DAFTAR TAMBAHAN DAN PEROEBAHAN
Oleh karena beberapa hal maka Kamoes ini terlaloe lambat terbitnja. Sebabnja jang teroetama ialah karena orang jang menjediakannja oentoek dinaikkan pers, teristimewa t. Dr. Drewes, bertjita-tjita mendjadikan boekoe ini pemimpin bahasa jang boleh dipakai dengan moedah dan tempat bertanja jang djarang benar akan mengetjewakan orang. Oentoek mentjapai maksoed itoe beberapa keterangan perkataan haroes diperbaiki sedikit-sedikit, ada jang mesti ditambah dan ada jang dapat dikoerangi dan ada djoega jang haroes dioebah sama sekali. Lagi poela banjak perkataan „synoniem" (jaïtoe perkataan jang berbėda bangoennja tetapi sama atau hampir sama artinja dengan perkataan lain) jang ada terseboet didalam soeatoe keterangan oentoek dibandingkan dengan perkataan jang diterangkan itoe, tetapi tidak terdapat ditempatnja. Perkataan itoe seberapa dapat ditambahkan. Tidak akan mengherankan bahwa didalam tjontoh-tjontoh tjara memakai perkataan-perkataan didalam bahasa sehari-hari dan perbahasa-perbahasa, jang menghiasi boekoe ini dan jang boekan tidak besar faedahnja oentoek orang jang hendak mempeladjari seloek-beloek bahasa Minangkabau, ada terdapat beberapa perkataan jang tidak diterangkan didalam Kamoes. Sesoenggoehnja perkataan biasa-biasalah djoea jang kerap kali dilalaikan oleh seorang pengarang kamoes, karena menoeroet timbangannja soedah dimoeatkannja ditempatnja. Tentang perkataan-perkataan terseboet dan beberapa hal jang tidak terang kami minta keterangan kepada Pengarang sendiri. Dengan ichlas permintaan kami itoe dipenoehi oleh beliau dengan sepenoeh-penoehnja, malahan banjak perkataan jang beloem masoek Kamoes ditambahkannja.
Waktoe peroebahan itoe moelaï didjalankan oleh t. Dr. Drewes, empat „vel", jaïtoe enam poeloeh empat halaman soedah habis ditjetak, djadi tidak dapat dioebah lagi. Itoelah sebabnja jang teroetama maka daftar tambahan dan peroebahan mendjadi sebesar ini, walaupoen jang dimoeat hanja peroebahan-peroebahan jang amat perloe sadja.
Haroes diterangkan lagi, bahwa didalam bahagian jang selebihna, jang pada waktoe itoe soedah di-„zet", poen hanja peroebahan jang penting-penting sadja diadakan, dengan maksoed akan meringankan pekerdjaan toekang zetter. Banjak sekali perkataan jang sama seboetannja tetapi berlainan edjaannja. Kalau tidak meragoekan edjaan itoe tidak dioebah. Oempamanja terdapat edjaan mangadoedoee'i dan mangadoedoee'ï, paï dan pai` dsb. Adakalanja awalan di dan ka dsb. (jang seharoesnja diserangkaikan dengan perkataan jang mengikoetinja) tida disamboengkan dengan perkataan jang mengikoetinja itoe, oempamanja : di ambo, ka dèn, di karadjo dsb. Demikian djoega ka jang artinja „akan", djadi seharoesnja ditjeraikan dengan perkataan jang berikoet, beberapa kali tertoelis serangkai dengan perkataan itoe, oempamanja : kadipakai, kamandanga, kapai, kooedjan (hal. 18 pada angkoe, baris 4), kamoetah, kadamam (hal. 33 roeangan kanan baris 12) dsb. Menoeroet pikiran saja edjaan seperti itoe tidak akan meragoekan benar bagi orang jang mempeladjari bahasa Minangkabau.
Oleh karena kewadjiban t. Dr. Drewes berhoeboeng dengan djabatannja dll. amat banjak, maka pekerdjaan menjelesaikan boekoe ini madjoenja tidak selekas kehendak beliau. Istimewa setelah beliau diangkat mendjadi goeroe tinggi sama sekali tidak ada kesempatan beliau lagi akan meneroeskan oesaha itoe. Itoelah sebahnja maka didalam boelan Novęmber 1935 beliau menjerahkan pekerdjaannja itoe kepada saja. Djadi saja meneroeskan oesaha beliau itoe sampai kepenghabisannja, menoeroet tjara bekerdja (methode) jang ditoendjoekkannja. Disini djoega haroes saja mengoetjapkan banjak terima kasih kepada t. K. Soetan Pamoentjak, Adjunct-Taalkundige pada Balai Poestaka, jang tetap memberi pertolongan jang berfaedah benar.
Moga-moga pekerdjaan kami menjenangkan hati Pengarang dan sekalian orang jang akan mempergoenakan Kamoes ini!
Dr. W. Kern.
Batavia-C. Mei 1936