Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/52

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah
Kita arungi kita selami
Kita puas-puaskan dunia ini;
Sisakan ilmu tempat tegak
Sekira untuk kita berdua.”

Lalu berjalan Magek Manandin, ditunggangi malah kuda, membawa ayam biring belang, telah serentang perjalanan, tunangan menangis ditinggalkan, menangis berbuah-buah, sambil berpantun kala itu,

“Berlayar berbelok-belok
Berlabuh di tempat yang tenang;
Yang pergi hati tak elok
Yang ditinggal darah tak senang.”

Sedangkan Subang Bagelang, telah naik ke atas rumah, langsung naik ke atas anjung, disibak kelambu ketujuhnya, tidur bergelung bagai kucing, air mata berderai-derai, makan tidak minumpun tidak, badannya kurus bagai pimping.

41