↓Laman ko alah sah
HUKUMAN RAJA KUASA
Sungguh beralih di situ jua, alihnya kepada Datuak Bandaharo, dengan Puti Linduang Bulan, selama si anak pergi, tidak ada berhati senang, kabar tidak berita tidak, nasi dimakan rasa sekam, air diminum rasa duri, anak kandung terkenang jua, rintang menangis siang malam.
Tidaklah kabar dipanjangkan, beralih ke Subang Bagelang, tunangan Magek Manandin, hari yang sedang tengah hari, menangis Subang Bagelang, terkenang pula pada tunangan, lama sudah Ia berjalan, kabar tidak berita tidak, apa kan tenggang akal badan, diri hanya anak gadis, tidak patut berjalan-jalan, hari semakin malam jua, menangis berbuah pantun,
- “Dari sebalik ke sebelah
- sudah dikili tepi kain
- Dijahit tentang kepalanya;
- Sudah untung takdir Allah
- Meski dirintang dengan yang lain
- Tuan kandung terkenang jua.
- Anak angsa di rumah gadang
- Kurang dedak tumbukkan padi
- Diberi makan keduanya;