Lompat ke isi

Halaman:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/16

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Sudah ada kini kemenakan yang tidak tahu si-
apa mamaknya. Ada kemenakan perempuan
yang hendak bermenantu, tidak memberi tahu
kepada mamak kandungnya lagi. Ada kemena-
kan perempuan yang sudah pandai mencari sua-
mi sendiri. Ada kemenakan yang ingin mengha-
biskan harta pusaka untuk kepentingan pribadi-
nya. Banyak kemenakan yang tidak tahu lagi de-
ngan adat istiadat kampung. Ada kini kemena
kan yang sudah jauh hanyut terbawa oleh deras-
nya arus krisis moral hingga tidak dapat dipintas
lagi. Tidak dapat dikejar walau dengan kuda
'putih sekalipun. Ya, banyak lagi rentetan-rentet-
´an fakta yang memalukan dan menyedihkan.
Yang kesemuanya itu menyimpulkan bahwa ke-
menakan zaman sekarang kebanyakan sudah ti-
dak "murah menurut" lagi, baik tentang adat
maupun tentang agama.

Kalau sekiranya kemenakan masih memakaikan
adat patuh dan "murah menurut" suruh dan te-
gah mamaknya, tidak akan terjadi pelanggaran-
pelanggaran adat, tidak akan ada krisis moral di
kalangan masyarakat. Tidak akan dapat kebuda.
yaan asing meracuni anak kemenakan kita. Pen-
dek kata, tidak akan hancur kebudayaan Minang-
kabau sebagai salah satu ciri dari kebudayaan
nasional kita la

14