ADAT DI GELANGGANG
Tidak lama kemudian, telah tidur Magek Manandin, tidur di atas anjung, di dalam kelambu rumin.
Hari beranjak siang jua, ayam berkokok membangunkan, kira kira pukul enam pagi, lalu mandi Magek Manandin, sudah mandi Ia sembhayang, meminta kepada Allah, lepaskan badan dari sengsara, datang petunjuk dari Allah, telah berubah perangainya, telah tahu menyembah Tuhan, tidak mau berjudi lagi.
Kira-kira pukul sembilan, masak lah nasi oleh si Kambang, berkata si Kambang Manih, “Tuan makan malah dahulu.”
Makanlah Magek Manandin, sudah makan sudah minum, berkata Subang Bagelang, “Tuan Kandung Magek Manandin, memakai malah Tuan kandung, Tuan akan pergi ke gelanggang.
Bersiaplah Magek Manandin, memakai kain dan baju, selesai lah Ia bersiap, sedang si Subang Bagelang, diambil urai lima kaca, diberikan ayam seekor, serta taji seberumbung, si Salamat membawa ayam, berjalanlah mereka berdua.
Karena lambat laun di jalan, hampir sampai mereka di sana, sampailah di gelanggang, di gelanggang Subang Bagelang, haru biru orang yang banyak, melihat sutan baru datang, gagah yang
133