Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/30

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

agar senang hati denai, akan hal badan diri denai, andaikan berumur panjang, hayat pemberian Allah, terlihat jugalah di kemudian hendaknya.”

Lalu menjawab Datuak Bandaharo, “Kalau hanya itu pinta Tuan, Kami yang suka menerima, kami yang tidak mengubahi, pulang maklum pada Tuan.”

Telah dipertunangkan anak kandung, diletakkan tanda timbal balik. Setelah sehari itu, habis hari berbilang pekan, habis pekan berbilang bulan, telah setahun lah lamanya, sedang si Magek Manandin, besar bagai diambung-ambung, bagai niru di tepi lesung.

Dua tahun lama di dunia, diamnya di atas anjung saja, kipas bersabung kiri kanan, mandi berturab air bunga, kalau lapar nasi pun datang, kalau haus airpun tiba, budak banyak setengah koto. Sedangkan Puti Linduang Bulan, dengan Datuak Bandaharo, Allahurabbi senangnya hati, dapat anak belahan nyawa, benar bagai pantun orang.

“Peranglah anak di Limpasang
Belanda memasang dalam laut;
Anak seorang nan disayang
Habis daging tulang diraut.

Berkata Datuak Bandaharo, “Adik kandung si Lindung Bulan, kalau boleh pinta pada Allah, kalau diberi pinta kita, dapatlah anak seorang lagi, hendaknya anak perempuan.

“Ramilah balai di Bengkulu
Nampak orang membeli sirih;
Pinta yang sedang akan berlaku
Kehendak yang sedang akan boleh.

Tidak berapa lama antaranya, antara sebulan dua bulan, datanglah pemberian Allah, hamillah Puti Linduang Bulan.

19