Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/40

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Telah sudah Ia memakai, diambil taji seberumbung, dibawa ayam biring belang, diminta izin kepada bapak, menjawab Datuak Bandaharo, dengan Puti Linduang Bulan, “Anak kandung Magek Manandin, kami beri malah izin, tetapi pula anak kandung, anak harus meminta izin, kepada tunangan anak kandung, yang bernama Subang Bagelang, bertunangan kain pendukung.

Kalau anak tak memberi tahu, tersalah kita dalam adat, sungguhpun kita sama kita, adat yang jangan ditinggalkan, gerak Allah siapa yang tahu, buruk baik tak bertentu, nyawa di dalam tangan Allah, elok anak beri tahu, ke rumah tunangan anak kandung, katakan benar baik-baik, usah lupa tentang itu.”

Kalau yang merah namanya saga
Kalau yang kurik namanya kundi;
Kalau yang indah hanyalah bahasa
Kalau yang baik adalah budi.

Dari benteng ke tangsi kodok
Singgah ke balai anak Rang Rao;
Secantik apapun bunga dadap
Jika tak harum apa gunanya.

Pasang pelita tengah rumah
Ambillah lilin dua tiga;
Budi bahasa jangan diubah
Nanti banyaklah gunanya.

Menjawab Magek Manandin, “Kalau begitu kata bapak, denai terima dengan senang hati.”

Berjalanlah Magek Manandin, telah sampai di halaman rumah, berkejaran cicak di atas paran, mengejar bayang-bayang gigi, gigi putih bagai camin taruih, bulu mata semut beriring, calak memutus rangkai hati.

Berkata Magek Manandin, “Adik Kandung Bujang Salamat, Adik ambil malah kuda, pasangkan malah pelananya.”

29