tertidur Subang Bagelang, dalam tidur datanglah mimpi, di dalam mimpimengatakan, ke jalan kerbau makanya sehat.
Mimpi sudah la tersentak, berkata Subang Bagelang, "Adik kandung si Kambang Manih, sakit bertambah-tambah jua, obat jauh penyakit hampir,
Guruh petus penuba limbat
Pandan terjemur di seberang;
Tujuh ratus carikan obat
Ke jalan kerbau makanya senang.
Begitu kata mimpi denai, sekarang mari kita pergi, antarkan malah badan denai, antarkan ke jalan kerbau."
Menjawabsi Kambang Manih, "kalau begitu kata Aciak, kita berjalan sekarang jua."
Lalu berjalan si Kambang Manih, berdua dengan Subang Bagelang, telah serentang perjalanan, tidaklah kabar diperpanjang, kabar beralih kepada Magek Manandin, badan dikubur sebatas leher, ilmu diingat jua, terkenang pada petuah guru, lalu dilepas diputar balik, doa pitanggang kelaparan, sedang mendoa dia menangis, air mata bagaimanik putus, menangis sambil berpantun,
Lenguh lengah bunyi limpato
Orang memanggang pariangan
Terkejut orang di Sila ing
Pada berkirai bunga lada;
Jika tidak lalu sekali ini
Dipotong kelingking kanan
Dipakai tarekat jengking
Agar tak menambah dosa
Jika tidak ke ladang diam
Padisiapa yang akan luluh
Banto akan dicabut jua;
125