Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/110

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

ke bawah, berkata si Burung Nuri, "Tuan denai Magek Manandin, marilah kita berjalan, mendaki Tuan di manau itu, berserah diri pada Allah."

Sedangkan Magek Manandin, mulai mendaki di manau, tangan kanan memegang manau, diangsur jua mendaki, tangan kiri sudah mengelupas.

Tiga hari lama mendaki, tebing curam saja ke bawah, tergamang Magek Manandin, telah sampai ditengah, ke atas kabut ke bawah gelap, tangan kanan memegang jua, hampir kan sampailah Manandin.

Telah sampai la di atas, Burung Nuri sampai dahulu, berkata si Burung Nuri, "Oi Tuan Magek Manandin, berhentilah kita dahulu, rasa kan payah badan Tuan."

Lalu berhenti Magek Manandin, tidak lama kemudian, mulai berjalan Magek Manandin, menurun terus ke bawah, lama lambat berjalan, sampailah la di titian panjang.

Berkata Magek Manandin, "Adik Kandung si Burung Nuri, Adik berjalan malah pulang, ke Subarang Ayia Gilo, ke rumah Puti Taruih Mato, kabarkan denai sudah sehat, mintakan doa selamat pada Allah."

Lama sebantar antaranya, telah terbang si Burung Nuri, terbang menyisir-nyisir awan, tiga hari lamanya terbang, telah sampai di kampung itu, di rumah Puti Taruih Mato, lalu hinggap di atas anjung.

Berkata Puti Taruih Mato, "Adik Kandung si Burung Nuri, sangat lama Adik berjalan, bertemukah yang Adik cari?"

Menjawab si Burung Nuri, "Acik denai Puti Taruih Mato, kalau itu Aciak tanyakan, Allah yang maha menolong, denaitemukan yang denaicari.

99