Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/64

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah
“Cingkaring jangan dipangkas
Jika tidak condong ke halaman;
Orang maling jangan ditumpas
Jika tidak tertangkap tangan.

Orang berkumpul seketika, hendak melihat orang maling, tak seorangpun yang tahu, berkata Rajo Duobaleh, “Wahai dubalang yang berempat, coba pandang sungguh-sungguh, tentukan benar siapa orang itu.”

Sedang dubalang yang berempat, diperhatikan benar orang itu, tentulah rupa dan tampannya, berkata dubalang yang berempat, “Ampun Tuanku raja kami, telah kami pandang nyata-nyata, sepanjang pikiran kami, dialah orang yang baru datang, lawan Tuanku yang menyabung.”

Berkata Rajo Duobaleh, “Wahai dubalang yang berempat, elok diseret orang ini.”

Diikatkan Magek Manandin, diikat dengan tali besar, diletakkan di rumah jaga. Telah sehari antaranya, makan tidak minumpun tidak, datanglah orang satu per satu, setengah ada jua yang iba, lalu dicarikan malah makanan.

Telah tiga hari lamanya, badan masih terikat jua, telah bisa mengingat Allah, telah teringat kesalahan, dipasang niat dengan kaul, “Ya Allah tuhanku Robbi, kalau denai kembali sehat, denai ubah perangai lama, denai hentikan main judi.”

Pinta yang sedang akan berlaku, tuhan yang sedang akan memberi, hilanglah rasa sakit di badan, telah sehat Magek Manandin, hari pun beranjak malam, dingin yang tidak tertanggungkan, menangis Magek Manandin, teringat untung perasaan,

Ramilah balai Pasa Gadang
Rami ketika tengah hari;
Beri maaf hamba mengarang
Cerita akan beralih lagi.

53