SEPATAH KATA
Roman klassik Minang SITI BAHERAM" ini kedjadian pada pertengahan 1919 dalam daerah Pariaman.
Hampir seluruh penduduk Sumatera Barat kenal akan tjerita ini, jang dikisahkan dengan mulut oleh para ahlinja jang terkenal dengan tukang² kaba". Tukang² kaba mengisahkanja dengan suara merdu, jang waktunjn biasanja pada malam hari, diiringi salung dan rabab.
Atau biasa djuga dipertundjukkan dalam bentuk randai" jakni sedjenis sandiwara balaman jang spesifik Minang djuga.
Inilah salah satu hiburan rakjat didaerah Minang jang hampir semua penduduk menjukanja. seperti didaerah Djawa dengan wajang Golek, wajang kulit dan sebagainja.
Oleh karena tukang² kaba itu dewasa ini sudah banjak jang berpulang, maka atas permintaan saudara² kita diperantauan, pengarang menjusumaja mendjadi buku tjerita.
Sudah tentu sedikit banjaknja berlainan ungkapanuja dari tukang² kaba, tapi dasar tjerita ini adalah bersamaan.
PENGARANG