Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/142

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Magek Manandin, selang sesaat kemudian, berkata Subang Bagelang, "Tuan kandung Magek Manandin, pergilah Tuan mandi, buangkanlah baju yang buruk."

Tidak lama antaranya, selesailah Magek Manandin mandi, sesudah itu berbalik pulang, duduklah Magek Manandin, dihidangkan nasi oleh si Kambang, sudah makan dan minum, sudah merokok makan sirih, berkata Magek Manandin, "Adik kandung Subang Bagelang, haritlah larut tengahlmalam, lenai berjalan lah sekarang, relakan nasiyang termakan."

Menjawab Subang Bagelang, "Tuan kandung Magek Manandin, di malam semalam ini, tidak suka denaimelepas, besok setelah harisiang, pergimalah Tuan ke balai, akan denai beri Tuan uang, untuk melawan dunia orang, denai beri seekor ayam, lawan menyabung tunangan denai, yang bergelar Rajo Duobaleh. Lawan bertaruh banyak-banyak, kalau kalah Tuan dibayar, semoga bertolong pada Allah, usahlah kalah ayam kita, sebab telah lama di pautan."

Menjawab Magek Manandin, "Adik Kandung Subang Bagelang, Adik kandung berpikir malah, Adik di dalam bertunangan, sebagai pua Adik kandug, kalau di sini denai bermalam, kalau tahu Rajo Duobaleh, menjadi musuh kemudian."

Setelah lama berdebat, menangis Subang Bagelang, "Tuan kandung Magek Manandin, usahlah Tuan berjalan, tidurlah Tuan di atas anjung, denai tidur di tengah rumah."

Sudah patut jerami lapuk
Sudah lama batang terendam;
Sudah patut mata mengantuk
Hari sudah larut malam.

131