↓Laman ko alah sah
- Kita arungi kita selami
- Kita puas-puaskan dunia ini;
- Sisakan ilmu tempat tegak
- Sekira untuk kita berdua.”
Lalu berjalan Magek Manandin, ditunggangi malah kuda, membawa ayam biring belang, telah serentang perjalanan, tunangan menangis ditinggalkan, menangis berbuah-buah, sambil berpantun kala itu,
- “Berlayar berbelok-belok
- Berlabuh di tempat yang tenang;
- Yang pergi hati tak elok
- Yang ditinggal darah tak senang.”
Sedangkan Subang Bagelang, telah naik ke atas rumah, langsung naik ke atas anjung, disibak kelambu ketujuhnya, tidur bergelung bagai kucing, air mata berderai-derai, makan tidak minumpun tidak, badannya kurus bagai pimping.
41