Lompat ke isi

Halaman:Lembaran Adat Minangkabau.pdf/9

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

mak kandung, mamak rumah atau tungganai rumah, mamak kepala waris). Dalam segi lain, kumpulan yang merupakan dewan yang terdiri dari mamak-mamak (mamak kandung, mamak rumah, mamak kepala waris, Panungkek Penghulu dan Penghulu) dinamakan juga "niniak mamak".

4. Adat Minangkabau mengajarkan bahwa "kemenakan" ialah laki-laki atau perempuan dari pihak ibu yang dipertanggungjawabkan oleh mamaknya, Pertanggungan jawab itu dapat diukur sesuai dengan turunan dan fungsi masing-masing, sebagai mamak kandung, mamak rumah (tungganai rumah), mamak kepala waris, penghulu dan panungkek penghulu.

5. Andaikata "kemenakan" itu diperinci menurut bahagiannya, maka terdapatlah :
a. Kemenakan di bawah dagu, yakni kemenakan bertali darah.
b. Kemenakan di bawah pusat, yakni kemenakan bertali budi.
c. Kemenakan bertali emas, yakni kemenakan yang disebabkan karena uang.

6. Bila disimpulkán uraian mamak dan kemenakan menurut adat tersebut di atas, kenyataan: Mamak ialah pemimpin dari kemenakannya" dan" kemenakan adalah yang dipimpin oleh mamaknya." Tiap-tiap pemimpin tentu saja bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW: Kullukum raa'i, wa kullu raa'i mas-uulun 'an ra'iyyatihi (Tiap-tiap kamu adalah pemim-

7