Lompat ke isi

Halaman:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/17

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Asiang katengak kudo bendi
suko manjompak di pasangan
alun digatiah lah maringih
alun dilacuik 'lah manduo;
Lain eraknyo kamanakan kini
dikacak langan 'lah bak langan
dikacak batih 'lah bak batih
mamak disangko sarok sajo.

2. Itu baru satu pepatah yang kita bahas secara agak
mendetail. Selanjutnya pepatah yang berbunyi :
"Kemenakan seperintah mamak, mamak seperintah penghulu, penghulu seperintah "bana". Mamak menunjuk mengajari, malam dengar-dengarkan, siang lihat-lihat. Kemenakan menjunjung titah, menurut suruh menghentikan tegah. Mamak pergi tampak punggung pulang tampak muka: Kemenakan pergi bertanya pulang berberita Mamak di pintu utang kemenakan di pintu bayar. Di lahir kemenakan menyembah, di batin mamak menyembah. Dsb. dsbnya.Kesemua pepatah ini sudah hampir tinggal sebagai sesusun kata bersajak belas Sebagai sepotongsastra Minangkabau belaka. Dalam praktek sehari-hari, sudah jauh panggang dari apl. Bukti-bukti antara lain sebagai berikut :
a. Kemenakan seperintah amak, mamak seperintah penghulu, penghulu seperintah bana, menggambarkan susunan masyarakat Minang yang demokratis. Damokrasi parlementer, demokrasi secara bertingkat, berjenjang naik bertangga turun. Tapi kini, seorang kemenakan dalam meng

15