Tentang Tuan Magek Manandin, telah sehat badannya kini, telah kembali ke kampungnya, denai antarkan hingga ke jalan, sampai di titian panjang, disuruhnya denai berbalik, berkirim salam pada Aciak, tolong doakan banyak-banyak, untung terjejak tanah tepi.”
Sedangkan Puti Taruih Mato, baru mendengar kata itu, hati rusuh-rusuh iba, tak bertentu yang dirusuhkan, angin berputar-putar balik, bercampur harap-harap cemas, nasi dimakan rasa sekam, benar bagai pantun orang,
Oleh elang tidak teterbangkan
Oleh balam tidak tertukikkan
Karena jauh rantau Palembang
Di balik rantau Indropura;
Siang yang tiada disenangkan
Malampun tidak terlelapkan
Hati pecah bicara bimbang
Niat bagai rasa akan sampai jua.
Tali garap di batang kapas
Setiap tonggak diisi buang
Direngkuh pula ujungnya;
Tiada diharap burung lepas
Burung bersayap pandai terbang
Badan mabuk karena ulahnya.
101