian — 'ibarat dipertjampoerkan perempoean dengan laki², boleh mendatangkan hal jang koerang baik.

ANTJAI — binasa, roesak betoel; lah antjai roemah de' anai² — roemah telah roesak betoel oleh rajap; maantjaikan — membinasakan, meroesakkan.

ANTJA', antja'-antja` — sia-sia, tiada menimbang melarat manfa'at, gila² bahasa; maantja'-antja` — mengerdjakan pekerdjaan jang sia-sia, main gila; maantja'-antja'kan parentah — mempermain-mainkan perintah; malabiehi antja'-antja', mangoerangi sio-sio — tiap² pekerdjaan hendaklah pertengahan, djangan