Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/140

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

lain, selain dari kita bertiga, tuankah gerangan Tuan denai, yang bergelar Magek Manandin?”

Kalau benar kata Tuan, marilah kita berbalik pulang, agar tentu yang akan diturut, jangan kita berhati rusuh, benarkan malah Tuan kandung.”

Menjawab Magek Manandin, “Adik Kandung Subang Bagelang, jika begitu kata Adik, kalau denai ikut pulang, tapi Adik dalam bertunangan, sebagai pula Adik kandung, kalau sampai kita ke kampung, Adik yang akan segera kawin, dengan angku Rajo Duobaleh, beriba hati malah denai.”

Barumendengar kata itu, menangis Subang Bagelang, “Kalau itu yang Tuan rusuhkan, Tuan yang tidak kan tergamang, hendak perang geleng peluru, jangan takut karena salah, berani karena benar, bersama maka menjadi, lebih mudah mengisa lubang, entah Tuan yang tak suka.

Akan hal diri denai, berpantang memungkir janji,

Tuan mandi denai manyaut
Agar sama-sama basah
Di lubuk orang Koto Tuo;
Tuan mati denai mengamuk
Agar sama berkalang tanah
Sekubur kita berdua.

Tuan kandung Magek Manandin, tiada guna lama di sini, mari kita berbalik pulang.”

Lalu pulanglah Magek Manandin, berjalan mereka bertiga, hari yang sedang larut malam, berjalan beriring-iringan, di depan Magek Manandin, di tengah Subang Bagelang, kudian si Kambang Manih.

Lambat laun di jalan, hampir kan sampai lah di sana, sampai lah mereka di kampung, di halaman rumah Subang Bagelang, naiklah

129