Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/56

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Menjawab Magek Manandin, “Kalau begitu kata Angku, denai coba malah melawan, tetapi taruh tidak banyak.”

Telah dibulang malah ayam, dibulang sama-sama kanan, ayam Angku Rajo Duobaleh, ayam kurik bertaji besar, diminta malah taruhannya, sedang si Magek Manandin, diletakkan malah taruh ayam, diletakkan lima kaca urai.

Termenung Rajo Duobaleh, dengan apa taruh kan di lawan, uang tak sampai untuk taruhannya, digadaikan sawah dan ladang, diminta tolong pada anak buah.

Sudah bertampin malah ayam, telah berlaga keduanya, sekali membulang naik, dua kali membulang turun, patahlah ayam biring belang, bersorak orang tengah balai, besar kecil orang senang, lepas utang yang ringan-ringan, bagai mendapat durian runtuh.

Tidaklah kabar dipanjangkan, matilah ayam biring belang, termenung Magek Manandin, uang berpindah pada orang, sedangkan Rajo Duobaleh, senang hati Allahu Rabbi, telah kaya karena menyabung, taruh disimpan dengan segera.

Kononlah Magek Manandin, uang habis badan sansai, diri disisih kawan sebaya, hanya bermenung-menung sendirian, tak tentu jalan kan diturut. Telah dibuka kain sarung, lalu digadaikan kain itu, kepada mandeh orang berlepau, dicoba pula main dadu, dadu dipasang kalah jua, diminta dadu pada jenang, dilihat gundu lindung merah, bertaruh sekupang genap, lalu dilemparkan malah gundu.

Besoknya hari selasa
Orang menjemur buah pala;
Gundu dilambung balik pangkal
Uang diambil orang jua
Burung di pucuk kayu mati
Ular disesap maja lapai;

45