Lompat ke isi

Halaman:Kamoes Bahasa Minangkabau-Bahasa Melajoe-Riau.djvu/251

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

TINDIN II

249

TINO


TINDIN II — boenji jang besar diantara boenji jang lemboet, oemp.: pada gamelan.

TINDJA', djare' tindja` — djerat jang dilémparkan kekaki binatang, soepaja binatang itoe terikat.

TINDJAU — tindjau; manindjau — menindjau; panindjauan — penindjauan; doedoee' maraoei' randjau, taga' manindjau djarah — waktoe doedoek boeatlah randjau dan waktoe berdiri meléngonglah kekiri dan kekanan, kalau² ada moesoeh datang mendjarah, maksoednja: djanganlah doedoek dan tegak kosong sadja bekerdjalah selaloe; kalam basigi, lakoeeng batindjau — djika soeatoe barang terletak pada tempat jang gelap, hendaklah dilihat dengan soeloeh, dan djika pada tempat jang tjengkoeng hendaklah ditindjau, artinja: soeatoe perkara jang tiada terang atau koerang terang, hendaklah diperiksa betoel-betoel.

TINDJOE, lih. tendjoe.

TINDO (K. Toeo) — boeah kajoe, jang penghabisan, kebiasaan ketjil²; anak penghabisan.

TINGADAH — tengadah; maningadah — menengadah; maningadah matoari — ki.: melawan orang jang memegang perintah atau melawan perintah; toengkoei' tingadahkan, lih. toengkoei' tilantangkan pada tilantang; maningadah mambilang lae, manoengkoei' mambilang lantai — ki.: selaloe berpikir atau memikirkan hal diri dan kaoem kerabat.

TINGAJA', toengaja` — tengadah; maningaja` — menengadah, mengamat-amati orang jang tiada biasa dilihat, dengan tiada maksoed soeatoe apa.

TINGARAN, tangiran, kangaran — kedengaran; inda' tingaran diden — tiada kedengaran oléh saja; maningaran — mendengar; alah ang maningaran si anoe banjanji? — soedahkah kamoe mendengar si Anoe bernjanji? lih. tangiran.

TINGAU — n. sem. penjirat, terboeat dari boeloeh atau tandoek.

TINGGA(L) — tinggal; itoe inda' tingga di den lai — saja tjoekoep (tiada loepa) memberi nasihat padanja; maningga — meninggal; pai' maningga — rasa boeah-boeahan, jang baroe terasa pahit sesoedah berhenti memakannja, hal orang jang kelihatan perangainja jang koerang baik sesoedah bertjerai dengan dia; maningga(l)i — meninggal; maninggakan — meninggalkan; sapaningga — sepeninggal, sepeninggalan: pai djo roendiengan tingga djo moepakat (lah batinggalah bapailah) telah semoepakat dengan teman-teman jang akan menghadiri rapat bahwa seorang doea orang tiada dapat hadir; paninggalan — peninggalan; katinggalan — ketinggalan (hal perempoean jang sakit sesoedah bersalin, karena ada jang tertinggal didalam peroet); loepo katinggalan, takalo' kamaliengan — djika terloepa (tiada ingat) tentoe ada barang jang tertinggal, kalau kita tertidoer (tidoer njenjak) nistjaja ketjoerian, hendaklah selaloe ingat, karena koerang ingat selaloe mendatangkan kesoesahan atas diri kita; gadjah mati maninggakan gadieng, arimau mati maninggakan balang, manoesie mati maninggakan adat djo poesako (namo)

hendaklah kita memboeat kebaikan, soepaja sesoedah mati nama kita diseboet-seboet orang djoega; tingga ditaboeeng, ditoentoeengkan, tingga diaweh dikiraikan — ki.: apa² 'ilmoe goeroe telah diadjarkan setjoekoep-tjoekoepnja kepada moeridnja.

TINGGALAM — tenggelam; asa saboei' tarapoeeng, asa batoe tinggalam — satoe penghiboeran atau oentoek kejakinan hati waktoe menjerahkan soeatoe perkara pioetang kepada ke'adilan, atau waktoe melepas anak pergi kenegeri orang oentoek menoentoet pengadjaran atau maksoed lain jang menentang kebaikan.

TINGGALOEENG — tenggaloeng.

TINGGAM — doeri dalam ékor pari jang ditjotjokkan kedalam gambar orang dengan do'anja, soepaja orang itoe sakit, léhérnja bengkak², dan achirnja meletoes; kanai tinggam; ditinggam oerang — kena sakit sihir seperti terseboet tadi; maninggam — menjihir orang seperti terseboet diatas.

TINGGANAU I, tjingganau — tjenangau, djenangau, nama binatang.

TINGGANAU II — seb. toemboehan, jang daoennja berbaoe seperti tjenangau.

TINGGI, tenggi — tinggi, lih. tenggi.

TINGGIE(R) — ténggér, ténggék; tinggieran — orang jang diakoe djin, orang berakoean; inda' itie' nan batinggie — tiada pernah itik berténggér, artinja: hal seseorang jang tiada berani, atau koeasa melakoekan soeatoe pekerdjaan.

TINGKAH I — tingkah, lakoe; tingkah lakoe, parangai — perangai; batingkah — bertingkah.

TINGKAH II, maningkah — memoekoel boenji-boenjian waktoe boenji-boenjian lain diboenjikan soepaja bertambah bagoes atau merdoe dan ramai; menambah perkataan orang, sehingga lebih terang; djan ditingkah djoeo lai roendiengannjo — djangan lagi didjawab djoega perkataannja; hendaklah diam sadja.

TINGKARAH, lih. tangkarah.

TINGKARANG — tembikar petjahan beling, petjahan tembéréng (porcelein).

TINGKARO' — n. seb. boeroeng, lih. tangkaro`.

TINGKE' I — tingkat; maningke` — memandjat; maningke' djandjang tinggi — naik pangkat; tingke' satingke' lai — naik lagi setingkat; djandjang ditingke', bandoee ditapie` — tangga telah dinaiki, bendoel telah ditepoek; beginilah sjarat memanggil orang oentoek berdjamoe.

TINGKE' II — pintjang.

TINGKIH, arimau tingkih — harimau jang péndék seboeah kakinja, menoeroet kepertjajaan orang sangat berani.

TINGKOEEH, batingkoeeh — berbantah, perb. dengan tingkah; patingkoeehan — perbantahan; sadang parioee' djo sandoee' lai batingkoeeh — sedangkan perioek dengan sendoek ada kalanja berlaga, apalagi manoesia, inilah djadi penghiboeran doea laki-isteri jang berbantah.

TINGKOEROEENG, lih. koeroeeng.

TINGKO' — tingkap.

TINIO, lih. tino.

TINO, tinolah (na' tinolah), na' tinjolah, tielah, na' tielah — biarlah; tinolah kepéndékan