Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/62

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Sedang si Magek Manandin, tidak tahu di diri lagi, telah diikat Magek Manandin, orang kampung meninju jua.

Mandi ke lubuk Maralian
Mandi berlulur daun lada;
Karena buruk nasib badan
Bergelut sunat di kepala.
Berkata orang di nagari, ada yang iba satu-satu,
“Besar airnya rimba Malalak
Ke hilir tanjung muaranya;
Orang maling jangan dihentak
Tentukan sebab karenanya
Entah salah entah tidak.”

Haripun beranjak siang, telah tinggal darah di batu, mata pun sembab kena tangan, darah mengalir tak berhenti, roman yang rancak telah buruk, tidak lagi tahu di diri.

Telah datang Rajo Duobaleh, menyembah manti dan dubalang, “Ampun Tuanku raja kami, kalau dibunuh kami mati, kebenaran disebut jua, di hari semalam tadi, kami mendapat orang maling, orang ini mencuri sapi.”

Sedang di Rajo Duobaleh, dilihat roman dan tampannya, tidak pula orang kampung sini, tak tentu dusun nagarinya, dihimpun orang yang banyak, orang berkumpul semuanya, pergi melihat orang maling, tak seorang pun mengenali.

Berkata Rajo Duobaleh,
“Cingkaring elok dipangkas
Daripada merimba dalam padi
Orang maling elok ditumpas
Daripada menyusahkan dalam nagari.”

Menjawab manti dan dubalang, serta orang dalam kampung,

51