Apung-apung Sitinjau Laut
Tampak dari gudang garam;
Nasib hamba bagai limau hanyut
Belumlah tentu tempat diam.
Rami gelanggang di atas gunung
Orang menyabung latik-latik;
Kata dieja dalam tenung
Untung yang tidak jua baik.
Perahu Sutan Majo Baik
Berlabuh di kuntang-kuntang
Sarat bermuatan api-api;
Jikalau bernasib baik
Lelah tertelungkup tertelentang
Terjejak jua tanah tepi
Namun di malam semalam itu, mata yang tidak bisa lelap, terkenang jua adik kandung, diurut dada dikeluhkan, badan di dalam lurah jua, menangis sambil berpantun, “Adik kandung Subang Bagelang, benar bagai kata orang,
Lubuk buaya dan Padang Sarai
Tiga dengan kampung Koto Tangah;
Orang yang kaya maksudnya sampai
Denai yang miskin patah di tengah.
Singapura tanjung memutus
Tempat bermain sepak raga;
Sesal kemudian tiada putus
Sedang kasih sengsara tiba.
Tinggilah bukit gunung Padang
Padi di lembah masak belum;
Jika bercerai karena orang
Hati di dalam selesai belum.
Sutan Iskandar ke Bukittinggi
Patah buluh pedagang garam;
Jika dikenang derita ini
95