Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/134

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Naiklah Magek Manandin, tiba di atas rumah gadang, lalu duduk ditepipintu, badan busuk tidak terkira, kaki dibalut dengan belacu, tiga bulan sudah tidak mandi, banyak dikerumuni lalat hijau, karena bau busuk itu, bencilah orang semuanya.

Datang dubalang yang berempat, lalu diikat Magek Manandin, diseret ke tengah halaman, berkata Rajo Duoabaleh, "Bunuh sajalah anak itu, anak bincacak anak bincacau, anak orang tidak bersuku, elok dibunuh kini-kini, kalau matitidak membangun!"

Baru mendengar kata itu, telah berkumpul orang nagari, besar kecil mempertinjukan, apa yang dapat dipukulkan, sedang di Magek Manandin, tidak mempan kena tangan, sedang bertolong pada Allah, tidak pula dimakan batu, hilanglah akal untuk membunuhnya.

Telah diikat Magek Manandin, diseret dengan tali besar, sampailah di jalan kerbau, dikuburkan Magek Manandin, berkubur di jalan kerbau, dikubur sebatas leher, agar diinjak kerbau yang banyak, orang banyak berbalik pulang.

Tidak lama kemudian, datanglah kerbau yang banyak, tepat dimana Magek Manandin, kerbau yang tidak mau menginjak.

Hari semakin larut malam, sementara Magek Manandin, teringat ilmu kepandaian, yang diajarkan orang tua, dilepas gayung permaya, serta pitanggang dan palalai, dilepas doa gelanggang, kepada Subang Bagelang, agar jangan sampai kawin.

Pinta yang sedang dikabulkan, sedang bertolong pada Allah, sakitlah Subang Bagelang, dapatlah sakit perut, namun di malam semalam itu, haru biru orang yang banyak, berkumpul dukun pandai mengobat, sakit yang tidak bisa hilang, usahkan hilang, bertambah sakit malah yang jadi, sehingga tak jadi kawin.

Orang pun sibuk karena penyakit, sakit bertambah parah jua, orang menangis semuanya, namun di malam semalam itu,

123