MASUK KAMPUNG
Kabar beralih kemudian, alihnya kepada Magek Manandin, sudah dititi titian panjang, sampailah ia di seberang, menurun ke dalam kampung, sampailah di simpang empat, tampaklah orang dua orang, membawa ayam seekor sorang.
Berkata Magek Manandin, “Wahai Tuan orang yang lalu, jawablah jujur denai bertanya, dari mana kah Tuan berdua, membawa ayam seekor sorang?”
Menjawab orang yang lalu, bergelar Bagindo Leman, “Kalau itu Sutan tanyakan, kami ini dari balai, balai ramai tak berhenti, sebab kami dahulu pulang, gelanggang hampir kan usai, sebab yang punya akan kawin, bernama Puti Subang Bagelang, berjanji tujuh hari lagi, kawin dengan Rajo Duobaleh.
Kami ini beriba hati, iba bercampur dengan rusuh, puti bernama Subang Bagelang, dahulu tunangan raja kami, yang bernama Magek Manandin, anak angku Datuak Bandaharo. Kalau dicurai dikabarkan, sangat banyak beriba hati, selama raja kami hilang, kampung lengang nagari sunyi, hilang semangat
Sandiangbaka. Sutan ke mana kan berjalan, berilah maaf banyakbanyak, kita bertemu di tengah jalan.”
103