DJANGKAU
58
DJAOEEH
|
nan djangkang oerang nan poeeh — awa' jang pajah beroesaha, orang lain jang mendapat nama atau keoentoengan. DJANGKAU — djangkau, djempoet; mandjangkau — mendjempoet, mengambil dengan mengoeloerkan lengan; sapandjangkauan — sepandjang mendjangkau; pandjangkau nan ampie, pandjapoei' nan djaoech — ki.: tangan kanan, kaki tangan, artinja orang jang menolong-nolong; didjapoei' didjangkau — mengoeatkan arti djangkau. DJANGKIE(R) — djari atau koekoe binatang jang dibelakang sekali; nan dikakoe tadjare' djangkie, nan mangakoe tadjare' liie — orang jang didjamin tentangan oetang, djangkirnja (djarinja jang dibelakang sekali) jang terikat, tetapi jang mendjamin, lehernja jang terikat, artinja: djika jang beroetang tiada membajar oetangnja, tentoelah jang mendjamin jang akan menanggoeng. DJANGKIH — djangki; mandjangkih — membawa dengan djangki. DJANGKO — djangka, waktoe; mandjangko — mendjangka; maoekoee mandjangkokan — menentoekan apa jang haroes diboeat, bagaimana memboeat dan bila diboeat dll.; djangko ka makan, inda'njo poelang — datang waktoe akan makan, ia tiada poelang; djangko timbakau — perkakas penjepit tembakau jang akan diratjik. DJANGOEEH — djengoeh, djengoek; mandjangoechlah kapintoe! — mendjengoehlah kepintoe! DJANGOEE' — melawat; mandjangoeo' oerang mati — melawat(i) ahli orang jang kematian, 'alamat toeroet berdoekatjita. DJANIEH — djernih; moeko djanieh — moeka djernih; langi' djanieh — langit djernih (tjerah); mandjaniehi roendiengan — meminta keterangan jang sedjelas-djelasnja tentangan soeatoe roendingan; aienjo djanieh ikannjo djina` — ki.: hal negeri jang ma'moer dan orangnja ramah; koesoei' disalasaikan, karoech dipadjanieh — perselisihan dipoetoeskan dengan djalan perdamaian; mantjari saja' nan landai, aie nan djanieh — ki.: mentjari tempat berhoekoem jang se'adil-'adilnja; djanieh-djanieh aie lioee — meloja; djanieh-djanieh aie lioee manantikan — terlaloe amat lama menantikan. DJANJO, djano — oedjarnja; apo djanjo? — apa oedjarnja, apa katanja?; inda' boelieh ba' djanjo sadjo disiko — disini tiada dapat ia berboeat sekehendaknja sadja; pitih den lah ba' djanjo sadjo — ia berboeat sekehendak hati atas oeang saja; ba' djanjo anglah! — soeka hatimoelah! perboeatlah sekehendak hatimoe!; nan djanjo ambo djan paï laï — sepandjang pikiran saja, ta' oesah pergi. DJANO (Agam ketjoeali di Kota Gedang) = djanio. DJANOEN (v.d.T.) — seb. hantoe. DJANTA(R) (v. d. T.) — taboeng tempat menjimpan air teboe jang telah dimasak (tenggoeli). DJANTAIOE, (dalam pantoen) — nama boeroeng dalam angan-angan sadja. DJANTAN — djantan tentang binatang, toemboeh-toemboehan, barang-barang atau perkakas, oemp.: djari djantan, kaliki (pepaja) |
djantan, katam djantan; sekali-sekali tentang orang; djantannjo — kemaloeannja (laki-laki); kato djantan — kata jang ta' akan beroebah-oebah (menoendjoekkan keberanian); aden djantan — saja tiada takoet; iolah djantan awa'njo — betoel dia berani atau keras hati; didjantaninjo awa` — ia mengatakan tiada takoet kepada saja dan mengadjak berkelahi. DJANTANG, lih. lantang; itam mandjantang dikaniengnjo — ada terang kelihatan soeatoe baris hitam didahinja; badjantangan oere'njo — terang kelihatan oerat-oeratnja (biasa pada orang jang koeat bekerdja atau main raga). DJANTI, koembang djanti — seb. koembang hidjau jang berkilau-kilauan warna badan dan sajapnja. DJANTIE' — menokok dengan djari jang ditekankan dahoeloe keiboe djari, laloe dilepaskan. DJANTOEENG — djantoeng; djantoeng ati — djantoeng hati, kesajangan; djantoeng batih — djantoeng betis; djantoeng pisang — djantoeng pisang; djantoeng tangan — djantoeng tangan; tadjantoeeng kasiehnjo — terlaloe amat kasihnja; inda' badjantoeeng — tiada menaroeh maloe, dampit; djantoeeng ang ba' djantoeeng pisang — djantoengmoe seperti djantoeng pisang, artinja kamoe dampit, tiada tahoe baik dan djahat, tiada tahoe timbang-menimbang. DJAO — djawa; asam djao — asam djawa; limau djao — seb. djeroek dll.; N. B. Dekat Padangpandjang ada seboeah kampoeng bernama Djao, karena itoe disebelah Padangpandjang, asam djao dan kain djao dll. diseboet orang asam djawa, kain djawa, soepaja djangan keliroe. DJAO-DJAO — boetir emas boelat-boelat atau perak jang dipaterikan oemp.: pada kepala koendai. DJAOEEH — djaoeh; mandjaoech — mementjil; badjaoeehan — tiada berdekat tentangan kediaman atau tentang perkariban; kito lah bakadjaoeehan samieng — kita tiada lagi berkoendjoeng-koendjoengan; djaoeeh-djaoeeh ati mandangakan boenji saloeeng — amat sajoe hati mendengar boenji soeling (teroetama waktoe malam); djaoech panggang dari api, djaoech Koeboeeng dari Agam — dikiaskan kepada tawaran jang djaoeh dibawah harga; kerdja jang lama lagi waktoenja, baroe soedah dsb.; djaoeeh (ilang) dimato djaoeeh diati — djaoeh dari mata djaoeh dari hati; oebe' djaoeeh panjaki' ampieng — oemp.: hendak memboeat roemah tetapi tiada beroeang; seorang jang tinggal di Betawi menjoeroeh memboeat roemah di Padang; djaoeeh badjalan, banja' dilie', lamo idoei' bagai dirasai — orang jang telah toea dan telah djaoeh berdjalan, tentoe telah banjak penanggoengan, penglihatan, kebanjakan orang jang demikian dikatakan: toeo taoe, artinja telah 'arif bidjaksana; pepatah ini goenanja akan penghiboerkan hati, memang bila djaoeh berdjalan banjak dilihat dan djika lama hidoep berbagai-bagailah penanggoengan; djaoeeh boelieh ditoendjoee'kan, ampie boelieh dikako'kan — tanda soeatoe barang ada, jaïtoe djika djaoeh tempatnja, dapat ditoendjoekkan dan djika dekat, dapat dipegang, maksoednja |