Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bagi Datuak
Bandaharo, dengan Puti Linduang Bulan, sudah dapat hari yang baik,
Tuhan Allah akan memberi, telah datang pemberian Allah, hamil lah
si Linduang Bulan, telah sebulan dua bulan, sampailah hitungan enam
bulan..
Senanglah hati Datuak Bandaharo, berkata Puti Linduang Bulan, “Duhai Tuan Datuak Bandaharo, selama denai mengandung, belum pernah denai meminta, kini lah baru yang tercinta, tolonglah Tuan carikan denai, ikan raya bersirip emas, itu yang denai idamkan kini.”
Adapun Datuak Bandaharo, begitu mendengar kata itu, segera dikumpulkan anak buah, disuruh cari ikan itu, tiga hari lama mencari, barulah dapat ikan itu, dibawa dubalang yang berempat, dipersembahkan pada Datuak Bandaharo.
Oleh Datuak Bandaharo, diambilnya lah ikan itu, diberikan kepada si Kambang, ikan digulai oleh si Kambang. Lama sebentar antaranya, telah masaklah gulai ikan, senanglah hati Linduang Bulan, diam di atas anjung yag tinggi, kipas bersabung kiri kanan.