Kalau melihat bunga kembang, mata yang usah diperliar, walau hati sangat kasih, di muka tidak kelihatan.
Usah anak mencinta akan yang buruk, jadi cacat dilihat orang, tiada guna gagah diri, kalau jadi umpat di orang kampung.
yang merah adalah saga
yang kurik adalah kundi;
yang indah adalah bahasa
yang baik adalah budi.
Jika anak pandai bertenggang, kepada yang baik dan yang buruk, tak ubahnya bagai petuah orang tua-tua,
Setali pembeli kemeyan
Sekupang pembeli ketaya;
Sekali lancung ke ujian
Seumur hidup orang tidak percaya.
Terhadap anak Puti Nan Bungsu, dengarkan lah baik-baik, jangan menyesal kemudian. Adapun perempuan terbagi tiga, pertama perempuan sebenar perempuan, kedua perempuan simarawan, dan ketiga perempuan rimbang taliawan.
Adapun perempuan sebenar perempuan, adalah perempuan yang beretika, memiliki sopan dan santun, baik di dalam maupun di luar rumah tangga.
Dikatakan tentang perempuan simarawan, sifatnya seperti getah encer, yang ini baik yang itu suka, menghabiskan waktu dalam keraguan, ke sini kasih ke sana sayang, mudah sekali jatuh hati, serta menyerahkan diri.
Sedangkan perempuan rimbang taliawan, adalah perempuan yang tinggi hati, selalu memuji suaminya, membanggakan suaminya saja, selalu berhati sombong, tak ada orang seberuntung dia.
Anak pikirkanlah baik-baik, jangan hanya didengar saja, menyesal kemudian tidaklah berguna.”
165