Lompat ke isi

Halaman:Kamoes Bahasa Minangkabau-Bahasa Melajoe-Riau.djvu/69

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

EGAH

67

ENGGA'


EGAH — egah; maegah-egah — mengegah-egah.

EGANG — njonjot, lebih dari regang; baegang-egang djo rang malieng — beroendjoen-oendjoen dengan pentjoeri (malam hari).

EGE', baege` (Kamang) — moelaï tahoe berlari-lari seperti boedak ketjil; maege'-ege` — berlari-lari lambat (dengan langkah jang pendek) karena kepajahan.

EGOH, maegoh-egoh — berdjalan seperti orang gemoek.

EGO', lih. egoh.

ELAH, banja' elah — pandai berdalih, banjak membanding.

ELA' — elo; 1 ela` ± 69 cm; 4 ela` = 1 kabaja; maela'(i) kain — mengoekoer kain dengan elo.

ELANG, maelang — melihat kesana kemari, tiada mengindahkan perkara jang dekat; bago wa' ang maelang sadjo, inda' ka tataroeeng poelo? — sebab kamoe gila melihat kesana sini sadja sedang berdjalan, tentoelah kamoe tersandoeng.

ELE(R) — temoet-temoet, lambat; oerang ele — orang jang lambat pada sebarang pekerdjaan; baele-ele mangetje` — melintjah-lintjah berkata, berkata jang tiada tentoe toedjoeannja.

ELE' — tiada koeat, tiada radjin; ele' makan — tiada koeat makan; ele' bakaradjo — tiada koeat atau tiada radjin bekerdja.

ELO I — hela; maelo — menghela, menarik; maelo paroei` — menghela (menjeret) peroet seperti lakoe boedak ketjil jang beloem pandai merangkak; ba' maelo aoee sonsang; ba' maelo aoee dari oedjoeengnjo — ki.: hal mengerdjakan pekerdjaan jang amat soesah; ba' maelo ramboei' dalam tapoeeng: ramboei' djan poetoeih, tapoeeng djan tasera` (taboeang) — ki.: menghoekoem atau memperdamaikan orang hendaklah se'adil-'adilnja, sehingga kedoea pihak jang bersengketa bersenang hati.

ELO II — meter; maelo kain — mengoekoer kain dengan meter.

ELO' — elok; baelo` — berdamai, perb. d. babaie'; mamelo'i, mampelo'i, kependekan dari mampaelo'i — memperbaiki; mampelo'i roemah — memperbaiki roemah; mampelo'i, (mampelo') oerang kadoeo-doeo — memperdamaikan laki-isteri; elo' ara' diari paneh — perarakan sempoerna (selesai), bila hari panas; artinja orang bersoekatjita, djika ia beroentoeng; nan elo' dipakai, nan boeroee' diboeang — perbahasa ini dipakai kebiasaan waktoe memperdamaikan orang, maksoednja: hal² jang baik kita pakai, djangan diloepakan dan perkara² jang tiada baik, kita boeang dan ma'af-mema'afkan; elo' kato dalam (djo) moepakat, boeroee' kato diloea moepakat — sebarang pekerdjaan jang akan diboeat, baiklah lebih dahoeloe dibitjarakan dengan nini' mamak dll.; demikian djoega dalam perdjamoean.

EMBE(R) — ember; saembe — seember.

EMO — badi; kanai emonjo — terpalit dalam soeatoe perkara boesoek; perb. dengan amo.

EMO' (Koto Toeo), baemo'-emo` — hal orang bersahabat selaloe bersama-sama, bertjakap-

tjakap, tertawa-tawa, minoem-makan (teroetama tentang perempoean).

EMPA(R), maempa; koedo bendi ko maempa kasoeo` — koeda bendi ini soeka berdjalan tjenderoeng kekanan; ko' ambo tasasa' dipitih, bakehnjo ambo maempa — kalau saja kepitjikan (oeang), kepadanja saja minta pertolongan; kaki oerang toe maempa kaloea — kaki orang itoe tjondong keloear.

ENA', taena'-ena' injo di Batawi djo ana'njo — senang hatinja tinggal di Betawi dengan anaknja (tiada teringat olehnja hendak poelang).

ENDAH — indah; inda' maendahkan kato oerang — tiada mengindahkan (mempedoelikan) kata orang; nan merah sago, nan koerie' koendi; nan endah baso, nan baie' boedi, artinja tiada orang memandang roepa atau bangsa atau kekajaan orang, melainkan jang dihormati orang jaïtoe boedi bahasa.

ENDAN, maendan — menolakkan orang dengan badan, perb. d. lendan.

ENDE', maende` — menindih; menolakkan kekiri atau kekanan; lasoeeng ende` — lesoeng jang aloenja dioempil-oempil dengan kaki, di Kamang dinamai lasoeeng gondja`.

ENDJE' — tambah; baendje'-endje' doenie oerang kini — bertambah-tambah hawa nafsoe orang sekarang (berloemba-loemba tentang pakaian dll.); baendje'-endje' lakoe ana' ko kini — bertambah-tambah djahat lakoe anak ini kini.

ENDJO — hela dengan keras; maendjokan — menghelakan dengan koeat.

ENDJONG — tingkah; banja' endjong — banjak tingkah; maendjong — bertingkah; endjong gerongan — pentjong mentjong; roendiengan lah ampie poetoeih, datang poelo soerang nan maendjong — roendingan telah hampir selesai, datang seorang (diantara kaoemnja) jang tiada menjoekakan.

ENDONG, ba-tji'-endong — permainan boedak-boedak: ditentoekan seorang jang mengedjar teman-temannja. Djika jang dikedjar, lari kepada soeatoe pantjang atau tempat jang telah ditentoekan dan ia menjeboet ,,endong ia tiada lagi boleh ditangkap; siapa jang tertangkap, ialah jang akan mengedjar poela; (endoeng ?).

ENENG — tampan; dienengnjo bana ana'njo, de' pakaian le banja` — anaknja dipakaikannja (dihiasinja) betoel², karena ia banjak mempoenjaï pakaian.

ENGA', ngenga', nganga', tenga', tengang — lengah, alpa; maenga` — tiada mempedoelikan apa-apa atau tegoer sapa orang, hanja seperti orang tertjengang sadja; enga'-enga' rang pambantai — berlakoe seperti tiada mendengar tawaran orang walaupoen ia telah soeka, dengan mengharap soepaja ditawar lebih tinggi lagi.

ENGANG, lih. enga'.

ENGE', renge` — rengek, tjiar; maenge` — merengek, mentjiar, mendongeng; dikatakan djoega tentang boedak ketjil jang sakit.

ENGGA' — lenggang; roemah ko maengga' de' gampo — roemah ini berlenggang karena gempa; mage' engga` — ki.: orang jang soeka bersolek dan berboeat-boeat perdjalanan, tetapi koerang soeka bekerdja.