Lompat ke isi

Halaman:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/15

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Ada pula ninik mamak yang tidak mengerti sedikit juga tentang apa yang dimaksudkan dengan "kebudayaan Minangkabau", padahal dia seharusnya menjadi pembangun dan pembina dari kebudayaan yang telah diterima turun temurun dari nenek moyang, jangankan berusaha untuk mengembangkannya.

Ada pula Panungkek Penghulu/Penghulu yang sama sekali tidak mengerti dengan seluk beluk adat yang seharusnya jadi pakaiannya itu. Hingga bila terjadi suatu musyawarah kaum / suku yang mengadili suatu perkara kemenakan, yang
memutuskan hanyalah seorang "dubalang” saja.

Sudahkah ninik mamak yang "kaya di adat" itu
memikirkan motif-motif yang dapat menanggulangi gejala-gejala krisis moral anak kemenakan terutama yang merantau ke kota-kota besar, yang kadang-kadang sebahagiannya menjadi kanker,pembawa bagi contoh-contoh krisis moral tersebut di kampung-kampung?

Urang manjarek tangah sawah
kanailah anak buruang nuri;
Dicaliak lipek tak berubah
kironyo tabuak tiok ragi

c. Demikian pula pihak kemenakan. "Mamak kaya di adat, kemenakan murah menurut Sudah banyak yang kejadian kiri, para kemenakan yang menyanggah mamaknya. Baik ia kemenakan kandung, maupun ia kemenakan yang bertali budi.

13