Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/48

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Peranglah Talu dengan Sinurut
Perang dengan anak Gunung Rajo;
Ingin benar Denai menurut
Namun tuan tak mau membawa.

Beringin di pasar Sampan
Tumbuh di kampung Kurai Taji
Ke kiri jalan ke Pariaman;
Jika jauh Tuan berjalan
Asalkan belum terdegar mati
Takkan diganti dengan yang lain.

Selasih di tepi jalan
Dirusak anak orang Tiku
Jatuh berderai selaranya;
Terdorong kasih kepada Tuan
Bagai anak erat menyusu
Diceraikan apa kan dayanya.

Ilalang banyak yang ungkai
Elok dipangkas agar rendah;
Kasih sendiri rupanya denai
Bagai pisau tajam sebelah.

Menjawab Magek Manandin, “Adik Kandung Subang Bagelang, Adik tinggal malah di rumah, janganlah adik bersusah hati, benar bagai pantun orang,

Sutan Ibrahim pergi ke Panti
Singgah bersukat cabai patah;
Haram yang lain di dalam hati
Hingga bertepuk kalam Allah.

Orang merendang sejak malam
Nampak dari pulau Batu;
Orang banyak dipandang haram
Adik seorang sunat dan perlu.

37